Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
Sebelum Beraksi, Komplotan Curwan Tempeh Hisap Sabu Dulu
Selasa, 01 September 2015 17:36 WIB
Wartalumajang.com - Pasca tertangkapnya 6 anggota komplotan pencurian hewan (curwan) diwilayah Kecamatan Tempeh beberapa hari lalu, polisi menaruh kecurigaan terhadap para pelaku ini menggunakan narkoba sebelum beraksi karena aksi yang mereka lakukan dikenal nekat dan berani, selain itu ketika ditan...
Polisi Tangkap 6 Anggota Komplotan Curwan
Jumat, 28 Agustus 2015, 17:27 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Aksi pencurian hewan khususnya sapi diwilayah selatan Lumajang sudah cukup meresahkan warga, pasalny [ ... ]

Perahu Terbalik Dihantam Ombak Ganas, Empat Nelayan Puger Hilang
Kamis, 27 Agustus 2015, 17:33 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Nasib tragis dialami 5 nelayan asal Puger Jember, perahu yang mereka naiki terbalik setelah dihantam [ ... ]

Nenek Ponisah, Tukang Pijat Balita Akhirnya Berangkat Haji
Rabu, 26 Agustus 2015, 17:37 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Nenek Ponisah (65), seorang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai tukang pijat balita yang tingga [ ... ]

2 Nenek Diamankan Polisi Karena Jual Miras
Rabu, 26 Agustus 2015, 17:32 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - 2 orang wanita yang sudah lanjut usia atau sudah nenek-nenek terpaksa harus berurusan dengan pihak k [ ... ]

Kamis, 06 Agustus 2015 07:05
Mampukah As’at Malik Membawa Lumajang Lebih Maju ? (Tangapan Publik - Bagian ke 2)
Tulisan pertama yang berjudul ”Mampukah As’at Malik Membawa Lumajang Lebih Maju ?” ternyata menuai tanggapan yang beragam. Baik dari masyarakat umum maupun dari kalangan birokrasi. Setidaknya tulisan itu dilihat sebagai sebu...

Aspirasi

Minggu, 10 Mei 2015 07:41
Menanti Pembangunan Lumajang Yang Inovativ (Bagian 1)
Dalam setiap pergantian kepemimpinan disetiap daerah, selalu saja lahir jargon yang mengarah kepada usaha perbaikan kesejahteraan masyarakat. Jargon-j...

Birokrasi

Satpol PP Hentikan Pengerjaan Tower Milik PT. Datalink

Selasa, 25 Agustus 2015
Satpol PP Hentikan Pengerjaan Tower Milik PT. Datalink <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:336px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Arif Sukamdi, Kabag Pemerintahan Desa Setda Lumajang</span></span>Wartalumajang.com </strong>- Kekosongan pejabat Kepala Desa (Kades) dipuluhan desa diseluruh wilayah Kabupaten Lumajang sejak lebih dari setahun terakhir, dipastikan masih akan berlanjut. Pasalnya, Pemkab Lumajang telah menetapkan pelaksanaan Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) secara serentak, baru pada akhir tahun nanti. Arif Sukamdi, Kepala Bagian Pemerintahan Desa Pemkab Lumajang kepada wartawan mengatakan, Pilkades serentak baru akan diselenggarakan secara bersama-sama, pada akhir November mendatang.</p> <p>"Pelaksanaan Pilkades serentak akan diselenggarakan Kamis (26/11/2015). Jumlah Desa yang akan menggelar Pilkades serentak, sesuai data kami sebanyak 32 desa yang tersebar di 15 Kecamatan," kata Arif Sukamdi.</p> <p>Sebelum Pilkades serentak diselenggarakan, Pemkab Lumajang telah melakukan berbagai rangkaian kesiapan. Diantaranya mengajukan Perda dan membuat Perbup (Peraturan Bupati) tentang pelaksanaan Pilkades serentak. "Kesiapan regulasi yakni Perda dan Perbup tentang Pilkades yang merujuk ke Undang-Undang Nomor 6 Tentang Desa, PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 43 dan Permendagri (Peraturan Menteri Dalam Negeri) Nomor 133 Tentang Pilkades sebagai payung hukumnya," jelas Arif Sukamdi kemudian.</p> <p>Kesiapan lainnya, menyusun administrasi pendukung berupa buku panduan. Terutama panduan ketika terjadi selisih hitung dalam pelaksanan Pilkades. "Sehingga apabila terjadi, maka pelaksana baik di level Desa maupun Kecamatan panitia sudah siap dengan solusinya," terangnya.</p> <p>Komunikasi dengan beberapa pihak lainnya juga sedang dilakukan. Kata Arif Sukamdi, pihak lain yang dimaksud diantaranya soal keamanan ketika Pilkades berlangsung. Didalamnya juga ada kepanitiaan Kabupaten untuk mengawal pelaksanaan Pilkades serentak ini. Komunikasi dan persiapan ini penting untuk dilakukan, karena menurut Arif Sukamdi, pelaksanaan Pilkades serentak di 32 Desa nanti akan sarat dengan beragam potensi gangguan Kamtibmas. Pasalnya, sejauh ini cukup banyak figur yang mulai bersiap untuk mendaftarkan diri sebagai calon.</p> <p>Sampai sejauh ini sudah tercatat ada 58 calon kepala desa dari 32 desa yang ada di Lumajang. Hal ini diketahui dari RS. Dr. Haryoto Lumajang, dimana para calon kades ini melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai salah satu persyaratan untuk mencalonkan diri sebagai kepala desa. (ww)</p>

