Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
DPRD Masih Temukan Banyak Kejanggalan Pada Program Dan Anggaran Tahun 2014
Selasa, 30 Juni 2015 18:14 WIB
Wartalumajang.com - Komisi-komisi di DPRD Lumajang, masih banyak menemukan kejanggalan dan temuan menyangkut program dan kegiatan selama anggaran 2014 di masing-masing SKPD. Hal ini menurut dewan, perlu mendapat perhatian dan tindak lanjut dari Bupati Lumajang dan SKPD. Hal ini disampaikan DPRD Lum...
PPDB Tahun Ini Bersifat Tertutup
Selasa, 30 Juni 2015, 17:51 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini penerimaan peserta didik baru (PPDB) berbeda. Perbed [ ... ]

Mau Daftar Sekolah Malah Kehilangan Motor
Senin, 29 Juni 2015, 16:07 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Menjelang hari raya Idul Fitri, aksi kejahatan di Lumajang semakin nekat dan berani. Buktinya, Se [ ... ]

Diduga Konsleting Listrik, 13 Ribu Ayam dan Kandangnya Hangus Terbakar
Senin, 29 Juni 2015, 15:56 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Nasib Sial dialami Adi Lasmono (40) warga Dusun Grenjeng Desa Purworejo Kecamatan Senduro, kandan [ ... ]

Antisipasi Begal, Polres Kerahkan Tim Walet Disejumlah Titik Rawan
Minggu, 28 Juni 2015, 20:40 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Untuk mengantisipasi maraknya begal dan cipta kondisi menjelang hari raya Idul Fitri Polres Lumaja [ ... ]

Senin, 23 Pebruari 2015 16:38
Serial Bupati Baru (1) : Pak Bupati, Apa Kabar Pasir Besi Lumajang
Sejatinya tak ada satupun pekerjaan yang tak boleh tuntas. Karena jika tidak tuntas, bisa saja disebut bekerja setengah hati. Di Lumajang cukup banyak pekerjaan yang seharusnya dituntaskan yang hingga saat ini masih meninggalkan t...

Aspirasi

Minggu, 10 Mei 2015 07:41
Menanti Pembangunan Lumajang Yang Inovativ (Bagian 1)
Dalam setiap pergantian kepemimpinan disetiap daerah, selalu saja lahir jargon yang mengarah kepada usaha perbaikan kesejahteraan masyarakat. Jargon-j...

Birokrasi

DPRD Masih Temukan Banyak Kejanggalan Pada Program Dan Anggaran Tahun 2014

Selasa, 30 Juni 2015
DPRD Masih Temukan Banyak Kejanggalan Pada Program Dan Anggaran Tahun 2014 <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:188px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Dra. Jumalah, M.Pd, Kepala SMAN 1 Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini penerimaan peserta didik baru (PPDB) berbeda. Perbedaan itu salah satunya adalah sistemnya yang tertutup. Begitu pula menyangkut formulir pendaftaran yang tidak diperkenankan dibawa pulang dan sistem penilaian tes online. Untuk Nilai Ujian Nasional (NUN) itu 50 %, hasil tes 40 %, dan prestasi 10 %.</p> <p>Dra. Jumalah, M.Pd, Kepala SMAN 1 Lumajang, menyatakan, untuk nilai NUN dan prestasi bisa langsung diketahui saat mendaftarkan diri, sementara untuk hasil tes menunggu setelah tes itu dilakukan secara serentak. “Untuk nilai prestasi disesuaikan dengan tingkatan. Tentu saja prestasi ditingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, dan nasional itu skornya berbeda. Untuk juara 1, 2, dan 3, itu nilainya nggak sama. Artinya, nilai prestasi itu berdasarkan tingkatan yang diraih”, ujarnya.</p> <p>Terkait dengan soal ujian sepenuhnya ada di Dinas Pendidikan Kabupaten dengan tim yang sudah dibentuk. Yang mengoreksi, pun dari Dinas Pendidikan Kabupaten dengan sistem online. Dijelaskan, seperti ujian nasional (UN), ujian masuk ke sekolah ini soalnya diambil di Polsek. “Jadi, kerahasiaannya itu tetap terjaga”, imbuhnya.</p> <p>Menyangkut pagu, jumlah pagu masing–masing sekolah itu ditetapkan oleh Dispendik, sementara sekolah hanya bisa mengusulkan. Di SMAN 1 Lumajang sendiri, pagunya sebanyak 256 siswa yang akan dibagi dalam 8 kelas atau Rombel. Jadi, masing–masing rombel (rombongan belajar) nantinya berisi 32 orang. Pendaftaran dimulai sejak kemarin (29/6) sampai besok (1/6) mulai pukul 08.00 - 11.00 WIB.</p> <p>Dia menjelaskan, pihaknya membuka empat loket pendaftaran untuk memudahkan para pendaftar agar tidak berdesak–desakan. Di hari pertama dan kedua, sudah ada ratusan peserta didik yang menyerahkan formulir pendaftaran. Ditanya bagaimana dengan siswa dari luar Kabupaten Lumajang, Jumala menjelaskan, siswa dari luar Kabupaten Lumajang harus membawa surat rekomendasi dari dinas pendidikan asal dan Dinas Kabupaten Lumajang.</p> <p>“Selain itu juga syarat – syarat lain, misalnya surat kelulusan sementara dan SKHU (Surat Keterangan Hasil Ujian) yang diterbitkan sekolah”, tuturnya. Dia menambahkan, siswa boleh memilih 2 sekolah. Tentu saja peserta yang mendaftarkan diri di SMAN 1 Lumajang merupakan pilihan pertama. Jika tidak lulus seleksi di pilihan pertama bisa jadi yang bersangkutan diterima di pilihan kedua. (syam)</p>

