Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
Anda Membaca: Birokrasi Persyaratan Pj Kades Masih Jadi Perdebatan

Persyaratan Pj Kades Masih Jadi Perdebatan

PDFCetakEmail

Foto IlustrasiFoto IlustrasiWartalumajang.com - Terkait dengan habisnya masa jabatan Kepala Desa (Kades) dan kemungkinan ditundanya pelaksanaan Pilkades di 133 desa memunculkan banyak persoalan, salah satu persoalan yang masih diperdebatkan hingga saat ini ialah persayaratan menduduki posisi Penjabat Sementara Kades.

Berdasarkan Surat Edaran Mendagri Yang terbit pada bulan Juli lalu yang ditujukan kepada Bupati/Walikota di seluruh Indonesia tertulis sejumlah aturan dan persayaratan untuk pelaksanaan Pilkades dan penunjukkan penjabat sementara Kades.

Dalam surat edaran tersebut pada poin tiga jelas menyebutkan kepala desa yang sudah habis masa jabatannya tidak dapat ditunjuk menjadi Penjabat Sementara Kades.

Namun, beberapa waktu yang lalu telah terbit surat edaran Mendagri baru yang menjelaskan tentang persyaratan seseorang yang dapat ditunjuk sebagai Penjabat sementara Kades.

Sekda Lumajang, Drs. Abdul Fatah Ismail kepada sejumlah wartawan mengatakan telah terbit surat edaran Mendagri yang baru tertanggal 8 Oktober lalu. "Ada satu poin menyebutkan, Kades yang masih satu periode menjabat jika sudah habis masa jabatannya tidak dapat ditunjuk sebagai Pj sementara Kades apabila dirinya mau mencalonkan lagi," katanya.

Sedangkan untuk Kades yang sudah dua periode menjabat menurut surat edaran yang baru tersebut dapat ditunjuk sebagai Pj sementara Kades. "Untuk Kades yang sudah dua periode aturannya kan tidak boleh mencalonkan lagi," imbuh Sekda.

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, H. Agus Yuda Wicaksono S.Sos ketika dikonfirmasi wartawan beberapa waktu lalu menyampaikan, pihaknya belum menerima tembusan surat edaran dari Mendagri yang baru.

"Untuk surat edaran mendagri yang baru kami belum terima, meskipun di tembusan surat tersebut tertulis nama Ketua DPRD dan tertanggal 8 Oktober, tapi saya belum menerima," kata Agus Yuda.

Menurut Agus Yuda, dalam surat edaran Mendagri yang baru pada poin tiga masih memungkinkan terjadinya multi tafsir, untuk Kades yang sudah menjabat dua periode tidak ada masalah, namun untuk Kades yang masih satu periode nanti akan menimbulkan masalah. "Kita kan tidak tahu apakah dia akan mencalonkan diri lagi atau tidak," imbuhnya.

Sebelum permasalahan ini nanti muncul di desa, mestinya pihak Pemkab harus tegas dalam menentukan persyaratan jangan diberi pilihan yang akan memicu konflik. "Kalau tidak boleh ya tidak boleh semua, kalau diperbolehkan ya diperbolehkan semua, agar situasinya tetap kondusif," pungkas Agus Yuda.

 

 

 

Index Birokrasi

Direktur PD Semeru "Tolak" Rekom Pemb...
Selasa, 04 Agustus 2015 07:12
Direktur PD Semeru
Wartalumajang.com – DPRD Lumajang sempat nelontarkan gagasan, bahkan sebagian ...
Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor Di...
Kamis, 30 Juli 2015 17:50
Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor Di Lumajang Capai Rp 20 Milyar
Wartalumajang.com - Tunggakan pajak kendaraan bermotor (Ranmor) di wilayah Kabup...
Fraksi PDIP Terus Soroti Kinerja Apar...
Kamis, 30 Juli 2015 00:00
Fraksi PDIP Terus Soroti Kinerja Aparatur Pemkab Lumajang
Wartalumajang.com – Fraksi PDIP tidak pernah bosan dan lelah menyoroti kinerja...
Empat Kandidat Sekda Ikuti Assesment ...
Senin, 27 Juli 2015 17:41
Empat Kandidat Sekda Ikuti Assesment Di Badiklat Jatim
Wartalumajang.com – Para Kandidat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang...
Kunjungan Wisata Lebaran Menurun, Dis...
Sabtu, 25 Juli 2015 19:42
Kunjungan Wisata Lebaran Menurun, Disbudpar Tetap Yakin Target PAD Terpenuhi
Wartalumajang.com – Kunjungan wistawan kesejumlah obyek wisata di Lumajang pda...
Web Designer