Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
Bupati Surati Tiga Parpol Untuk Segera Usulkan Calon Wabup
Jumat, 29 Mei 2015 09:17 WIB
Wartalumajang.com – Bupati Lumajang Drs. H. As’at Malik M.Ag akhirnya berkirim surat kepada tiga partai politik pengusung Pasangan SAAT untuk segera memutuskan calon wakil bupati Lumajang. Ketiga parpol ini adalah Partai Demokrat, PAN dan Partai Golkar. Dalam surat ini Bupati meminta kepada keti...
Beri Contoh ke Masyarakat, Kapolres Periksa Kelengkapan Kendaraan Anggotanya
Rabu, 27 Mei 2015, 14:18 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Untuk memberikan contoh serta tauladan ke masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus dalam rangk [ ... ]

Dua Pemuda Residivis Pengedar Okerbaya Kembali Ditangkap Polisi
Selasa, 26 Mei 2015, 23:20 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Masih tergiur dengan hasil yang cukup menjanjikan dan belum kapok dipenjara, membuat dua pemuda [ ... ]

Antisipasi Peredaran Beras Plastik, Polres Lumajang Lakukan Sidak di Pasar Baru
Selasa, 26 Mei 2015, 20:23 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mengantisipasi peredaran beras plastik di Lumaj [ ... ]

Di Partai Perindo, Kader Akan Diprioritaskan Jadi Caleg
Selasa, 26 Mei 2015, 18:19 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Ketua DPD Perindo Lumajang Jamal Abdullah Al Katiri menjamin tidak akan memasukkan tokoh non kader [ ... ]

Senin, 23 Pebruari 2015 16:38
Serial Bupati Baru (1) : Pak Bupati, Apa Kabar Pasir Besi Lumajang
Sejatinya tak ada satupun pekerjaan yang tak boleh tuntas. Karena jika tidak tuntas, bisa saja disebut bekerja setengah hati. Di Lumajang cukup banyak pekerjaan yang seharusnya dituntaskan yang hingga saat ini masih meninggalkan t...

Aspirasi

Minggu, 10 Mei 2015 07:41
Menanti Pembangunan Lumajang Yang Inovativ (Bagian 1)
Dalam setiap pergantian kepemimpinan disetiap daerah, selalu saja lahir jargon yang mengarah kepada usaha perbaikan kesejahteraan masyarakat. Jargon-j...

