Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
H. Akhmat ST (PPP) : Bupati Jangan Diam Agar Tiga Parpol Segera Putusakan Calon Wabup
Minggu, 03 Mei 2015 10:18 WIB
Wartalumajang.com – Jika sebelumnya Ketua DPRD Lumajang H. Agus Wicaksono meminta kepada tiga partai politik segera berembuk untuk memutuskan dua calon wakil bupati Lumajang, kini giliran Sekretaris DPC PPP Kabupaten Lumajang meminta agar Bupati Lumajang As’at Malik jangan hanya diam menyikapi ...
Kepala Dinas Kehutanan Imam Suryadi Ditunjuk Sebagai PLT Sekda Lumajang
Sabtu, 02 Mei 2015, 20:56 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Setelah Sekda Lumajang Dr. Buntaran S. Pensiun pada tanggal 1 Mei lalu, Bupati Lumajang akhrinya m [ ... ]

Dinas Budaya Dan Pariwisata : Kita Tidak Pernah Rekomendasikan Masyarakat Datangi Tumpak Sewu
Sabtu, 02 Mei 2015, 12:21 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Sampai saat ini Pemkab Lumajang, dalam hal ini Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Lumajang tida [ ... ]

Kekhawatiran Akan Bahaya Air Terjun Tumpak Sewu Akhirnya Terbukti
Sabtu, 02 Mei 2015, 07:04 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Pemkab Lumajang sudah berkali-kali menyatakan bahwa kawasan wisata air terjun Tumpak Sewu merupaka [ ... ]

Kapolres : Hari Buruh, Kami Lakukan Pengamanan Dalam Bentuk Pelayanan
Jumat, 01 Mei 2015, 17:15 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Jika setiap memperingati Hari Buruh Internasional atau lebih dikenal dengan Mayday yang jatuh p [ ... ]

Senin, 23 Pebruari 2015 16:38
Serial Bupati Baru (1) : Pak Bupati, Apa Kabar Pasir Besi Lumajang
Sejatinya tak ada satupun pekerjaan yang tak boleh tuntas. Karena jika tidak tuntas, bisa saja disebut bekerja setengah hati. Di Lumajang cukup banyak pekerjaan yang seharusnya dituntaskan yang hingga saat ini masih meninggalkan t...

Aspirasi

Senin, 20 April 2015 06:45
Inilah Beberapa Peristiwa Penting Yang Akan Mengurasi Perhatian Masyarakat Lumajang
Wartalumajang.com – Sejumlah persitiwa penting mungkin akan segera terjadi di Lumajang. Yang jelas terpampang didepan mata adalah agenda pemilihan w...

Birokrasi

Kepala Dinas Kehutanan Imam Suryadi Ditunjuk Sebagai PLT Sekda Lumajang

Sabtu, 02 Mei 2015
Kepala Dinas Kehutanan Imam Suryadi Ditunjuk Sebagai PLT Sekda Lumajang <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:348px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Ketua DPRD Lumajang H. Agus Wicaksono</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Kedekatan antara Ketua DPRD Lumajang H. Agus Wicaksono dengan Bupati Lumajang As’at Malik kian terasa dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan dalam sambutan yang disampaikan Ketua DPRD Lumajang H. Agus Wicaksono dalam serah terima jabatan Bupati yang berlangsung hari ini, Kamis (23/4) di Pendopo Bupati, Agus Wicaksono berjanji tidak akan mencalonkan diri, jika Bupati Lumajang As’at Malik maju lagi dalam Pilkada yang akan datang.</p> <p>Dihadapan ratusan warga Kabupaten Lumajang yang hadir dalam acara serah terima ini Agus Wicaksono menyatakan tidak akan bersaing dalam Pilkada mendatang. “Pak Gubernur saya perlu sampaikan bahwa saya pastikan saya tidak akan maju dalam Pilkada 2018 yang akan datang jika Pak As’at Malik maju dalam Pilkada nanti,” kata Agus Wicaksono dalam acara yang juga dihadiri oleh Gubernur JawaTimur Soekarwo bersama istri Hj. Nina Soekarwo.</p> <p>Pernyataan Agus Wicaksono ini juga mendapatkan balasan sambutan dari Bupati Lumajang As’at Malik yang memberikan sambutan kedua setelah Ketua DPRD Agus Wicaksono. Bahkan dalam acara yang berlangsung hari ini, sesuai dengan susunan acara yang sudah disepakati hanya ada dua sambutan yakni Sambutan Bupati dan Gubernur. Namun keduanya, yakni Bupati Lumajang dan Gubernur Jawa Timur meminta agar Ketua DPRD diberikan waktu untuk memberikan sambutan dalam acara ini.</p> <p>Sementara itu Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam beberapa kali pernyataannya memberikan pujian kepada Ketua DPRD yang siap untuk bersama-sama membangun Lumajang. Bupati Lumajang sendiri juga menyampaikan hal yang serupa dengan menyebut pertemuan dengan Ketua DPRD sering dilakukan secara informal. “Kalau saya punya program atau agenda kemudian ingin bertemu saya sering SMS dan selalu dijawab OK. Jadi tidak perlu selalu resmi dalam bentuk rapat,” kata As’at Malik. (fat)</p>