"> 26 September, Pilkades Serentak Di Lumajang ...
  • "> 3 Nama Casekda Diserahkan ke Bupati ...
  • "> 109 Napi Lumajang Dapat Remisi, 12 Diantaran...
  • "> Lebih Dari Lima Tahun Pimpin SKPD, Akan Sege...
  • Hukum

    Satreskrim Tengah Memburu 5 Pelaku Begal

    Senin, 24 Agustus 2015
    Satreskrim Tengah Memburu 5 Pelaku Begal <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:372px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Logo Perhutani</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Kasus penangkapan Tarik alias Joyo (65) Warga Dusun Sidorejo Desa Pandansari Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, pada Selasa (28/7) lalu, semakin mengemuka. Penangkapan itu dilakukan dilakukan oleh gabungan dari Polres Lumajang dan Polhut Perhutani Probolinggo-Lumajang. Hal ini disampaikan oleh Misbakhul Munir, Waka KSHPH Lumajang, via telpon, Kamis (20/8) siang.</p> <p>Dia menjelaskan, penangkapan itu dilakukan karena Joyo dianggap telah melakukan kegiatan perkebunan tanpa ijin. “Yang ditangkap itu orang Probolinggo dan secara pengelolaan kehutanan itu masuk RPH Probolinggo,” katanya. Dijelaskan, dirinya merupakan wakil administrasi dan posisinya ikut mendampingi yang punya wilayah KPH Probolinggo.</p> <p>“Jadi, kalau ingin lebih jelas silahkan menghubungi KPH Probolinggo. Yang punya wilayah itu Probolinggo,” ungkapnya. Ditanya mengapa Joyo ditangkap dan proses di Lumajang, padahal dia merupakan orang Probolinggo dan melakukan kegiatan pertanian di KPH Probolinggo, Munir menjelaskan, KPH Probolinggo itu meliputi Probolinggo-Lumajang dan Besuki-Situbondo.</p> <p>“Kasus hukumnya di Lumajang secara administrasi pemerintahan ikut Lumajang tapi secara pengelolaan kehutanan itu masuk RPH Probolinggo, yang punya wilayah itu Probolinggo,” ujarnya. Secara administrasi ikut wilayah hukum Lumajang. Dari data yang ada, kegiatan ini dilakukan di petak 73 kawasan hutan Perhutani RPH Wonokerso, PKPH Sukopuro, KPH Probolinggo.</p> <p>Perlu diketahui, sebagaimana yang disampaikan Supangkat, pegiat Kelompok Tani Gucialit, bahwa Joyo awalnya merupakan salah seorang anggota LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) yang bekerja dibawah naungan Perhutani. Namun, setelah ada perber 3 menteri bersama BPN dia keluar dari LMDH dan mulai melakukan pendataan petani yang menggarap tanah hutan rakyat yang ditangani perhutani hingga akhirnya ditangkap di tegal garapannya di Gucialit, pada 28 Juli 2015, sekitar pukul 11.00 WIB.</p> <p>Sebelum diserahkan kepada aparat kepolisian, kata Supangkat, Joyo dihajar hingga pipi sebelah kirinya memar. Bukan hanya itu, di depan mata istrinya, celana Joyo juga dilepas hingga telanjang. Sedangkan uangnya sebanyak Rp 3.225.000,- dirampas. Sang istri yang protes atas penangkapan Joyo, dibentak dan diancam akan ditangkap juga.</p> <p>Sekedar mengingatkan, data yang pernah direlease Polres Lumajang, barang bukti yang berhasil diamankan dari Joyo antara lain uang tunai Rp 3, 1 juta, 2 buah cangkul, 1 buah tas pinggang warna hitam, 4 buah KTP asli, 1 buah foto kopi KTP dan 1 lembar sket gambar bagian lahan kelompok penggarap di blok pasang gosong, potongan ranting pohon kopi, 1 buah pohon pisang, 1 batang ketelah pohon, 1 ikat rumput. (syam)</p>

