Belasan Pejabat Dibiarkan, LSM Gempar Surati Polres Lumajang

Belasan Pejabat Dibiarkan, LSM Gempar Surati Polres Lumajang

Wartalumajang.com – Belasan pejabat Pemkab yang diduga terlibat kasus perijinan Pasir Besi di Lumajang, sampai saat ini masih dibiarkan bebas tanpa adanya pemeriksaan lanjutan, baik oleh Kejaksaan maupun Polres Lumajang.

Oleh karena LSM Gerakan Masyarakat Peduli Peduli Pesisir (Gempar) hari ini mengirim surat ke Polres Lumajang sekaligus meminta Pemkab Lumajang menjelaskan peran dari orang-orang yang diduga berperan dalam perijinan PT. IMMS yang merugikan negara Rp. 80 Milyar.

“Surat ini memang kita sampaikan ke Polres mas, tapi sebagian diantaranya kita tujukan ke Bupati Lumajang juga,” kata Nawawi, Ketua LSM Gempar ketika ditemui Jatim TIMES usai dari Polres Lumajang.

Nawawi juga mengatakan, untuk Polres Lumajang pihaknya melaporkan banyaknya Stockphile (Penampungan) pasir yang bekerjasama dengan pemilik usaha tambang, sedangkan ijinnya sebagian sudah mati.

“Kalau ijinnya tambangnya sudah mati, maka seharusnya ijin stockphile juga tidak berlaku, tapi nyatanya sampai sekarang stockphile-stockphile itu tetap beroperasi sampai sekarang,” kata Nawawi.

Dalam laporan dihari yang sama, LSM Gempar juga melaporkan sejumlah kasus penambangan illegal yang sampai sekarang masih berlangsung.

“Sampai sekarang tambang illegal itu masih berlangsung. Kita ingin aparatur bertindak, karena ingin kekayaan alam Lumajang dapat terselamatkan,” ujar Nawawi lagi.