"> H. Agus Wicaksono : Saya Tidak Mencalonkan S...
  • "> Gubernur Minta Eksekutif dan Legislatif di L...
  • "> Mekanisme Pemilihan Wabup Disarankan Pakai P...
  • "> Hendro Agung : Propinsi Berpendapat, Jabatan...
  • Hukum

    Cacat Administrativ, Sertifikat Tanah SMPN 1 Sukodono Diminta Segera Dibatalkan

    Selasa, 21 April 2015
    Cacat Administrativ, Sertifikat Tanah SMPN 1 Sukodono Diminta Segera Dibatalkan <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:348px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Ketua DPRD Lumajang H. Agus Wicaksono, S.Sos</span></span><strong>Wartalu</strong>majang.com</strong> – DPRD Lumajang siap memberikan data hasil pansus tambang yang digelar DPRD Lumajang beberapa waktu lalu. Langkah ini dilakukan DPRD agar Kejaksaan lebih mudah dalam melakukan penyidikan kasus tambang pasir baik pasir golongan C maupun pasir besi di Lumajang. Kesiapan untuk memberikan hasil pansus tambang kepada Kejaksaan ini disampaikan oleh Ketua DPRD Lumajang H. Agus Wicaksono ketika ditemui media ini dikantornya hari ini, Jumat siang (14/4).</p> <p>Ketika menutup Sidang Paripurna hari ini dengan agenda Penyampaian Catatan Strategis kepada Pemkab Lumajang, Agus Wicaksono juga sempat menyindir Kejaksaan agar bersikap lebih tegas dalam menyidik kasus tambang pasir di Lumajang. Tidak hanya Kejaksaan, Polres pun tak luput dari “semprotan” Ketua DPRD Lumajang ini.</p> <p>“Saya berharap Kejaksaan dan Kepolisian bersungguh-sungguh dalam menangani kasus pasir di Lumajang. Jangan hanya yang kecil-kecil yang dijadikan tersangka. Siapapun kalau memang ada dugaan penyalahgunaan wewenangan maka harus ditangani secara serius. Jangan takut kepada mereka yang berpangkat tinggi atau banyak uangnya. Semuanya harus diperlakukan sama didepan hukum,” kata Agus Wicaksono.</p> <p>Sementara ketika ditemui media ini politis PDIP ini kembali menegaskan komitmennya untuk membantu Kejaksaan baik Kejaksaan Negeri Lumajang maupun Kejaksaan Tinggi dalam proses penyidikan kasus pasir. Dikatakan, kerusakan lingkungan sudah terjadi, eksploitasi pasir terjadi secara besar-besaran, namun faktanya PAD-nya justru semakin turun.</p> <p>“Kita sangat siap untuk memberikan hasil Pansus Tambang di Lumajang kepada Kejaksaan Negeri Lumajang atau Kejaksaan Tinggi jika memang itu diperlukan. Masalah pasir ini harus disikapi secara serius oleh para penegak hukum kita,” kata Agus kemudian.</p> <p>Sebagaimana diketahui sekarang ini Kejaksaan Tinggi sedang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat di Lumajang terkait dengan tambang pasir di Lumajang. Bahkan dua orang, yakni karyawan PT. IMMS Abdul Ghofur dan Lam Cong San Bos PT. IMMS sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi. (fat)</p>