"> PPDB Tahun Ini Bersifat Tertutup...
  • "> Sosialisasi Panas Bumi Hanya Sampaikan Sisi ...
  • "> Demi Kemanunggalan TNI dan Rakyat, Kodim 082...
  • "> Bupati Hentikan Eksplorasi Panas Bumi di Gun...
  • Hukum

    Beredar Kabar Pemkab Sudah Bayar Ganti Rugi SMPN 1 Sukodono, Kabag Hukum Menyangkal

    Senin, 22 Juni 2015
    Beredar Kabar Pemkab Sudah Bayar Ganti Rugi SMPN 1 Sukodono, Kabag Hukum Menyangkal <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:720px;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Penyuluhan Hukum Di Desa Wonokerto Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Arya Wiraraja bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Lumajang (Unilu) hari ini, Minggu (14/6) mengadakan penyuluhan hukum didesa Wonokerto kecamatan Tekung Lumajang. Seluruh pengurus LBH Arya Wiraraja tampak hadir dalam acara ini, disamping Kades Wonokerto dan sejumlah perangkat desa setempat. Acara ini dihadiri sekitar 100 orang yang terdiri dari kader PKK dan Kader kesehatan di Desa Wonokerto dan sejumlah tokoh wanita didesa ini.</p> <p><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:284px;float:right;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Direktur LBH Arya Wiraraja Lumajang Dr. H. Heru Suyanto, SH, MH</span></span>Direktur LBH Arya Wiraraja, DR. H. Heru Suyanto SH, MH kepada media ini mengatakan, acara penyuluhan hukum ini terus akan dilakukan secara marathon diseluruh desa di Kabupaten Lumajang. Bahkan tidak menutup kemungkinan juga akan bekerjasama dengan organisasi kemasyarakatan yang ada di Lumajang.</p> <p>“Kita harapkan seluruh peserta yang ikut dalam penyuluhan hukum ini dapat menularkan pengetahuannya kepada masyarakat lainnya, sehingga kedepan benar-benar tercipta masyarakat yang sadar hukum di Kabupaten Lumajang. Dalam rangka penyuluhan ini, LBH akan bekerjasama dengan semua pihak, agar bisa saling support untuk melakukan pengabdian ini,” kata Heru Suyanto kepada media ini.</p> <p>Dalam penyuluhan hukum yang berlangsung di desa Wonokerto tema yang diambil tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT. “Tema ini kita pilih agar kaum perempuan memahami haknya sebagai seorang wanita. Namun disisi lain tetap menjalankan kewajibannya sebagai bagian dari keluarga. Kita tidak ingin hak perempuan terampas hanya karena mereka tidak mengerti kedudukannya dalam hukum. Negara kita melindungi dengan baik kaum perempuan dan seluruh perempuan Indonesia harus tahu itu,” kata Ratnaningsih SH, MH, Dosen Fakultas Hukum Unilu yang sekarang menempuh Program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Jember. (fat)</p>