    "> Misbakhul Munir : Soal Penangkapan Joyo, Kal...
  • "> Polsek Ranuyoso Grebek Perjudian Di Desa Sum...
  • "> Rambu Larangan Truk Melintas Pagi Hari Mulai...
  • "> Curi 2 Motor dan 1 Senapan Angin, 3 Pelaku D...
  • Politik

    H. Lutfi Irbawanto Dan Dr. Buntaran Resmi Calon Wabup Lumajang

    Selasa, 18 Agustus 2015
    H. Lutfi Irbawanto Dan Dr. Buntaran Resmi Calon Wabup Lumajang <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Foto Ilustrasi</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Panandatangan usulan calon wakil bupati Lumajang gagal lagi. Pertemuan tiga partai pengusung calon wakil bupati yang digelar Bupati Lumajang kembali menemui jalan buntu. Partai Golkar versi Agung Laksono menolak mendantangani form usulan calon wakil bupati Lumajang karena dua kubu partai Golkar masih beda nama soal calon wabup dari partai berlambang beringin itu.</p> <p>H. Hartono, calon wabup dari Partai Golkar versi Munas Ancol atau Golkar Versi AL kepada media ini mengatakan, penolakannya terhadap penandatangan usulan nama calon wakil bupati disebabkan oleh dua hal. Yang pertama karena Ketua DPD Partai Golkar Versi AL Ir. Agus Salim yang diundang dalam pertemuan itu tidak bisa hadir, sehingga tidak bisa membubuhkan tandatangannya. Yang kedua disebabkan perbedaan perbedaan nama calon wabup dari dua kubu partai Golkar itu.</p> <p>“Memang ketua kami Pak Agus Salim tidak hadir dalam pertemuan itu. Sehingga tidak bisa ikut tandatangan dalam usulan itu. Yang kedua karena perbedaan nama calon wabup. Kalau dari kami, selama tidak perubahan nama calon wabup dari DPD I, maka kami akan tetap dengan usulan kami,” kata Hartono ketika dikonfirmasi via telepon selularnya.</p> <p>Sekedar diketahui sampai saat ini, Partai Golkar kedua kubu masih bersikukuh dengan calonnya masing-masing. Partai Golkar versi ARB mengusulkan nama dr. Buntaran, sedangkan Partai Golkar versi AL mengusulkan nama H. Hartono sebagai calon wabup. Perbedaan kedua nama ini memungkinkan proses pemilihan wakil bupati Lumajang masih akan menghadapi jalan berliku yang cukup panjang.</p> <p>Sementara DPD PAN Lumajang mencalonkan Ir. Lutfi Irbawanto, sedangkan Partai Demokrat mengusung nama dr. Buntaran mantan Sekda Lumajang. Usulan Partai Demokrat ini sama dengan usulan dari Partai Golkar versi ARB. Munculnya Partai Golkar versi ARB yang mengklaim sebagai Partai Golkar yang diakui oleh Kementerian Hukum dan HAM, menjadikan proses ini lebih lama karena kedua kubu masih ngotot dengan calon nama calon wabup yang berbeda.</p> <p>Sementara PLt Ketua DPD PAN Lumajang Usman Arif yang dikonformasi secara terpisah mengatakan, pasca pertemuan yang berlangsung jumat (14/) malam, sampai sekarang belum ada egenda untuk melalukan pertemuan lagi. “Tidak ada agenda pertemuan lagi sampai sekarng mas, bahkan sekarang para calon sudah sampai pada tahap melengkapi persyarata administrasi. Itu saja yang saya tahu mas,” kata Usman Arif. (fat)</p>

