Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
Mampukah As’at Malik Membawa Lumajang Lebih Maju ? (Bagian 1)
Selasa, 04 Agustus 2015 08:37 WIB
Wartalumajang.com – Pertanyaan diatas seolah meragukan kemampuan Bupati Lumajang As’at Malik untuk membawa Lumajang kearah yang lebih maju. Namun secara positiv pertanyaan diatas harus dimaknai sebagai hak rakyat untuk berharap agar Lumajang menjadi lebih baik. Maka kemudian pertanyaan ini menja...
Direktur PD Semeru "Tolak" Rekom Pembekuan Lembaga Itu
Selasa, 04 Agustus 2015, 07:12 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – DPRD Lumajang sempat nelontarkan gagasan, bahkan sebagian anggota diantaranya meminta agar Perusah [ ... ]

Asyik Pesta Sabu di Hotel, Sopir Cabutan Ditangkap
Senin, 03 Agustus 2015, 17:59 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Nasib apes dialami oleh Sulaiman (31), warga Dusun Teko Desa Karang Bendo Kecamatan Tekung. Pria  [ ... ]

PAN Lumajang Akhirnya Tetapkan Lutfi Irbawanto Sebagai Calon Wabup
Sabtu, 01 Agustus 2015, 13:06 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Setelah menunggu lama dan sempat menghadirkan dua nama, DPC PAN Lumajang akhirnya menetapkan Notar [ ... ]

Meski Difatwa Haram oleh MUI, RSI Masih Jalankan BPJS
Jumat, 31 Juli 2015, 18:18 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kes [ ... ]

Selasa, 04 Agustus 2015 08:37
Mampukah As’at Malik Membawa Lumajang Lebih Maju ? (Bagian 1)
Wartalumajang.com – Pertanyaan diatas seolah meragukan kemampuan Bupati Lumajang As’at Malik untuk membawa Lumajang kearah yang lebih maju. Namun secara positiv pertanyaan diatas harus dimaknai sebagai hak rakyat untuk berhara...

Aspirasi

Minggu, 10 Mei 2015 07:41
Menanti Pembangunan Lumajang Yang Inovativ (Bagian 1)
Dalam setiap pergantian kepemimpinan disetiap daerah, selalu saja lahir jargon yang mengarah kepada usaha perbaikan kesejahteraan masyarakat. Jargon-j...

Birokrasi

Direktur PD Semeru "Tolak" Rekom Pembekuan Lembaga Itu

Selasa, 04 Agustus 2015
Direktur PD Semeru <p><strong>Wartalumajang.com</strong> - Tunggakan pajak kendaraan bermotor (Ranmor) di wilayah Kabupaten Lumajang tahun ini jumlahnya sangat besar. Hanya dalam kurun 6 bulan hingga periode Bulan Juni Tahun 2015 ini saja, tunggakan pajak Ranmor milik warga Kota Pisang ini tercatat mencapai Rp 20 Milyar.</p> <p>Kasi Penagihan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Lumajang Muji Rahman kepada sejumlah media mengatakan kesadaran masyarakat Lumajang khususnya pemilik kendaraan bermotor di wilayah Kabupaten Lumajang masih minim. “Sosialisasi dan penyuluhan langsung turun ke tengah masyarakat, sudah sering dilakukan dengan harapan agar masyarakat pemilik kendaraan bayar pajak tepat waktu. Sejauh ini, masih belum ada perubahan,” katanya.</p> <p>Karena sosialisasi dan penyuluhan belum menunjukkan adanya perubahan, pihaknya melakukan terobosan baru dengan jemput bola petugas melakukan penagihan ke rumah pemilik kendaraan sesuai yang terdaftar di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) lampiran pajak kendaraan.</p> <p>Langkah jemput bola dalam bentuk sosialisasi sudah berlangsung selama berbulan-bulan, namun juga tidak membuahkan hasil. ”Meski begitu, kami bersama petugas yang lain akan terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan terkait betapa pentingnya menjadi masyarakat yang taat untuk membayar pajak khususnya pajak kendaraan,” ungkapnya lagi</p> <p>Apabila melihat kondisi seperti ini, lanjut Muji Rahman pihaknya pesimis bisa memenuhi apa yang menjadi target dari Dispenda sendiri. “Tagihan pajak kendaraan terbesar adalah Wilayah Kecamatan Lumajang kota sebesar 3 Milyard, sedang sisanya merata di 20 kecamatan yang lain. Kami masih akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar tagihan pajak kendaraan ini bisa berkurang,” pungkasnya. (ww)</p>

"> Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor Di Lumaja...
  • "> Fraksi PDIP Terus Soroti Kinerja Aparatur Pe...
  • "> Empat Kandidat Sekda Ikuti Assesment Di Badi...
  • "> Kunjungan Wisata Lebaran Menurun, Disbudpar ...
  • Hukum

    Solikin : Satpol PP Jangan Diamkan Pencurian Pasir

    Kamis, 30 Juli 2015
    Solikin : Satpol PP Jangan Diamkan Pencurian Pasir <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:336px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Ketua DPRD Lumajang H. Agus Wicaksono S.Sos</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Ketua DPRD Lumajang H. Agus Wicaksono S.Sos lagi-lagi meminta Pemerintah Kabupaten Lumajang bertindak tegas terhadap penambangan pasir yang berlangsung tanpa ijin atau illegal. Penambangan pasir dibibir pantai yang berlangsung hingga sekarang harus mendapatkan perhatian dari pemerintah. Bahkan Agus menyebut pencurian terbesar di Lumajang adalah pencurian pasir.</p> <p>“Kalau mau jujur sebenarnya pencurian terbesar di Kabupaten Lumajang adalah pencurian pasir. Kita lihat saja penambangan pasir sampai kebibir pantai dengan kerusakan lingkungan yang makin parah seperti itu. Mana ada ijin penambangan sampai ke pantai seperti itu,” kata Agus Wicaksono.</p> <p>Namun sayangnya sampai sekarang Pemkab bahkan kepolisian sepertinya belum mengambil tindakan tegas terhadap masalah ini. Agus berharap, saatnya Pemkab dan kepolisian segera melakukan penertiban dan sangsi yang tegas. “Kalau penambangan yang berlangsung dibibir pantai itu kan sampai sekarang masih ada. Belum lagi ditempat lainnya yang asal tambang saja, itu harusnya segera ditindak,” jelas Agus kemudian.</p> <p>Agus kemudian mencontohkan bukti penambangan yang ada adalah besarnya pasir yang keluar dari Lumajang setiap hari. Ini sebenarnya merupakan bukti yang adanya penambangan yang masih berlangsung secara luar biasa di Lumajang. Pertanyaannya, apakah mereka mengangkut dari lokasi penambangan yang legal.</p> <p>“Pasir kita setiap hari diangkut keluar kota dalam jumlah sangat besar dan terus bertambah. Tapi PAD kita terus turun, masak yang begini akan kita biarkan. Sudah seharusnya penertiban itu segera dilakukan agar tidak semakin banyak pasir yang keluar dari Lumajang namun tidak memberikan PAD bagi Kabupaten Lumajang,” jelas Agus kemudian.</p> <p>Bahkan sebelumnya Agus menyebut ada pihak-pihak yang bermain dalam masalah ini, sehingga terjadi pembiaran terhadap maraknya penambangan pasir di Lumajang walau tanpa adanya ijin dari pemerintah. “Sulit dibuktikan, tapi pasti ada yang bermain dalam masalah ini,” demikian kata Agus Wicaksono sebelumnya kepada sejumlah awak media di Lumajang. (fat)</p>

    "> Pencurian Terbesar Di Lumajang Adalah Pencur...
  • "> Beredar Kabar Pemkab Sudah Bayar Ganti Rugi ...
  • "> LBH Arya Wiraraja Dan FH Unilu Gelar Penyulu...
  • "> Jelang Puasa, Polres Akan Gelar Operasi Peta...
  • Politik

