Berharap Ujian Lancar, Pelajar Lumajang Gelar Istigotzah

Berharap Ujian Lancar, Pelajar Lumajang Gelar Istigotzah

Wartalumajang.com – Ribuan pelajar dari Sekolah Negeri maupun Swasta mengikuti Istighosah Kubro di Pendopo Kabupaten Lumajang, kemarin, Kamis (09/03) pagi.

Istighosah tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan spiritual para siswa sehingga saat menghadapi Ujian Nasional bisa berjalan maksimal.

Kegiatan tersebut juga diikuti Bupati Lumajang Drs As’at Malik M.Ag,Wakil Bupati dr Buntaran, Kapolres Lumajang AKBP Raydian Kokrosono SIK, Dandim 0821 Letkol Inf.Imam Purnomo Hadi SIP, Kepala Kemenag Muhammad S.Sos.M Pd.I serta Tokoh Agama KH Abdullah Mufid MA.

Kepala Kemenag, Muhammad S.Sos. M Pd.I mengatakan, dua hal yang harus diseimbangkan adalah kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual.

“Jangan hanya mengandalkan ilmu pengetahuan saja namun Akhlakul karimah, ibadahnya, jika seimbang maka ibu bapak serta adik adik ku sekalian akan menjadi calon calon pemimpin dimasa yang akan datang,” ucapnya.

Bupati Lumajang Drs. H. As’at Malik, M.Ag menyampaikan, doa bersama dan istighosah memang sudah sering dilakukan oleh intansi di Lumajang. Seperti Pemkab, Polres, dan  Kodim sudah rutin melakukan.

Hal itu dilakukan, kata bupati, karena persoalan yang dihadapi di era saat ini bukannya tambah ringan, justru tambah berat. Di kemajuan jaman ini, banyak ragam persoalan yang mengancam para generasi muda.

“Anak-anak  diserang oleh kekuatan besar untuk dilumpuhkan untuk dilemahkan menjadi tidak berdaya. Sehingga generasi kita lemah,” katanya.

Hal itu bukan hanya terjadi di Lumajang, namun juga di semua daerah juga sama. Serangan yang terjadi adalah, dengan ditemukannya permen yang diduga mengandung narkoba beredar bebas di pasaran.

Hal itu tentunya menjadi catatan serius, karena dengan mudahnya pihak tidak bertanggungjawab mencoba mengelabuhi dengan cara yang tidak biasanya.

Di sisi lain, kata bupati, undang-undang di Indonesia saat ini juga masih lemah. Untuk minuman keras misalnya, tidak semua miras dilarang. Ada kadar tertentu yang diperbolehkan.

Ia menyebut, dibawah 5 persen boleh beredar. Padahal itu sama-sama memabukkan.“Semua miras yang beredar di toko belum bisa ditarik semua,” ujarnya.

Bupati meminta semua pihak, khusunya yang bersinggungan langsung dengan pendidikan agar terus bekerja keras agar pendidikan di Lumajang semakin lama semakin baik.

“Untuk menunjukkan di Lumajang pendidikan diurus sungguh-sungguh,” kata Bupati kemudian.

Ia juga berpesan kepada siswa-siswi agar selalu menjadi anak yang taat kepada orang tua dan guru. Harus dilakukan terhadap dua-duanya. Saat di sekolah, taat kepada guru.

Pewarta : M. Imron