    "> LBH Arya Wiraraja Dan FH Unilu Gelar Penyulu...
  • "> Jelang Puasa, Polres Akan Gelar Operasi Peta...
  • "> Niat Senang-Senang Tiga ABG Curi Motor, Bera...
  • "> Beri Contoh ke Masyarakat, Kapolres Periksa ...
  • Politik

    Buntaran Akui Sudah Miliki KTA Partai Demokrat, Dukungan Warga Lumajang Kian Kuat

    Sabtu, 27 Juni 2015
    Buntaran Akui Sudah Miliki KTA Partai Demokrat, Dukungan Warga Lumajang Kian Kuat <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:327px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">M. Sofi, Sekretaris DPC Partai Demokrat Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Partai Demokrat (PD) Lumajang sudah percaya diri dengan Calon Wakil Bupati (Cawabup) berinisial B. Bahkan partai inisangat yakin calonnya bakal melenggang menjadi wakil bupati Lumajang. Hal ini disampaikan oleh Mochammad Sofi, Sekretaris DPC PD Lumajang, di salah satu rumah makan di Lumajang, Rabu (24/6) sore.</p> <p>“Besok kita sudah sampaikan ke Bupati As’at nama Cawabup dari Partai Demokrat. Paling lambat besok sudah kita kirimkan secara kelembagaan Partai Demokrat,” ujarnya usai menggelar pertemuan internal Pengurus PD Lumajang.</p> <p>Dijelaskan, pihaknya sekarang proaktif mengusulkan nama cawabup yang berinisial B agar tidak berlarut-larut adanya kekosongan wakil bupati. “Inisial B itu sudah kita pastikan,” ungkapnya tanpa mau menyebut siapa nama lengkap inisial B ini. Yang pasti kata dia, rumor bahwa calon wakil bupati berinisial B yang berkembang selama ini benar adanya.</p> <p>Ditanya soal apakah pertemuan sore tadi merupakan bentuk konsolidasi PD dengan inisial B, mantan anggota DPRD Lumajang mengelak. Pertemuan kali ini hanya buber (buka bersama) dengan internal PD. “Itu rutinitas dari demokrat,” tuturnya.</p> <p>Disinggung soal siapa sebenarnya yang berwenang menentukan cawabup di PD, dia menyampaikan, kewenangan memutuskan calon wakil bupati ada di kepengurusan PD tingkat atas adalah yakni DPD dan diketahui DPP, sedangkan pimpinan PD di tingkat cabang (kabupaten) mengamankan cawabup yang sudah ditetapkan oleh DPD.</p> <p>“Siapapun yang ditetapkan sebagai cawabup harus ditaati oleh DPC. Ini garis partai. Harus diamankan,” tandasnya tegas. Bagaimana dengan parpol pengusung lainnya apakah sudah ada komunikasi untuk menentukan cawabup ? Disodori pertanyaan ini, pria murah senyum ini, menyampaikan, secepatnya kita komunikasikan.</p> <p>“Agar ini tidak berlarut-larut kita komunikasikan meskipun sebelumnya sudah ada komunikaisi dengan partai lain”, katanya.</p> <p>Sofi menambahkan, PD mengusulkan nama cawabup berinisial B karena beberapa pertimbangan, beberapa di antaranya karena berpengalaman dan bersih. “Sesuai dengan keinginan dan komitmen Partai Demokrat, kita ingin memiliki pemimpin yang bersih. Kami yakin 99 persen cawabup inisial B ini sesuai dengan keinginan demokrat”, imbuhnya.</p> <p>Pantauan media ini, beberapa pengurus PD Lumajang menggelar acara buber di sebuah rumah makan di Kota Lumajang. Terlihat seluruh anggota PD hadir dalam pertemuan ini. Tampak juga yang disebut-sebut berinisial B ikut berbuka bersama. Sayangnya, buber internal PD ini tidak terendus oleh media. <strong>(Syam)</strong></p>