    "> Jika Diminta, DPRD Siap Berikan Data Pansus ...
  • "> Pelaku Judi Togel Online Ditangkap Polisi...
  • "> Polisi Limpahkan Kasus Penambangan Pasir Ile...
  • "> Kejaksaan Akan Tetapkan Dua Tersangka Baru K...
  • Politik

    H. Akhmat ST (PPP) : Bupati Jangan Diam Agar Tiga Parpol Segera Putusakan Calon Wabup

    Minggu, 03 Mei 2015
    H. Akhmat ST (PPP) : Bupati Jangan Diam Agar Tiga Parpol Segera Putusakan Calon Wabup <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">foto ilustrasi</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Pengambilan keputusan tiga partai politik untuk menentkukan dua Calon Wakil Bupati diperkirakan berjalan alot. Hal ini disebabkan masing-masing partai punya kepentingan sangat kuat untuk menempatkan kadernya menjadi wakil bupati untuk medampingi Bupati Lumajang As’at Malik. Sementara tiga partai pendukung pasangan SAAT yang berhak untuk mengusung calon Wabup masing-masing sudah memiliki sejumlah nama untuk calonkan.</p> <p>Tiga partai politik yang menjadi pengusung pasangan SAAT dalam Pilkada lalu adalah Partai Golkar, Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN). Tiga partai ini masing-masing sudah punya calon unggulan kecuali Partai Golkar yang sampai sekarang masih terkesan diam sambil menunggu proses politik yang sedang berlangsung.</p> <p>PLt Ketua DPD PAN Lumajang Usman Arif menyatakan bahwa secara informal sudah dilakukan pembicaraan, namun belum sampai kepada masalah nama. “Kalau secara informal kita kan memang sering ketemu mas, jadi sedikitnya kita juga menyinggung masalah itu,” kata Usman Arif yang kami hubungi via ponselnya.</p> <p>Partai Demokrat yang sempat menempatkan nama Indah Amperawati sepertinya masih belum ada kepastian soal nama tersebut, karena Indah Amperawati sampai sekarang masih menyatakan siap atau tidak dengan pencalonan tersebut. “Saya ini PNS mas jadi belum mau bicara soal itu,” kata Indah.</p> <p>Ketua DPRD Lumajang Agus Wicaksono sebelumnya meminta kepada ketiga partai politik untuk segera duduk bersama untuk memutuskan dua nama untuk dicalonkan sebagai Wakil Bupati Lumajang.</p> <p>Sementara sumber kami dari kalangan partai politik di Lumajang mengatakan, soal penentuan dua calon wakil bupati ini diperkirakan berjalan alot karena masing-masing punya kepentingan untuk mendapatkan jatah kursi wakil Bupati tersebut. “Saya pastikan akan alot mas prosesnya, karena masing-masing partai politik ingin kadernya jadi Wakil Bupati. Persoalannya bukan sekedar siapa yang akan dicalonkan, namun partai mana yang akan mau untuk mengorbankan kepentingannya dalam moment strategis ini,” kata sumber kami. (fat)</p>

    "> Koordinasi Tiga Parpol Tentukan Dua Calon Wa...
  • "> DPRD Minta Agar Partai Pengusung SAAT Segera...
  • "> Samsul Huda : Soal Nawawi Yazid Di Pansel Se...
  • "> Partai Golkar “Masih Diam” Soal Cawabup ...
  • Aneka Rupa