    PAN Lumajang Akhirnya Tetapkan Lutfi Irbawanto Sebagai Calon Wabup

    Sabtu, 01 Agustus 2015
    PAN Lumajang Akhirnya Tetapkan Lutfi Irbawanto Sebagai Calon Wabup <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:336px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Usman Arif, Plt Ketua DPD PAN Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Terkait pernyataan Bupati yang akan mengirim satu nama saja sebagai calon wakil Bupati Lumajang ke DPRD sangat disayangkan oleh Plt. Ketua DPD PAN Lumajang Usman Arif. Menurut Usman, harusnya bupati mengetahui bahwa sesuai dengan amanat PP No. 49 Tahun 2008 untuk proses pemilihan Wakil Bupati merupakan ranah partai pengusung, bukan wilayah dan wewenang Bupati Lumajang. Hal ini disampaikan Usman Arif menanggapi pernyataan Bupati yang bertekad mengirim satu nama saja, yakni calon dari Golkar dan Demokrat.</p> <p>“Tidak bisa begitu mas. Andaikan pak gubernur meminta proses percepatan sekalipun, yang harus dilakukan bupati adalah menfasilitasi pertemuan partai pengusung untuk membuat kesepakatan. Yang menentukan calonnya tetap partai pengusung. Kebetulan di Lumajang partai pengusung pasangan SAAT ada tiga partai, maka kamilah yang menentukan, bukan bupati. Dan ini merupakan amanat PP No. 49 tahun 2008,” kata Usman Arif.</p> <p>Usman juga menyatakan setuju dengan pernyataan Ketua DPRD Lumajang bahwa sesuai dengan PP No. 49 Tahun 2008 tetap harus ada dua calon. Kalau hanya ada satu calon tentu saja prosesnya tidak sesuai dengan amanat PP tersebut. “Harus dua orang calonnya mas, gak bisa kalau Cuma satu orang kemudian dikirim ke DPRD. Lagi pula seharusnya kedua nama ini yang membuat kesepakatan adalah partai politik, nggak bisa yang menentukan kemudian bupati, dalam hal ini As’at Malik,” tegas Usman.</p> <p>Selama ini fasilitasi yang dilakukan oleh Bupati terhadap partai-partai memang belum sampai kepada tahap penentuan dua nama. Karena pertemuan itu seharusnya masih dilakukan agar semua persoalan ini selesai sesuai dengan peraturan yang berlaku.</p> <p>PAN juga berjanji akan segera mengirim satu nama saja dalam waktu singkat ini. Tapi kalau kemudian hanya dikirim satu orang hanya karena persoalan waktu, maka hal itu tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Kita semua harus menggunakan landasan PP No. 49 tahun 2008. Tidak bisa semaunya sendiri, harus sesuai dengan PP yang akan digunakan dalam proses ini,” kata Usman Arif kemudian. (fat)</p>

    "> PAN Melawan : Pemilihan Wabup Adalah Ranahny...
  • "> Bupati Ancam Tinggalkan PAN, Ketua DPRD Teta...
  • "> Soal Proses Pemilihan Wabup, Dewan Minta Bup...
  • "> Tak Ajukan Calon Wabup, Partai Golkar Tunggu...
  • Aneka Rupa

    Meski Difatwa Haram oleh MUI, RSI Masih Jalankan BPJS

    Jumat, 31 Juli 2015
    Meski Difatwa Haram oleh MUI, RSI Masih Jalankan BPJS <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:620px;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Foto Ilustrasi</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Pihak BPJS Kesehatan Lumajang masih bingung dan kaget atas fatwa diharamkannya BPJS Kesehatan oleh MUI. Kepala BPJS Lumajang, Gatot, menyatakan telah mendengar kabar MUI yang memfatwakan haram BPJS Kesehatan melalui media.</p> <p>“Kita tahu kalau ada kabar fatwa haram itu dari media. Biasanya kita dapat tembusan dari pemerintah kalau ada fatwa MUI. Sekarang belum ada. Makanya kita belum ada petunjuk dan perintah dari kantor pusat BPJS terkait fatwa itu”, pungkasnya.</p> <p>Diungkapkan, setiap ada fatwa sifatnya rekomendasi dan setiap rekomendasi, menurutnya, bisa dijalankan bisa juga tidak alias tergantung sikap dari pusat. Oleh karena, sebelum semuanya jelas kebijakan dari pusat, pihaknya, kata Gatot, tidak akan melakukan tindakan apa-apa. Sepenuhnya ada di BPJS Pusat.</p> <p>Hal yang sama dirasakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Lumajang. Instansi pemerintah yang menangani masalah ini juga merasa bingung. dr. Bayu Wibowo, Sekretaris Dinkes Lumajang mengatakan belum ada perintah dan petunjuk apapun atas fatwa haram BPJS kesehatan.</p> <p>“Kita kan hanya pelaksana. Ada institusi yang menyikapi masalah ini. Kita tunggu keputusannya seperti apa nanti,” kata dr. Bayu Wibowo.</p> <p>Meskipun fatwa haram ini harus diterima dan dijalankan, kata Bayu, masih memerlukan proses dan solusi teknis dilapangan. <strong>(SYAM)</strong></p>

    "> Dinkes Dan Pihak BPJS Masih Bingung Soal Fat...
  • "> MUI Lumajang Belum Dapat Instruksi Fatwa Har...
  • "> Pakir Penuh, Sisi Timur Jalan PB. Sudirman D...
  • "> Jelang Idul Fitri, BAZ Lumajang Bantu 9.200 ...
  • Peristiwa