    "> Partai Golkar AL dan ARB Belum Satu Nama, Pe...
  • "> H. Lutfi Irbawanto SH : “Pemilihan Wabup L...
  • "> H. Hartono : Bupati Harus Gunakan Azas Legal...
  • "> Tiga Parpol Sudah Bertemu Bupati, Dua Kubu P...
  • Aneka Rupa

    Nenek Ponisah, Tukang Pijat Balita Akhirnya Berangkat Haji

    Rabu, 26 Agustus 2015
    Nenek Ponisah, Tukang Pijat Balita Akhirnya Berangkat Haji <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:338px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Sejumlah mahasiswa ketika membantu warga membuat mesin dongki</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Musim kemarau yang berkepanjangan dan mengakibatkan bencana kekeringan disejumlah kecamatan di Lumajang nampaknya menggugah para mahasiswa Universitas Muhamadiyah Malang yang tengah melakukan KKN di Desa Mojo Kecamatan Padang, mereka bergotong royong bersama warga membuat mesin dongki untuk mengalirkan air bersih dari sumber mata air ke pemukiman warga.</p> <p>Puluhan mahasiswa yang tengah elaukan KKN ini bersama warga bahu membahu memasang pipa paralon mulai dari sumber mata air menuju ke pemukiman warga yang jaraknya sekitar 1 km, sedangkan mesin dongki yang dipasang di sumber mata air dimodifikasi oleh mahasiswa ini tanpa menggunakan bahan bakar maupun listrik, sebagai penggeraknya adalah aliran air yang ada disumber tersebut.</p> <p>Adita Putri, salah satu mahasiswi yang ikut dalam kegiatan tersebut mengatakan, dia bersama kawan-kawannya tergerak ketika melihat nasib warga Desa Mojo yang sering kekurangan air bersih ketika musim kemarau tiba, mereka harus berjalan hampir 1 km untuk mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. “Ini merupakan salah satu karya nyata kami sebagai mahasiswa dalam membantu masyarakat,” katanya.</p> <p>Dia juga berharap agar pemerintah daerah segera tanggap dengan penderitaan yang dialami warganya, karena menurut warga krisis air bersih ini selalu dialami warga setiap musim kemarau tiba. “Untuk mengatasi krisis air bersih yang ada di Lumajang ini perlu ada upaya nyata dari pemerintah daerah,” ujar gadis manis ini.</p> <p>Sementara itu warga sekitar mengaku senang dengan kegiatan sosial yang dilakukan mahasiswa ini karena sudah bertahun-tahun warga Desa Mojo selalu mengalami krisis air bersih saat musim kemarau. “Setelah ada mesin ini warga tidak perlu jauh-jauh untuk mencari air bersih mas,” ungkap Suroso, warga sekitar.</p> <p>Selain membuat atau memodifikasi mesin dongki secara manual para mahasiswa juga membuat tandon air yang berfungsi untuk menyimpan air bersih yang dialirkan melalui mesin dongki tersebut. (ww)</p>

    "> Krisis Air Bersih, Mahasiswa Bantu Warga Bik...
  • "> Perempat Final Sepak Bola Dandim Cup Dibuka ...
  • "> Ketua KONI Mendatang Harus Mampu Membangun K...
  • "> LIRA Lumajang : Kalau Tidak Bisa Berbenah, P...
  • Peristiwa