Birokrasi

Memasuki Musim Kemarau, BPBD Mulai Suplay Di Enam Kecamatan

Selasa, 26 Mei 2015
Memasuki Musim Kemarau, BPBD Mulai Suplay Di Enam Kecamatan <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Peletakkan batu pertama pembangunan toilet Situs Biting</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Keberadaan toilet merupakan salah satu kebutuhan bagi area wisata, meskipun tidak menjadi persyaratan utama, namun toilet banyak dibutuhkan oleh pengunjung suatu obyek wisata. Kondisi inilah yang membuat LSM Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur (MPPMT) tergerak untuk mencari sumbangan dan hasilnya meskipun tanpa bantuan Pemkab Lumajang, pembangunan toilet yang ada di kawasan cagar budaya Situs Biting akhirnya bisa terlaksana.</p> <p>Setelah hampir dua bulan melakukan penggalangan dana dengan cara mengetuk hati masyarakat yang melintas disejumlah perlitasan jalan yang ada diwilayah kota, akhirnya dana untuk pembangunan toilet terkumpul juga.</p> <p>Meskipun kawasan cagar budaya ini sudah diakui propinsi dan pengelolaanya sudah masuk dalam agenda Dinas Pariwisata Lumajang, namun hingga kini tak sepeserpun dana yang turun khususnya untuk pembangunan toilet.</p> <p>Namun hal ini tidak mematahkan semangat para pejuang sejarah yang tergabung dalam LSM MPPMT untuk mengumpulakan dana. Lutfia Amerta Sanjiwani, selaku ketua panitia pembangunan toilet ketika dikonfirmasi media ini mengatakan meski tanpa bantuan pemerintah pihaknya tetap semangat untuk mengumpulkan dana. “Terbukti saat ini dana yang dibutuhkan berhasil terkumpul dan pembangunannya sudah dimulai,” katanya.</p> <p>Menurutnya, selain mengumpulkan dana dari para pengguna jalan pihaknya juga mendapat bantuan dana dari sejumlah pihak diantaranya dari Purnomo Sidi anggota DPR-RI komisi VIII, Gereja Katolik dan Paguyuban Nusantara dari Sumatra yag menyumbangkan 25 buah batu akik yang bisa dijual dan hasilnya untuk pembangunan toilet.</p> <p>Kegiatan peletakkan batu pertama pembangunan toilet ini dilaksanakan kemarin sore, Rabu (20/5) yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Hadir dalam kegiatan tersebut dan diberi kesempatan untuk meletakkan batu pertama dari Muspika Kecamatan Sukodono. Selain itu, Kepala Kejaksaan Negeri Lumajang, I Gede Nurmahendra juga ikut hadir menyaksikan kegiatan tersebut.</p> <p>Hingga dimulainya pembangunan toilet, dana yang sudah terkumpul sebesar Rp 15 juta, sesuai dengan rencana awal pembangunan toilet tersebut diperkirakan menghabiskan dana sekian. “Itu termasuk dana yang masuk dari penjualan batu akik yang laku 4 buah saat pameran,” imbuh Lutfi, sapaan akrab ketua panitia.</p> <p>Selain melaksanakan peletakkan batu pertama pembangunan toilet, acara tersebut juga dibarengi dengan penanaman bunga Andong Merah yang dilakukan oleh pelajar, komunitas anak muda, dan Pramuka yang merupakan sebuah bentuk kepedulian mereka pada kawasan situs Biting.</p> <p>Penanaman bunga Andong Merah di sepanjang jalan menuju ke kawasan Situs Biting ini juga merupakan penanda menuju ke kawasan situs, karena selama ini tidak ada satupun papan petunjuk yang terpasang di Kawasan Situs Biting. “Kegiatan ini juga sebagai symbol bahwa kawasan Situs Biting sudah bersiap menjadi kawasan wisata sejarah,” pungkas Lutfi.(ww)</p>

"> Pembangunan Toilet Situs Biting Tak Mendapat...
  • "> Hardiknas, Bupati dan Forpimda Tandatangani ...
  • "> BPBD Lumajang Akan Menggelar Gladi Lapang Er...
  • "> Belum Ada PP, Proses Pemilihan Wabup Diperki...
  • Hukum