    Asyik Pesta Sabu di Hotel, Sopir Cabutan Ditangkap

    Senin, 03 Agustus 2015
    Asyik Pesta Sabu di Hotel, Sopir Cabutan Ditangkap <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Apel Akbar FKPPI di Batalyon 527 Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Dalam rangka membantu menjaga stabilitas keamanan diwilayah Lumajang serta mewujudkan dan mempererat tali silaturahmi antara GM FKPPI dan Ormas FKPPI menjadi satu dalam wadah FKPPI, Jumat (31/7) pagi, ribuan anggota FKPPI Lumajang menggelar apel akbar yang diadakan di lapangan Batalyon 527 Lumajang.</p> <p>Bertindak sebagai pimpinan apel Komandan Kodim 0821 Lumajang, Letkol Inf Imam Purnomo Hadi S.I.P yang juga merupakan pembina FKPPI di Lumajang. Dalam sambutannya Dandim berpesan agar organisasi FKPPI 1321 di Lumajang selalu eksis serta memberikan informasi dan masukkan kepada pemerintah demi lancarnya program pembangunan baik yang sudah direncanakan maupun yang belum.</p> <p>“Kegiatan ini juga untuk menunjukkan ke masyarakat jika organisasi FKPPI dan GM FKPPI di Lumajang itu ada dan selalu eksis, sehingga organisasi besar yang sudah dibangun oleh pendahulu kita baik yang tergabung dalam TNI dan Polri bisa memberikan solusi, informasi dan masukan terhadap seluruh program pembangunan baik yang dicanangkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah pada khususnya,” katanya.</p> <p>Intinya, keberadaanorganisasi FKPPI bukan hanya sekedar organisasi semata, harus bisa memberikan kontribusi kepada pemerintah, jika ada yang perlu diinformasikan dan dikonsultasikan dalam rangka percepatan dan peningkatan pembangunan di Lumajang maka pihaknya membuka peluang. “Tentunya harus melalui mekanisme dan prosedur yang ada di organisasi,” imbuhnya.</p> <p>Dalam kesempatan tersebut Dandim 0821 Lumajang juga berpesan agar FKPPI dapat selalu menjaga kekompakan dan kebersamaan dengan seluruh komponen bangsa dengan menjaga stabilitas keamanan dan pertahanan negara. “Saat ini kita sedang menghadapi musuh yang tidak terlihat atau lebih dikenal dengan istilah Proxy War, tidak seperti perang konvensional yang dihadapi para pahlawan pendahul kita,” ujarnya.</p> <p>Dandim juga mengingatkan agar masyarakat khususnya anggota FKPPI Lumajang tidak terpancing dengan kejadian di Tolikara Papua, itu merupakan tindakan kriminal murni, bukan upaya untuk menjatuhkan kelompok lain. “Serahkan masalah tersebut ke pihak polisi, jangan sampai kita terprovokasi,” tegasnya.</p> <p>Pantauan media ini, nampak ribuan anggota FKPPI Lumajang datang secara bergantian memenuhi lapangan Pratu Natra Batalyon 527 Lumajang, tercatat sebanyak 1.005 anggota FKPPI datang dari 21 rayon yang ada. (ww)</p>

    "> Ribuan Anggota FKPPI 1321 Lumajang Gelar Ape...
  • "> Akibat Kemarau, Danau di Lereng Lemongan Men...
  • "> Kasat Reskrim Gerah, Banyak Telpon Gelap Men...
  • "> Gara-gara Klakson, Sopir Truk Dikeroyok Seju...
  • Wisata Budaya