    Sebelum Beraksi, Komplotan Curwan Tempeh Hisap Sabu Dulu

    Selasa, 01 September 2015
    Sebelum Beraksi, Komplotan Curwan Tempeh Hisap Sabu Dulu <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:438px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Para tersangka pencurian hewan di Tempeh ketika dibawa ke Mapolres Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Aksi pencurian hewan khususnya sapi diwilayah selatan Lumajang sudah cukup meresahkan warga, pasalnya aksi ini sudah sering terjadi, namun pelakunya belum tertangkap. Berkat kerja keras tim Reskrim Polres Lumajang bersama jajaran Polsek diwilayah tersebut, 6 anggota komplotan sepesialis pencurian hewan (curwan) yang sering beraksi disana berhasil ditangkap dan satu diantaranya terpaksa ditembak kakinya karena melawan petugas, Jumat (28/8).</p> <p>Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Heri Sugiono ketika dikonfirmasi media ini usai memimpin penangkapan komplotan tersebut mengatakan sekitar pukul 02.30 Wib tim Resmob melakukan patroli dikawasan Desa Selok Anyar Kecamatan Pasirian.</p> <p>“Saat itu kami mencurigai satu unit truk warna kuning yang melintas, tim memberi isyarat kepada sopir truk untuk menepikan kendaraannya, namun sopir truk tidak mengindahan dan terus memacu truknya hingga nyaris menabrak petugas yang hendak melakukan pemeriksaan,” katanya.</p> <p>Truk Nopol Z-8996-NF terus melaju dengan kecepatan tinggi kearah utara, sesampainya didepan kantor Desa Tempeh Lor Kecamatan Tempeh petugas berhasil menghentikan kendaraan tersebut, namun sejumlah orang yang menumpang truk melakukan perlawanan dan melarikan diri ke pemukiman warga.</p> <p>“Kami melihat dari ketinggian ada dua ekor sapi didalam bak truk dan tiga orang tersangka juga ada didalamnya, sedangkan dua lagi ada didepan. Ketika truk berhasil kami hentikan, mereka melakukan perlawanan dan berusaha kabu kearah pemukiman warga, satu tersangka terpaksa kami ambil tindakan tegas dengan menembak kakinya karena melawan petugas,” bebernya.</p> <p>Setelah dilakukan pengejaran tim Resmob berhasil menangkap kelimanya, dan satu orang lagi yang ikut mengawal truk tersebut dengan mobil Daihatsu Taft N-1173-YK Warna Hitam juga langsung diringkus tim Resmob.</p> <p>Satu tersangka yang berperan sebagai sopir truk berinisial An (36) warga dusun.Kalibanter Desa Kalipenggung Randuagung, kemudian 4 tersangka yang berperan sebagai eksekutor antara lain Moh (25) warga Desa Sumber Bringin Klakah, Tos (35) warga Dusun. Duren Wetan, Desa Duren Klakah, R (23) Dusun Krajan Desa Buwek Randuagung, Bul (47) warga Dusun.Darungan Desa Ledok Tempuro Randuagung, dan yang terakhir yang bertindak selaku penunjuk jalan dan droping pelaku adalah Hol (35) warga Dusun Kalikembar Desa Selok Anyar Kecamatan Pasirian.</p> <p>Dari tangan para tersangka petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit kendaraan Mitsubishi Canter Colt Diesel No.Pol Z 8996 NF warna kepala kuning dan bak Kuning, Satu Unit Kendaraan Daihatsu Taft N 1173 YK Warna Hitam, dua senjata tajam jenis clurit, satu ekor sapi jenis limosin betina warna hitam dalam keadaan hamil dan satu ekor sapi jenis limosin jantan warna merah usia 7 tahun.</p> <p>Usai ditangkap, para tersangka langsung dibawa ke Mapolres Lumajang untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan. Tersangka bakal dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. “Ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara,” pungkas AKP Heri Sugiono. (ww)</p>