    Hati-hati !! 14 Jenis Jajanan Sekolah di Lumajang Berbahaya

    Selasa, 28 April 2015
    Hati-hati !! 14 Jenis Jajanan Sekolah di Lumajang Berbahaya <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:520px;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">foto ilustrasi</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Naiknya harga bawang merah beberapa hari terakhir ini menyebabkan usaha warung dan kuliner di Lumajang merasakan imbasnya. Harga barang merah disejumlah pasar tradisional di Lumajang belakangan mencapai Rp. 26 ribu per kilogram. Harga ini jauh berada diatas harga bawang merah sebelumnya yang hanya ada pada kisaran Rp. 15 ribu per kilogram. Jika dihitung dari sisi prosentase kenaikan harga, harga dalam sepekan terakhir naik sekitar 80 persen dari harga sebelumnya.</p> <p>Musrifah (48), penjual nasi yang ada di sepanjang Jalan Sastrodikoro, Lumajang ini mengaku, bawang merah merupakan salah satu bahan bumbu andalan dalam masakan yang dijualnya. “Kalau porsi bawangnya saya kurangi, yang pasti masakan saya kurang enak mas. Dan tentu saja hal ini berpengaruh kepada pelanggan saya,” kata Musrifah.</p> <p>Yang lebih memberatkan lagi, disamping harga yang melonjak, stock bawang merah yang ada dipasaran Lumajang justru kurang bagus. Karenanya ketika membeli bawang merah, sejumlah ibu-ibu harus memilih yang bagus-bagus walau resikonya beda harga jika dibandingkan dengan membeli tanpa memilih “Kalau tidak memilih, bawang yang busuk juga ikut,” paparnya.</p> <p>Ungkapan senada juga dilontarkan oleh Jumala (39), pemilik stand bakso asal Kelurahan Ditrotunan, Kecamatan Kota Lumajang. Menurutnya, bawang goreng sangat dibutuhkan dalam setiap penyajian bakso yang dijual kepada konsumen. “Kalau tidak ditaburi bawang goreng, otomatis kurang sedap rasa kuahnya,”teragnya.</p> <p>Terkait kenaikan harga bawang merah yang terjadi di pasaran, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lumajang, Drs. Agus Eko, menjelaskan, saat ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat. Hasil dari koordinasi menyebutkan bahwa bawang merah mengalami kenaikan karena berkurangnya pasokan dari daerah penghasil bawang merah seperti Probolinggo, Brebes dan Mojokerto.</p> <p> </p> <p>Lebih jauh Agus menjelaskan, faktor penyebab berkurangnya suplai dikarenakan belum panen raya dan buruknya cuaca sehingga mengakibatkan kerusakan hasil produksi bawang. “Tingginya permintaan yang tidak disertai dengan jumblah pasokan mengakibatkan kenaikan harga disejumlah daerah bukan hanya di Kabupaten Lumajang,” paparnya. (fat)</p>

    "> Harga Bawang Merah Mahal, Usaha Kuliner Meng...
  • "> Modiv Motor Dengan Velg Kecil Tak Akan Dibin...
  • "> Kabar NU : Silaturahmi PCNU Wilayah Tapal Ku...
  • "> Sisi Barat Ruas Jalan Wonorejo Klakah Berlub...
  • Peristiwa

    Dinas Budaya Dan Pariwisata : Kita Tidak Pernah Rekomendasikan Masyarakat Datangi Tumpak Sewu