    Meriah…! Konser Amal Untuk Situs Biting

    Senin, 18 Mei 2015
    Meriah…! Konser Amal Untuk Situs Biting <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:526px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Inilah Kawasan Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Pemkab Lumajang sudah berkali-kali menyatakan bahwa kawasan wisata air terjun Tumpak Sewu merupakan kawasan wisata yang masih berbahaya untuk dikunjungi. Bukan karena medannya yang cukup berat untuk dilalui, namun berbagai sarana pendukung sampai sekarang masih belum ada. Bahkan Pemkab menyebut air terjun Tumpak Sewu ini nantinya akan dijadikan wisata minat khusus.</p> <p>Jumat (1/5) kemarin seorang mahasiswa meninggal dunia setelah terjatuh dari tebing yang cukup curam dan dalam ini. Mahasiswa yang diketahui berasal dari Pasuruan ini harus kehilangan nyawa saat hendak mengabadikan foto dirinya melalui foro Selfi yang berakibat yang bersangkutan terpeleset dan jatuh masuk kejurang.</p> <p>Ketua Bappekab Lumajang Ir. Indah Amperawati sebelumnya sudah mengingatkan masyarakat untuk untuk tidak datang ketempat ini karena cukup berbahaya. Rombongan wartawan yang pernah datang ketempat ini juga menyebut kawasan ini sebagai kawasan wisata yang cukup berbahaya dan menegangkan.</p> <p>“Kita bisa saja mengembangkan kawasan ini, namun tentunya akan menjadi wisata minat khusus. Jadi tidak semua orang bisa datang ketempat ini,” kata Indah Amperawati.</p> <p>Sayangnya himbauan ini nyaris tak digubris dan sejumlah orang terus berduyun-duyun mendatangi tempat ini, setelah keindahan tempat ini banyak di Upload kemedia social Facebook dan Twiter. Bahkan ketika rombongan wartawan datang ketempat ini juga mendapati rombongan wisatatawan yang berasal dari Jakarta. “Memang tempat ini sangat dikenal luas belakangan ini setelah kawasan lain, yakni Puncak B29 lebih dulu popular,” kata salah seorang wisatawan yang pernah datang ketempat ini.</p> <p>Kini satu orang meninggal dunia sebagai akibat dari keingintahuan mereka untuk menjelajah tempat berbahaya ini. “Tempat ini baru akan kita kembangkan mungkin pada tahun 2016 mendatang setelah melalui kajian yang mendalam,” kata Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Lumajang, Drs. Gawat Sudarmanto beberapa waktu lalu.</p>

    "> Kekhawatiran Bahaya Air Terjun Tumpak Sewu A...
  • "> Wisata Alam Cuban Sewu Baru Bisa Dikembangka...
  • "> Ditengah Hujan Deras, Festival Tari Jaran Sl...
  • "> Tim Balai Arkeologi Yogyakarta Teliti Situs ...
  • Suasana demo didepan kantor Kejaksaan Negeri LumajangSuasana demo didepan kantor Kejaksaan Negeri LumajangWartalumajang.com - Puluhan Aktivis Solidaritas Masyarakat Tranpransi Lumajang, hari ini, Jumat (17/5), menggelar aksi demo dikantor Kejaksaan Negeri Lumajang. Mereka meminta agar Kejaksaan Negeri Lumajang segera menuntaskan pengusutan dana APBN untuk Proyek Listrik Tegangan Rendah (PLTR) senilai Rp. 2,7 Milyar.

    Puluhan aktivis LSM ini datang ke kantor Kejaksaan Negeri Lumajang dengan membawa sejumlah poster yang isinya mendesak Kejaksaan Negeri Lumajang segera melanjutkan penyidikan kasus ini. Namun karena kantor Kejaksaan Negeri Lumajang sedang dalam proses renovasi, para aktivis ini tidak bertemu dengan siapapun, sampai kemudian mereka membubarkan diri.

    Menurut informasi yang berhasil kami himpun dana untuk ini senilai Rp. 2,7 M berasal dari dana APBN. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan pelaksanaan dari proyek ini. "Listrik adalah kebutuhan masyarakat, dan kami harapkan masalah ini segera dituntaskan," kata salah seorang demonstran hari ini.

    Sementara Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lumajang ketika dihubungi via ponselnya mengaku tidak tahu soal demo tersebut, karena dirinya sedang berada diluar. Soal kasus listrik itu sendiri, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lumajang mengatakan bahwa untuk kasus tersebut sekarang masih dalam tahap pengumpulan data.

    "Belum sampai ke penyidikan mas, sekarang ini kita masih sedang mengumpulkan data. Jika memang datanya sudah lengkap baru kita tingkatkan ketahap berikutnya. Jadi sekarang ini kami masih berusaha mencari data-data soal itu," katanya via ponsel hari ini.

    PLTR ini di Lumajang ada di tiga desa, yakni Desa Kalibendo Kecamatan Pasirian, Desa Bedayu Talang Kecamatan Senduro dan Desa Sawaran Lor Kecamatan Kedungjajang. Namun seluruh informasi tentang proyek ini masih belum dikonformasikan ke Pemkab Lumajang, apakah benar Lumajang mendapatkan proyek tersebut.

    Sementara itu, seorang tokoh LSM asal Surabaya yang sempat melalukan kontak dengan media ini mengatakan, bahwa pihaknya akan menggelar aksi serupa di Kejaksaan Tinggi jika kasus ini didiamkan terlalu lama. "Kita akan berusaha mencari datanya, dan kalau sampai dibiarkan kami akan menggelar aksi ini ke Kejaksaan Tinggi di Surabaya," jelasnya.

    Web Designer