    "> Polisi Tangkap 6 Anggota Komplotan Curwan ...
  • "> Perahu Terbalik Dihantam Ombak Ganas, Empat ...
  • "> 2 Nenek Diamankan Polisi Karena Jual Miras...
  • "> Truk Muat Aspal Tabrak 5 Mobil, Dua Mobil Ma...
  • Wisata Budaya

    Bupati Resmikan Museum, Dan Pastikan Tim Cagar Budaya Segera Dibentuk

    Senin, 24 Agustus 2015
    Bupati Resmikan Museum, Dan Pastikan Tim Cagar Budaya Segera Dibentuk <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Bupati Lumajang menunjuk salah satu peninggalan sejarah Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Pembentukan tim ahli cagar budaya merupakan sebuah keharusan agar benda-benda peninggalan bersejarah bisa segera diselamatkan dan diregister. Jika tidak tim ahli cagar budaya ini tidak dibuat, apalagi masih menunggu PP (Peraturan Pemerintah) yang belum jelas sampai kapan, maka seluruh benda yang layak masuk sebagai cagar budaya atau kawasan cagar budaya, akan musnah atau dihabiskan oleh para pencuri.</p> <p>“Ini mendesak untuk segera dibentuk. Kan acuannya sudah ada, yakni Undang-Undang Nomer 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya,” kata Y. Hanan Pamungkas, Ketua Ikatan Ahli Arkeologi (IAA) Jawa Timur, pada saat menghadiri Pembukaan Museum Kabupaten Lumajang, di KWT, Senin (24/8) siang.</p> <p>Dijelaskan, saat ini, benda-benda cagar budaya yang diduga tersebar dibeberapa titik di Lumajang, perlu diselamatkan dan tidak diburu oleh para kolektor yang tidak bertanggung jawab. Pemerintah daerah, dalam hal ini Disbudpar, tidak perlu terlalu rumit atas belum terbitnya PP yang mengatur secara teknis masalah tim ahli cagar budaya.</p> <p>“Kalau menunggu PP terbit, bisa-bisa habis benda yang termasuk benda cagar budaya. Keburu kalah cepat dengan malingnya. Benda benda, tersebut juga gak bisa terkontrol dan gak terregister. Siapa yang akan melakukan itu semua? Ya tim ahli cagar budaya. Jadi, menurut saya gak perlu menunggu PP,” kata Y. Hanan Pamungkas, kemudian.</p> <p>Karena tidak ada PP yang mengatur teknis pembentukan tim ahli cagar budaya, maka aturan yang ada saja dipakai. Seperti UU No. 11 Tahun 2010 maupun perda yang sudah disahkan. Tim ahli cagar budaya, kata Y. Hanan, bisa diangkat dengan acuan perda yang sudah dibuat.</p> <p>“Nanti kalau PP sudah jadi kan bisa diperbaharui. Kalau tim ahlinya misalnya harus bersertifikasi kan tinggal disertifatkan. Intinya, kita jangan nunggu PP yang belum jelas sampai kapan,” ujarnya.</p> <p>Apalagi misalnya perdanya menyebutkan bahwa, tim ahli cagar dibuat atau ditindak lanjuti dengan pembuat perbup. “Itu yang dijadikan acuan. Bupati tinggal menerbitkan perbup, selesai,” imbuhnya.</p> <p>Di tempat yang sama, Dra. Endang Prasanti, Kabid Museum Sejarah dan Purbakala Jawa Timur, menjelaskan, terkait museum dan pembentukan tim ahli cagar budaya diatur dalam UU No.11 Tahun 2010, dan sebetulnya yang membentuk assasment tim ahli cagar budaya adalah dari pusat. Namun, dengan adanya perda dan perbub, maka tim ahli ini sudah bisa dibentuk.</p> <p>“Atau pemerintah daerah bisa melakukan konsultasi kepada pemerintah pusat. Nanti pemerintah pusat akan memutuskan apakah akan dilakukan assessment atau alternatif lain tim ahli dibentuk dulu oleh pemerintah daerah,” ujarnya.</p> <p>Ditanya apakah tidak menyalahi aturan perundang-undangan pembentukan tim ahli cagar karena tidak adanya PP yang secara teknis mengatur masalah ini, dia menyatakan tidak ada persoalan. Sepanjang ada cantolan hukumnya yakni undang undang tentang cagar budaya dan perda, maka pembentuk tim ahli cagar budaya bisa segera dilakukan.</p> <p>“Ketimbang nanti ada penggalian secara liar, gimana coba. Kalau masih menunggu PP, habislah kita. Keburu habis tuh benda-benda cagar budaya. PP nya nanti terbit tapi benda cagar budaya nya udah hilang. Jadi, gak perlu nunggu PP,” tukasnya.</p> <p>Yang penting kata Endang, panggilan karibnya, Undang-Undan No. 11 Tahun 2010 dan perda tentang cagar budya yang sudah didok bisa disosialisasikan kepada masyarakat kemudian diikuti pembentukan tim ahlinya. “Jadi keberadaan museum dan tim ahli cagar budaya mendesak,” imbuhnya. (syam)</p>