    "> 10 Nama Hasil Penjaringan Gugur, Partai Demk...
  • "> PAN Gelar Rapat Pleno Tak Undang Tiga Cawabu...
  • "> Bupati As'at Malik Tak Mau Tanggapi Cawabup ...
  • "> Samsul Huda : Kalau Mau Usulkan Cawabup Mbok...
  • Aneka Rupa

    Pakir Penuh, Sisi Timur Jalan PB. Sudirman Digunakan Lagi Untuk Parkir

    Sabtu, 27 Juni 2015
    Pakir Penuh, Sisi Timur Jalan PB. Sudirman Digunakan Lagi Untuk Parkir <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:445px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Drs. H. Muflich Faried - Ketua BAZ Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Lumajang, akan menggelontorkan dana segar kepada 9.200 kaum dhuafa, fakir miskin dan janda-janda di seluruh Kabupaten Lumajang mulai 1 – 13 Juli 2015. Ketua BAZ Kabupaten Lumajang, KH. Muflih Farid, menyampaikan, masing-masing akan mendapatkan bantuan dana Rp 100.000. Sebanyak 9.200 kaum dhuafa ini tersebar di 21 kecamatan.</p> <p>“Kita memang sengaja mengambil kaum dhuafa, fakir miskin dan para janda-janda tak mampu di seluruh kecamatan. Masing-masing kecamatan kita ambil 100 orang,” ungkapnya, Jum’at (27/6) siang.</p> <p>Dijelaskan, agar berjalan tertib si penerima yang sudah terdata dikumpulkan di sebuah tempat seperti balai desa atau tempat lainnya yang strategis. Sebelumnya masing-masing penerima sudah diberitahu. “Jadi, gak mungkin terjadi desak-desakan, apalagi dalam pencairan ini nantinya juga dibantu pihak kepolisian setempat, Kodim, dan Pol PP,” kata Muflich Faried.</p> <p>Dijelaskan, data ini berasal dari pihak desa yang sudah diserahkan kepada BAZ. Sehingga pihak BAZ Lumajang mengucurkan dana ini berdasarkan data valid dari pihak desa. “Jadi, kita tidak sembarangan mengucurkan dana BAZ. Datanya harus valid sehingga penyalurannya tidak salah sasaran. Kita memang berharap data yang dimasukkan oleh pihak desa benar-benar data yang diinginkan pihak pengelola BAZ dan tepat sasaran dan tidak over laping”, jelas Muflich Farid kemudian.</p> <p>Petugas dari BAZ yang diterjunkan ada sekitar 20 orang. Ada 6 tim dan 6 kendaraan yang setiap hari bergerak ke 6 desa setiap hari sampai 21 kecamatan merata dalam pembagian uang dari BAZ. Dari data yang ada, penyaluran BAZ untuk kaum dhuafa, fakir miskin dan janda-janda tak mampu, tahun ini lebih besar ketimbang tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya (2014) BAZ menyalurkan kepada 7.200 orang sedangkan tahun ini menjadi 9.200 orang. “Jadi ada tambahan 2 ribuan orang”, ujarnya.</p> <p>Sekedar diketahui, dana yang dikumpulkan BAZ adalah dana umat dari kalangan PNS (Pegawai Negeri Sipil) Kabupaten Lumajang. Masing-masing PNS yang menyalurkan kepada BAZ besarannya sesuai dengan gaji yang mereka terima. “Yang penting 2,5 %,” tuturnya.</p> <p>Dia berharap agar para penerima bisa memanfaatkan uang yang bakal mereka terima dan mendoakan si pemberi didoakan agar rejekinya berlimpah. “Meskipun 100 ribu tidak terlalu besar, tapi minimal bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan bulan puasa atau lebaran,” kata Muflich Faried lagi (SYAM)</p> <p> </p>

    "> Jelang Idul Fitri, BAZ Lumajang Bantu 9.200 ...
  • "> Relokasi PKL Pujasera Ke Embong Kembar Masih...
  • "> Pemkab Dan Dewan Tak Tanggapi Keluhan Pedaga...
  • "> Masuk LSS Dikenakan Parkir, Pengunjung Turun...
  • Peristiwa