    Beri Contoh ke Masyarakat, Kapolres Periksa Kelengkapan Kendaraan Anggotanya

    Rabu, 27 Mei 2015
    Beri Contoh ke Masyarakat, Kapolres Periksa Kelengkapan Kendaraan Anggotanya <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:271px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Pelaku ketika diminta memperagakan aksinya saat mencuri sepeda motor</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Pemuda asal Dusun Sumber Uling, Desa Sumber Baru, Kabupaten Jember bernama Suwadi Bin Sutomo ini bisa dibilang hebat dan benar-benar nekat. Diusianya yang baru 18 tahun sudah keluar masuk bui sebanyak 3 kali, sementara sepeda motor yang dicurinya ada di 18 TKP (Tempat Kejadian Perkara). Untuk ke 18 kalinya, dia melakukan aksi pencurian sepeda motor di Jl. Sultan Hasanudin, Gang 1 Nomer 33, RT 01 RW 19, Tompokersan Lumajang.</p> <p>Sepeda motor yang dia ambil adalah 1 unit sepeda motor Yamaha 44D Xeon warna putih, Nopol N-2948-ZW, Noka MH344D002BK227173, nosin : 44D227293, milik Rahmat Syahrul (30) warga Tompokersan.</p> <p>Modusnya, tersangka bersama 1 orang temannya, pada tanggal 4 Mei 2015 lalu, sekitar pukul 02.00 WIB, memanjat pagar rumah milik korban. Dirasa cukup aman, mereka mencungkil jendela rumah bagian depan dan langsung mengeluarkan sepeda motor korban yang ada di dalam rumah lewat pintu depan. Setelah itu sepeda motor hasil curian langsung dibawa kabur.</p> <p>Atas laporan warga, selang beberapa lama akhirnya pelaku berhasil ditangkap. Waka Polres Lumajang, Kompol Iswahab ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan mengatakanikan, pelaku merupakan resedivis, sudah keluar masuk tahanan.</p> <p>“Sudah 3 kali keluar masuk tahanan dan ini yang ke-4 dia ditangkap. Dia itu tidak mengenal siapa yang dibegal atau dirampas, bahkan beberapa waktu lalu, pemuda tamatan SD ini mencegat penjual lombok. Lomboknya dibuang pemiliknya didorong paksa hingga terjatuh lalu sepeda motornya dirampas dan dibawa kabur,” bebernya.</p> <p>“Hasilnya dibuat untuk mabuk-mabukan,” ungkap tersangka ketika ditanya Waka Polres. Adapun barang bukti sepeda motor yang berhasil diamankan tercatat sebanyak 6 unit sepeda motor yang datanya saat ini ada di Mapolres Lumajang, sedangkan sisanya masih dilakukan pencarian.</p> <p>“Kita masih tangkap satu pelaku ini, sedangkan rekannya yang berinisial YD (20) warga Kecamatan Randuagung masih kita kejar dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” pungkasnya. (ww)</p>

    "> Hebat..! 18 Tahun Sudah 18 Kali Mencuri Sepe...
  • "> Buron 1 Tahun, Otak Pelaku Pembunuhan Gladak...
  • "> Kejaksaan Lumajang Usut Dugaan Penyimpangan ...
  • "> Lam Cong San : Saya Heran Kenapa Kok Saya Ya...
  • Politik

    Bupati Surati Tiga Parpol Untuk Segera Usulkan Calon Wabup

    Jumat, 29 Mei 2015
    Bupati Surati Tiga Parpol Untuk Segera Usulkan Calon Wabup <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Acara konsolidasi Partai Perindo Lumajang</span></span>Wartalumajang.com </strong>– Ketua DPD Perindo Lumajang Jamal Abdullah Al Katiri menjamin tidak akan memasukkan tokoh non kader untuk jadi caleg dan akan mengutamakan kader lebih dulu untuk menjadi caleg. Hal ini kata Jamal untuk menghindari tudingan miring, dimana ada calon anggota legislative yang datang tiba-tiba, sementara kader tidak mendapatkan tempat yang semestinya. Hal ini disampaikan Jamal Abdullah dalam Rapat Koordinasi DPD, DPC dan Kader Partai Perindo Lumajang disalah satu rumah makan di Lumajang, hari ini, Selasa (26/5).</p> <p>“Saya jamin tidak siapapun datang ke Perindo secara tiba-tiba untuk kemudian ingin menjadi caleg. Semua harus ada prosesnya, karena saya memastikan untuk Kabupaten Lumajang kami ingin kader partai yang diutamakan,” kata Jamal Abdullah.</p> <p>Dalam rapat partai ini selain dihadiri oleh para pengusur Partai Perindo Lumajang, juga dihadiri oleh sejumlah pengurus Partai Perindo diwilayah Tapal Kuda. Ketua KPU Lumajang dan sejumlah anggota KPU lainnya juga ikut hadir dalam kesempatan ini.</p> <p>Dalam kesempatan ini Jamal Abdullah mengkalim bahwa kepengurusannya di Kabupaten Lumajang sudah sangat lengkap berikut administrasinya. Sehingga menjelang Pemilu nanti jika dilakukan verifikasi, Jamal sangat yakin KPU tidak akan kesulitan karena seluruh administrasinya sangat lengkap dan tertata dengan baik.</p> <p>“Saya sangat yakin dalam verifikasi ini Partai Perindo akan lolos. Disamping itu masyarakat juga banyak yang senang dengan partai ini karena partai ini merupakan partai modern yang senantiasa akan dekat dengan rakyat,” kata Jamal ketika memberikan sambutan dalam acara ini. (fat)</p>