    "> Membentuk Tim Ahli Cagar Budaya Tak Perlu Nu...
  • "> Meriah…! Konser Amal Untuk Situs Biting...
  • "> Kekhawatiran Bahaya Air Terjun Tumpak Sewu A...
  • "> Wisata Alam Cuban Sewu Baru Bisa Dikembangka...
  • Suasana demo didepan kantor Kejaksaan Negeri LumajangSuasana demo didepan kantor Kejaksaan Negeri LumajangWartalumajang.com - Puluhan Aktivis Solidaritas Masyarakat Tranpransi Lumajang, hari ini, Jumat (17/5), menggelar aksi demo dikantor Kejaksaan Negeri Lumajang. Mereka meminta agar Kejaksaan Negeri Lumajang segera menuntaskan pengusutan dana APBN untuk Proyek Listrik Tegangan Rendah (PLTR) senilai Rp. 2,7 Milyar.

    Puluhan aktivis LSM ini datang ke kantor Kejaksaan Negeri Lumajang dengan membawa sejumlah poster yang isinya mendesak Kejaksaan Negeri Lumajang segera melanjutkan penyidikan kasus ini. Namun karena kantor Kejaksaan Negeri Lumajang sedang dalam proses renovasi, para aktivis ini tidak bertemu dengan siapapun, sampai kemudian mereka membubarkan diri.

    Menurut informasi yang berhasil kami himpun dana untuk ini senilai Rp. 2,7 M berasal dari dana APBN. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan pelaksanaan dari proyek ini. "Listrik adalah kebutuhan masyarakat, dan kami harapkan masalah ini segera dituntaskan," kata salah seorang demonstran hari ini.

    Sementara Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lumajang ketika dihubungi via ponselnya mengaku tidak tahu soal demo tersebut, karena dirinya sedang berada diluar. Soal kasus listrik itu sendiri, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lumajang mengatakan bahwa untuk kasus tersebut sekarang masih dalam tahap pengumpulan data.

    "Belum sampai ke penyidikan mas, sekarang ini kita masih sedang mengumpulkan data. Jika memang datanya sudah lengkap baru kita tingkatkan ketahap berikutnya. Jadi sekarang ini kami masih berusaha mencari data-data soal itu," katanya via ponsel hari ini.

    PLTR ini di Lumajang ada di tiga desa, yakni Desa Kalibendo Kecamatan Pasirian, Desa Bedayu Talang Kecamatan Senduro dan Desa Sawaran Lor Kecamatan Kedungjajang. Namun seluruh informasi tentang proyek ini masih belum dikonformasikan ke Pemkab Lumajang, apakah benar Lumajang mendapatkan proyek tersebut.

    Sementara itu, seorang tokoh LSM asal Surabaya yang sempat melalukan kontak dengan media ini mengatakan, bahwa pihaknya akan menggelar aksi serupa di Kejaksaan Tinggi jika kasus ini didiamkan terlalu lama. "Kita akan berusaha mencari datanya, dan kalau sampai dibiarkan kami akan menggelar aksi ini ke Kejaksaan Tinggi di Surabaya," jelasnya.

    Web Designer