    Mau Daftar Sekolah Malah Kehilangan Motor

    Senin, 29 Juni 2015
    Mau Daftar Sekolah Malah Kehilangan Motor <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Kandang ayam di Desa Karanganom yang terbakar</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Nasib Sial dialami Adi Lasmono (40) warga Dusun Grenjeng Desa Purworejo Kecamatan Senduro, kandang ayam miliknya yang ada di Dusun Karangmulyo Kulon Desa Karang Anom Kecamatan Pasrujambe, Senin pagi (29/6), hangus terbakar. 13 ribu ekor ayam yang ada didalamnya habis dilalap jago merah.</p> <p>Kejadian ini terjadi sekitar pukul 04.30 Wib, Sugianto salah seorang pegawai kandang ayam melihat bara api berasal dari bagian atas kandang yang ada di sebelah utara. Melihat kondisi tersebut, Sugianto langsung mencari bantuan ke warga sekitar.</p> <p>Karena saat kejadian angin cukup kencang, api yang menyala dengan cepat menjalar ke kandang lainnya, sehingga selain berupaya memadamkan api, Sugianto yang dibantu warga juga berupaya mengamankan ayam-ayam yang ada didalam kandang yang nyaris terbakar.</p> <p>Merasa kesulitan memadamkan api dan khawatir api akan menjalar ketempat lain, warga langsung menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Polsek setempat. Tak lama kemudian petugas Damkar datang ke lokasi kejadian dan berusaha memadamkan api, begitu juga dengan petugas dari Polsek Pasrujambe.</p> <p>Hal ini disampaikan Pejabat Sementara Kasubbag Humas Polres Lumajang, Ipda Gatot Budi Hartono ketika dikonfirmasi media ini diruang kerjanya, Senin (29/6). Pihaknya saat ini masi melakukan olah TKP dan pendataan dilokasi kejadian. “Data sementara, diperkirakan pemilik mengalami kerugian sekitar Rp 250 juta, karena sebanyak 13 ribu ekor ayam umur 22 hari, 2 kandang, dan bahan makanan ikut terbakar,” katanya.</p> <p>Berdasarkan informasi yang diperoleh dari saksi mata yang ada dilokasi kejadian, munculnya api diduga karena konsleting listrik dari kandang yang ada disebelah utara. Namun polisi tidak percaya begitu saja sebelum dilakukan penyelidikan. “Kami belum bisa memastikan penyebab kejadiannya, saat ini masih dilakukan olah TKP,” pungkasnya. (ww)</p>

    "> Diduga Konsleting Listrik, 13 Ribu Ayam dan ...
  • "> Antisipasi Begal, Polres Kerahkan Tim Walet ...
  • "> Mobil Survey Geothermal Di Gunung Lemongan M...
  • "> Laskar Hijau Tetap Menolak Explorasi Geother...
  • Wisata Budaya

    Meriah…! Konser Amal Untuk Situs Biting

    Senin, 18 Mei 2015
    Meriah…! Konser Amal Untuk Situs Biting <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:526px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Inilah Kawasan Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Pemkab Lumajang sudah berkali-kali menyatakan bahwa kawasan wisata air terjun Tumpak Sewu merupakan kawasan wisata yang masih berbahaya untuk dikunjungi. Bukan karena medannya yang cukup berat untuk dilalui, namun berbagai sarana pendukung sampai sekarang masih belum ada. Bahkan Pemkab menyebut air terjun Tumpak Sewu ini nantinya akan dijadikan wisata minat khusus.</p> <p>Jumat (1/5) kemarin seorang mahasiswa meninggal dunia setelah terjatuh dari tebing yang cukup curam dan dalam ini. Mahasiswa yang diketahui berasal dari Pasuruan ini harus kehilangan nyawa saat hendak mengabadikan foto dirinya melalui foro Selfi yang berakibat yang bersangkutan terpeleset dan jatuh masuk kejurang.</p> <p>Ketua Bappekab Lumajang Ir. Indah Amperawati sebelumnya sudah mengingatkan masyarakat untuk untuk tidak datang ketempat ini karena cukup berbahaya. Rombongan wartawan yang pernah datang ketempat ini juga menyebut kawasan ini sebagai kawasan wisata yang cukup berbahaya dan menegangkan.</p> <p>“Kita bisa saja mengembangkan kawasan ini, namun tentunya akan menjadi wisata minat khusus. Jadi tidak semua orang bisa datang ketempat ini,” kata Indah Amperawati.</p> <p>Sayangnya himbauan ini nyaris tak digubris dan sejumlah orang terus berduyun-duyun mendatangi tempat ini, setelah keindahan tempat ini banyak di Upload kemedia social Facebook dan Twiter. Bahkan ketika rombongan wartawan datang ketempat ini juga mendapati rombongan wisatatawan yang berasal dari Jakarta. “Memang tempat ini sangat dikenal luas belakangan ini setelah kawasan lain, yakni Puncak B29 lebih dulu popular,” kata salah seorang wisatawan yang pernah datang ketempat ini.</p> <p>Kini satu orang meninggal dunia sebagai akibat dari keingintahuan mereka untuk menjelajah tempat berbahaya ini. “Tempat ini baru akan kita kembangkan mungkin pada tahun 2016 mendatang setelah melalui kajian yang mendalam,” kata Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Lumajang, Drs. Gawat Sudarmanto beberapa waktu lalu.</p>