    Sabtu, 02 Mei 2015
    Dinas Budaya Dan Pariwisata : Kita Tidak Pernah Rekomendasikan Masyarakat Datangi Tumpak Sewu <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:526px;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Inilah kawasan Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Pemkab Lumajang sudah berkali-kali menyatakan bahwa kawasan wisata air terjun Tumpak Sewu merupakan kawasan wisata yang masih berbahaya untuk dikunjungi. Bukan karena medannya yang cukup berat untuk dilalui, namun berbagai sarana pendukung sampai sekarang masih belum ada. Bahkan Pemkab menyebut air terjun Tumpak Sewu ini nantinya akan dijadikan wisata minat khusus.</p> <p>Jumat (2/5) kemarin seorang mahasiswa meninggal dunia setelah terjatuh dari tebing yang cukup curam dan dalam ini. Mahasiswa yang diketahui berasal dari Pasuruan ini harus kehilangan nyawa saat hendak mengabadikan foto dirinya melalui foro Selfi yang berakibat yang bersangkutan terpeleset dan jatuh masuk kejurang.</p> <p>Ketua Bappekab Lumajang Ir. Indah Amperawati sebelumnya sudah mengingatkan masyarakat untuk untuk tidak datang ketempat ini karena cukup berbahaya. Rombongan wartawan yang pernah datang ketempat ini juga menyebut kawasan ini sebagai kawasan wisata yang cukup berbahaya dan menegangkan.</p> <p>“Kita bisa saja mengembangkan kawasan ini, namun tentunya akan menjadi wisata minat khusus. Jadi tidak semua orang bisa datang ketempat ini,” kata Indah Amperawati.</p> <p>Sayangnya himbauan ini nyaris tak digubris dan sejumlah orang terus berduyun-duyun mendatangi tempat ini, setelah keindahan tempat ini banyak di Upload kemedia social Facebook dan Twiter. Bahkan ketika rombongan wartawan datang ketempat ini juga mendapati rombongan wisatatawan yang berasal dari Jakarta. “Memang tempat ini sangat dikenal luas belakangan ini setelah kawasan lain, yakni Puncak B29 lebih dulu popular,” kata salah seorang wisatawan yang pernah datang ketempat ini.</p> <p>Kini satu orang meninggal dunia sebagai akibat dari keingintahuan mereka untuk menjelajah tempat berbahaya ini. “Tempat ini baru akan kita kembangkan mungkin pada tahun 2016 mendatang setelah melalui kajian yang mendalam,” kata Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Lumajang, Drs. Gawat Sudarmanto beberapa waktu lalu.</p> <p>Baca Juga :</p> <p><a href="wisata-budaya-lumajang/1532-air-terjun-tumpak-sewu-harus-jadi-wisata-minat-khusus" target="_blank">http://wartalumajang.com/wisata-budaya-lumajang/1532-air-terjun-tumpak-sewu-harus-jadi-wisata-minat-khusus</a></p> <p><a href="wisata-budaya-lumajang/1492-wisata-alam-cuban-sewu-baru-bisa-dikembangkan-tahun-2016-mendatang">http://wartalumajang.com/wisata-budaya-lumajang/1492-wisata-alam-cuban-sewu-baru-bisa-dikembangkan-tahun-2016-mendatang</a></p>

    "> Kekhawatiran Akan Bahaya Air Terjun Tumpak S...
  • "> Kapolres : Hari Buruh, Kami Lakukan Pengaman...
  • "> Bawa 600 Butir Pil Koplo, Menan Ditangkap Po...
  • "> Lokasi Wisata Puncak B29 Dicemari Kondom...
  • Wisata Budaya

    Produk Susu Kambing Etawa Senduro Akan DiJadikan Klaster Pariwisata

    Senin, 20 April 2015
    Produk Susu Kambing Etawa Senduro Akan DiJadikan Klaster Pariwisata <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:526px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Inilah Air Terjun Tumpak Sewu Pronojiwo Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Air terjun Tumpak Sewu di Pronojiwo menurut rencana akan diarahkan menjadi obyek wisata minat khusus. Hal itu dilakukan karena untuk mencapai lokasi terindah dari air terjun Tumpak Sewu ini diperlukan keberanian dan kemampuan khusus, sehingga tidak semua orang bisa datang ketempat ini. Bahkan untuk sementara menurut rencana kawasan wisata eksotik ini ditutup dulu sebelum dibuka untuk umum. Berbagai persiapan harus dilakukan untuk menjadikan kawasan ini sebagai obyek wisata minat khusus di Lumajang.</p> <p>“Kita sebenarnya menyarankan untuk menutup dulu untuk sementara, sebelum seluruh persiapan selesai kita lakukan. Untuk bisa turun sampai kedasar air terjun ini saja prosesnya sangat berbahaya. Karenanya kita harus menyiapkan sarana yang memadai sesuai standar wisata minat khusus. Dan yang lebih penting harus ada petugas disana, agar jika terjadi sesuatu bisa segera bisa ditangani atau setidak-tidaknya bisa menjadi pemandu wisata,” kata Ir. Indah Amperawati, Kepala Bappekab Lumajang kepada sejumlah wartawan di Lumajang siang ini, Senin (13/4).</p> <p><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:413px;float:right;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Ir. Indah Amperawati, Kepala Bappekab Lumajang</span></span>Sementara Abdul Rahman seorang jurnalis dari Kompas TV yang sehari sebelumnya mengunjungi kawasan air terjun menyatakan bahwa untuk sementara kawasan itu memang sangat berbahaya bagi wisatawan. Namun Rahman juga mengatakan, minat masyarakat yang hendak datang ketempat ini sangat besar termasuk perempuan.</p> <p>“Saat saya kesana saya harus menuruni lembah yang terjal itu dengan tali dari karet ban dan itu sangat berbahaya. Namun saya juga heran kenapa banyak juga yang mau datang kesana. Kalau mau bicara keselamatan, sebenarnya bisa saya sebut agak berbahaya,” kata Rahman.</p> <p>Karenanya Kepala Bapekab Lumajang Indah Amperawati menyebut kawasan wisata air terjun Tumpak Sewu adalah wisata minat khusus. Dan untuk dibuka kepada masyarakat luas harus dengan berbagai standart yang memadai sehingga menjadi tidak berbahaya. “Saya pernah datang kesana. Dan jujur sebagai pribadi, saya akan melarang anak saya untuk datang kesana. Sangat berbahaya,” kata Indah Amperawati. (FAT)</p>