    "> Di Partai Perindo, Kader Akan Diprioritaskan...
  • "> DPD Golkar Lumajang Kubu Agung Laksono Juga ...
  • "> H. Akhmat ST (PPP) : Bupati Jangan Diam Agar...
  • "> Koordinasi Tiga Parpol Tentukan Dua Calon Wa...
  • Aneka Rupa

    Event Catur KCL Cup Berlangsung Meriah

    Sabtu, 23 Mei 2015
    Event Catur KCL Cup Berlangsung Meriah <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:520px;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">foto ilustrasi</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Naiknya harga bawang merah beberapa hari terakhir ini menyebabkan usaha warung dan kuliner di Lumajang merasakan imbasnya. Harga barang merah disejumlah pasar tradisional di Lumajang belakangan mencapai Rp. 26 ribu per kilogram. Harga ini jauh berada diatas harga bawang merah sebelumnya yang hanya ada pada kisaran Rp. 15 ribu per kilogram. Jika dihitung dari sisi prosentase kenaikan harga, harga dalam sepekan terakhir naik sekitar 80 persen dari harga sebelumnya.</p> <p>Musrifah (48), penjual nasi yang ada di sepanjang Jalan Sastrodikoro, Lumajang ini mengaku, bawang merah merupakan salah satu bahan bumbu andalan dalam masakan yang dijualnya. “Kalau porsi bawangnya saya kurangi, yang pasti masakan saya kurang enak mas. Dan tentu saja hal ini berpengaruh kepada pelanggan saya,” kata Musrifah.</p> <p>Yang lebih memberatkan lagi, disamping harga yang melonjak, stock bawang merah yang ada dipasaran Lumajang justru kurang bagus. Karenanya ketika membeli bawang merah, sejumlah ibu-ibu harus memilih yang bagus-bagus walau resikonya beda harga jika dibandingkan dengan membeli tanpa memilih “Kalau tidak memilih, bawang yang busuk juga ikut,” paparnya.</p> <p>Ungkapan senada juga dilontarkan oleh Jumala (39), pemilik stand bakso asal Kelurahan Ditrotunan, Kecamatan Kota Lumajang. Menurutnya, bawang goreng sangat dibutuhkan dalam setiap penyajian bakso yang dijual kepada konsumen. “Kalau tidak ditaburi bawang goreng, otomatis kurang sedap rasa kuahnya,”teragnya.</p> <p>Terkait kenaikan harga bawang merah yang terjadi di pasaran, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lumajang, Drs. Agus Eko, menjelaskan, saat ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat. Hasil dari koordinasi menyebutkan bahwa bawang merah mengalami kenaikan karena berkurangnya pasokan dari daerah penghasil bawang merah seperti Probolinggo, Brebes dan Mojokerto.</p> <p> </p> <p>Lebih jauh Agus menjelaskan, faktor penyebab berkurangnya suplai dikarenakan belum panen raya dan buruknya cuaca sehingga mengakibatkan kerusakan hasil produksi bawang. “Tingginya permintaan yang tidak disertai dengan jumblah pasokan mengakibatkan kenaikan harga disejumlah daerah bukan hanya di Kabupaten Lumajang,” paparnya. (fat)</p>

    "> Harga Bawang Merah Mahal, Usaha Kuliner Meng...
  • "> Modiv Motor Dengan Velg Kecil Tak Akan Dibin...
  • "> Kabar NU : Silaturahmi PCNU Wilayah Tapal Ku...
  • "> Sisi Barat Ruas Jalan Wonorejo Klakah Berlub...
  • Peristiwa