    "> Kekhawatiran Bahaya Air Terjun Tumpak Sewu A...
  • "> Wisata Alam Cuban Sewu Baru Bisa Dikembangka...
  • "> Ditengah Hujan Deras, Festival Tari Jaran Sl...
  • "> Tim Balai Arkeologi Yogyakarta Teliti Situs ...
  • Suasana demo didepan kantor Kejaksaan Negeri LumajangSuasana demo didepan kantor Kejaksaan Negeri LumajangWartalumajang.com - Puluhan Aktivis Solidaritas Masyarakat Tranpransi Lumajang, hari ini, Jumat (17/5), menggelar aksi demo dikantor Kejaksaan Negeri Lumajang. Mereka meminta agar Kejaksaan Negeri Lumajang segera menuntaskan pengusutan dana APBN untuk Proyek Listrik Tegangan Rendah (PLTR) senilai Rp. 2,7 Milyar.

    Puluhan aktivis LSM ini datang ke kantor Kejaksaan Negeri Lumajang dengan membawa sejumlah poster yang isinya mendesak Kejaksaan Negeri Lumajang segera melanjutkan penyidikan kasus ini. Namun karena kantor Kejaksaan Negeri Lumajang sedang dalam proses renovasi, para aktivis ini tidak bertemu dengan siapapun, sampai kemudian mereka membubarkan diri.

    Menurut informasi yang berhasil kami himpun dana untuk ini senilai Rp. 2,7 M berasal dari dana APBN. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan pelaksanaan dari proyek ini. "Listrik adalah kebutuhan masyarakat, dan kami harapkan masalah ini segera dituntaskan," kata salah seorang demonstran hari ini.

    Sementara Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lumajang ketika dihubungi via ponselnya mengaku tidak tahu soal demo tersebut, karena dirinya sedang berada diluar. Soal kasus listrik itu sendiri, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lumajang mengatakan bahwa untuk kasus tersebut sekarang masih dalam tahap pengumpulan data.

    "Belum sampai ke penyidikan mas, sekarang ini kita masih sedang mengumpulkan data. Jika memang datanya sudah lengkap baru kita tingkatkan ketahap berikutnya. Jadi sekarang ini kami masih berusaha mencari data-data soal itu," katanya via ponsel hari ini.

    PLTR ini di Lumajang ada di tiga desa, yakni Desa Kalibendo Kecamatan Pasirian, Desa Bedayu Talang Kecamatan Senduro dan Desa Sawaran Lor Kecamatan Kedungjajang. Namun seluruh informasi tentang proyek ini masih belum dikonformasikan ke Pemkab Lumajang, apakah benar Lumajang mendapatkan proyek tersebut.

    Sementara itu, seorang tokoh LSM asal Surabaya yang sempat melalukan kontak dengan media ini mengatakan, bahwa pihaknya akan menggelar aksi serupa di Kejaksaan Tinggi jika kasus ini didiamkan terlalu lama. "Kita akan berusaha mencari datanya, dan kalau sampai dibiarkan kami akan menggelar aksi ini ke Kejaksaan Tinggi di Surabaya," jelasnya.

    Web Designer