    "> Air Terjun Tumpak Sewu Harus Jadi Wisata Min...
  • "> Wisata Alam Cuban Sewu Baru Bisa Dikembangka...
  • "> Ditengah Hujan Deras, Festival Tari Jaran Sl...
  • "> Tim Balai Arkeologi Yogyakarta Teliti Situs ...
  • Suasana demo didepan kantor Kejaksaan Negeri LumajangSuasana demo didepan kantor Kejaksaan Negeri LumajangWartalumajang.com - Puluhan Aktivis Solidaritas Masyarakat Tranpransi Lumajang, hari ini, Jumat (17/5), menggelar aksi demo dikantor Kejaksaan Negeri Lumajang. Mereka meminta agar Kejaksaan Negeri Lumajang segera menuntaskan pengusutan dana APBN untuk Proyek Listrik Tegangan Rendah (PLTR) senilai Rp. 2,7 Milyar.

    Puluhan aktivis LSM ini datang ke kantor Kejaksaan Negeri Lumajang dengan membawa sejumlah poster yang isinya mendesak Kejaksaan Negeri Lumajang segera melanjutkan penyidikan kasus ini. Namun karena kantor Kejaksaan Negeri Lumajang sedang dalam proses renovasi, para aktivis ini tidak bertemu dengan siapapun, sampai kemudian mereka membubarkan diri.

    Menurut informasi yang berhasil kami himpun dana untuk ini senilai Rp. 2,7 M berasal dari dana APBN. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan pelaksanaan dari proyek ini. "Listrik adalah kebutuhan masyarakat, dan kami harapkan masalah ini segera dituntaskan," kata salah seorang demonstran hari ini.

    Sementara Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lumajang ketika dihubungi via ponselnya mengaku tidak tahu soal demo tersebut, karena dirinya sedang berada diluar. Soal kasus listrik itu sendiri, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lumajang mengatakan bahwa untuk kasus tersebut sekarang masih dalam tahap pengumpulan data.

    "Belum sampai ke penyidikan mas, sekarang ini kita masih sedang mengumpulkan data. Jika memang datanya sudah lengkap baru kita tingkatkan ketahap berikutnya. Jadi sekarang ini kami masih berusaha mencari data-data soal itu," katanya via ponsel hari ini.

    PLTR ini di Lumajang ada di tiga desa, yakni Desa Kalibendo Kecamatan Pasirian, Desa Bedayu Talang Kecamatan Senduro dan Desa Sawaran Lor Kecamatan Kedungjajang. Namun seluruh informasi tentang proyek ini masih belum dikonformasikan ke Pemkab Lumajang, apakah benar Lumajang mendapatkan proyek tersebut.

    Sementara itu, seorang tokoh LSM asal Surabaya yang sempat melalukan kontak dengan media ini mengatakan, bahwa pihaknya akan menggelar aksi serupa di Kejaksaan Tinggi jika kasus ini didiamkan terlalu lama. "Kita akan berusaha mencari datanya, dan kalau sampai dibiarkan kami akan menggelar aksi ini ke Kejaksaan Tinggi di Surabaya," jelasnya.

    Web Designer