    Dua Pemuda Residivis Pengedar Okerbaya Kembali Ditangkap Polisi

    Selasa, 26 Mei 2015
    Dua Pemuda Residivis Pengedar Okerbaya Kembali Ditangkap Polisi <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Heri Sugiono ketika melakukan sidak disalah satu toko sembako di Pasar Baru</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mengantisipasi peredaran beras plastik di Lumajang, Selasa (26/5), Polres Lumajang bersama Satpol PP dan Disperindag Kabupaten Lumajang malakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pedagang beras yang ada di Pasar Baru Lumajang yang merupakan pasar terbesar di Kabupaten Lumajang.</p> <p>Ketika tiba dilokasi pasar baru, petugas gabungan dari Polres, Satpol PP dan Diseprindag Lumajang ini langsung melakukan pemeriksaan kesejumlah pedagang sembako baik pedagang kecil maupun besar, petugas gabungan ini dibagi dalam sejumlah kelompok untuk melakukan pemeriksaan hingga ke dalam pasar.</p> <p>Saat melakukan pemeriksaan, petugas mengambil beberapa sample beras dari setiap pedagang untuk dilakukan pengujian dengan menggunakan air dalam gelas. Beredarnya informasi tentang adanya beras plastik sempat membuat sejumlah pedagang khawatir, namun kabar itu tidak membuat omset para pedagang sembako menurun. “Sempat ada beberapa pembeli yang khawatir, namun karena kami belinya beras lokal Lumajang saja, maka omset kami tidak turun. Karena beras asli Lumajang bagus-bagus dan mutunya tidak kalah dengan beras dari kota lain,” kata Yonatan, salah satu pedagang sembako di pasar baru Lumajang.</p> <p>Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Heri Sugiono usai melakukan sidak kepada sejumlah wartawan mengatakan meskipun sidak kali ini tidak ditemkan adanya beras sintetis, pihaknya tidak akan berhenti begitu saja. Dia berjanji, sidak seperti ini akan dilakukan secara terus menerus untuk memberikan rasa aman kepada warga Lumajang.</p> <p>“Kami beserta Satpol PP dan Disperindag Lumajang akan terus-menerus melakukan pengawasan terhadap peredaran beras yang ada di Lumajang, baik itu ke pedagang kecil maupun besar. Untuk saat ini, saya pastikan di Lumajang tidak ada beras plastik, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Kami juga berharap agar masyarakat tidak terpancing dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab yang akan memperkeruh situasi,” katanya. (ww)</p>

    "> Antisipasi Peredaran Beras Plastik, Polres L...
  • "> Pabrik Kayu CV. WCN di Karang Anom Terbakar...
  • "> Pasangan Suami Istri Dibegal di Sukodono, Mo...
  • "> Sapi Curian Disembunyikan Di Kamar Tidur...
  • Wisata Budaya

    Meriah…! Konser Amal Untuk Situs Biting

    Senin, 18 Mei 2015
    Meriah…! Konser Amal Untuk Situs Biting <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:526px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Inilah Kawasan Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Pemkab Lumajang sudah berkali-kali menyatakan bahwa kawasan wisata air terjun Tumpak Sewu merupakan kawasan wisata yang masih berbahaya untuk dikunjungi. Bukan karena medannya yang cukup berat untuk dilalui, namun berbagai sarana pendukung sampai sekarang masih belum ada. Bahkan Pemkab menyebut air terjun Tumpak Sewu ini nantinya akan dijadikan wisata minat khusus.</p> <p>Jumat (1/5) kemarin seorang mahasiswa meninggal dunia setelah terjatuh dari tebing yang cukup curam dan dalam ini. Mahasiswa yang diketahui berasal dari Pasuruan ini harus kehilangan nyawa saat hendak mengabadikan foto dirinya melalui foro Selfi yang berakibat yang bersangkutan terpeleset dan jatuh masuk kejurang.</p> <p>Ketua Bappekab Lumajang Ir. Indah Amperawati sebelumnya sudah mengingatkan masyarakat untuk untuk tidak datang ketempat ini karena cukup berbahaya. Rombongan wartawan yang pernah datang ketempat ini juga menyebut kawasan ini sebagai kawasan wisata yang cukup berbahaya dan menegangkan.</p> <p>“Kita bisa saja mengembangkan kawasan ini, namun tentunya akan menjadi wisata minat khusus. Jadi tidak semua orang bisa datang ketempat ini,” kata Indah Amperawati.</p> <p>Sayangnya himbauan ini nyaris tak digubris dan sejumlah orang terus berduyun-duyun mendatangi tempat ini, setelah keindahan tempat ini banyak di Upload kemedia social Facebook dan Twiter. Bahkan ketika rombongan wartawan datang ketempat ini juga mendapati rombongan wisatatawan yang berasal dari Jakarta. “Memang tempat ini sangat dikenal luas belakangan ini setelah kawasan lain, yakni Puncak B29 lebih dulu popular,” kata salah seorang wisatawan yang pernah datang ketempat ini.</p> <p>Kini satu orang meninggal dunia sebagai akibat dari keingintahuan mereka untuk menjelajah tempat berbahaya ini. “Tempat ini baru akan kita kembangkan mungkin pada tahun 2016 mendatang setelah melalui kajian yang mendalam,” kata Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Lumajang, Drs. Gawat Sudarmanto beberapa waktu lalu.</p>

    "> Kekhawatiran Bahaya Air Terjun Tumpak Sewu A...
  • "> Wisata Alam Cuban Sewu Baru Bisa Dikembangka...
  • "> Ditengah Hujan Deras, Festival Tari Jaran Sl...
  • "> Tim Balai Arkeologi Yogyakarta Teliti Situs ...
  • Suasana demo didepan kantor Kejaksaan Negeri LumajangSuasana demo didepan kantor Kejaksaan Negeri LumajangWartalumajang.com - Puluhan Aktivis Solidaritas Masyarakat Tranpransi Lumajang, hari ini, Jumat (17/5), menggelar aksi demo dikantor Kejaksaan Negeri Lumajang. Mereka meminta agar Kejaksaan Negeri Lumajang segera menuntaskan pengusutan dana APBN untuk Proyek Listrik Tegangan Rendah (PLTR) senilai Rp. 2,7 Milyar.

    Puluhan aktivis LSM ini datang ke kantor Kejaksaan Negeri Lumajang dengan membawa sejumlah poster yang isinya mendesak Kejaksaan Negeri Lumajang segera melanjutkan penyidikan kasus ini. Namun karena kantor Kejaksaan Negeri Lumajang sedang dalam proses renovasi, para aktivis ini tidak bertemu dengan siapapun, sampai kemudian mereka membubarkan diri.

    Menurut informasi yang berhasil kami himpun dana untuk ini senilai Rp. 2,7 M berasal dari dana APBN. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan pelaksanaan dari proyek ini. "Listrik adalah kebutuhan masyarakat, dan kami harapkan masalah ini segera dituntaskan," kata salah seorang demonstran hari ini.

    Sementara Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lumajang ketika dihubungi via ponselnya mengaku tidak tahu soal demo tersebut, karena dirinya sedang berada diluar. Soal kasus listrik itu sendiri, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lumajang mengatakan bahwa untuk kasus tersebut sekarang masih dalam tahap pengumpulan data.

    "Belum sampai ke penyidikan mas, sekarang ini kita masih sedang mengumpulkan data. Jika memang datanya sudah lengkap baru kita tingkatkan ketahap berikutnya. Jadi sekarang ini kami masih berusaha mencari data-data soal itu," katanya via ponsel hari ini.

    PLTR ini di Lumajang ada di tiga desa, yakni Desa Kalibendo Kecamatan Pasirian, Desa Bedayu Talang Kecamatan Senduro dan Desa Sawaran Lor Kecamatan Kedungjajang. Namun seluruh informasi tentang proyek ini masih belum dikonformasikan ke Pemkab Lumajang, apakah benar Lumajang mendapatkan proyek tersebut.

    Sementara itu, seorang tokoh LSM asal Surabaya yang sempat melalukan kontak dengan media ini mengatakan, bahwa pihaknya akan menggelar aksi serupa di Kejaksaan Tinggi jika kasus ini didiamkan terlalu lama. "Kita akan berusaha mencari datanya, dan kalau sampai dibiarkan kami akan menggelar aksi ini ke Kejaksaan Tinggi di Surabaya," jelasnya.

    Web Designer