Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
Kejam !! Nenek 69 Tahun Meninggal Karena Dilempar Bondet
Senin, 30 Maret 2015 18:00 WIB
Wartalumajang.com – Bondet kembali menelan korban jiwa. Kali ini korbannya adalah Mbok Dulhari warga dusun Pandansari Desa Jatimulyo, Kecamatan Kunir Lumajang. Kejadian ini sempat membuat warga heboh karena tak menyangka seorang nenek yang sudah berusia sekitar 69 tahun masih harus jadi korban pel...
Pekan Lalu Bos PT. IMMS Dipanggil Kejaksaan Tinggi Untuk Jadi Saksi Bagi Karyawannya
Senin, 30 Maret 2015, 16:17 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Bos PT. IMMS Lam Cong San pekan lalu dipanggil Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk menjadi saksi dal [ ... ]

Curi Kedelai 2,5 Kg, Mbah Ngatmanu Divonis 14 Hari Penjara
Senin, 30 Maret 2015, 16:16 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Setelah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Lumajang, mbah Ngatmanu (73) war [ ... ]

2 Pelaku Begal di Kunir Ditangkap Polisi
Senin, 30 Maret 2015, 15:52 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Aksi begal kembali terjadi diwilayah hukum Polres Lumajang, kali ini terjadi di Kecamatan Kunir [ ... ]

Tiga Orang Hanyut Banjir, Dua Orang Selamat, Satu Orang Belum Ditemukan
Minggu, 29 Maret 2015, 08:11 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Karena nekad menyeberangi jembatan kali Pengari desa Sawaran Kulon Kecamatan Kedungjajang Lumajang [ ... ]

Senin, 23 Pebruari 2015 16:38
Serial Bupati Baru (1) : Pak Bupati, Apa Kabar Pasir Besi Lumajang
Sejatinya tak ada satupun pekerjaan yang tak boleh tuntas. Karena jika tidak tuntas, bisa saja disebut bekerja setengah hati. Di Lumajang cukup banyak pekerjaan yang seharusnya dituntaskan yang hingga saat ini masih meninggalkan t...

Aspirasi

Rabu, 11 Maret 2015 06:34
Harun Nur Rosyid (NasDem) : Sudah Masuk Dalam RDKK, Kenapa Pupuk Kadang Langka ?
Wartalumajang.com – Politisi Partai NasDem Harus Nur Rosyid mempertanyakan terjadinya kelangkaan pupuk bersubdisi di Lumajang. Menurut Harun, jika p...

Birokrasi

Walau Bangunan Belum Rampung, Kantor BPBD Tetap Akan Ditempati

Jumat, 27 Maret 2015
Walau Bangunan Belum Rampung, Kantor BPBD Tetap Akan Ditempati <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:631px;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Kabag Tata Pemerintahan Pemkab Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Sampai sekarang belum ada keputusan final soal kepemilikan B29 untuk dikelola menjadi obyek wisata. Upaya pengukuran yang dilakukan oleh Pemprov dengan difasilitasi oleh Kodam V Brawijaya beberapa waktu lalu belum menghasilkan keputusan final soal letak Puncak B29 apakah ikut Lumajang atau Probolinggo.</p> <p>Kepala Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Lumajang Hendra Agung SH, ketika dikonfirmasi media ini mengatakan, sampai saat ini pemerintah Propinsi Jawa Timur masih memberikan kesempatan kepada Pemkab Lumajang dan Probolinggo soal titik B29 tersebut berikut rencana pengelolaannya.</p> <p>“Kita diberi waktu untuk berunding mas. Tapi sekarang memang belum ada titik temu soal wilayah B29 tersebut. Karenanya untuk sementara kita mengikuti saja apapun yang terjadi. Karena masyarakat memang tahunya B29 itu adalah bagian dari Lumajang,” kata Hendra Agung kepada media ini.</p> <p>Menyinggung batas waktu perundingan yang diberikan oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur, Hendra Agung menyatakan bahwa batas waktunya sebenarnya sudah berkahir. Namun memang sekarang belum ada kesepakatan antara Lumajang dan Probolinggo.</p> <p>“Sudah berakhir sebenarnya mas, kita tunggu saja nanti hasilnya. Kalau sekarang sebenarnya tidak masalah karena masyarakat tetap banyak yang datang dan tahunya itu adalah bagian dari Lumajang,” jelas Hendra Agung kemudian. (fat)</p>

"> Belum Ada Putusan Soal B29, Pemprov Jatim Mi...
  • "> Kabar Pelantikan Bupati, Disertai Harapan Ba...
  • "> SK Pengangkatan As’at Malik Sudah Turun, T...
  • "> Dianggap Tak Ada Itikat Baik, Tambang Ilegal...
  • Hukum

    Pekan Lalu Bos PT. IMMS Dipanggil Kejaksaan Tinggi Untuk Jadi Saksi Bagi Karyawannya

    Senin, 30 Maret 2015
    Pekan Lalu Bos PT. IMMS Dipanggil Kejaksaan Tinggi Untuk Jadi Saksi Bagi Karyawannya <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Mbah Ngatmanu dihadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Setelah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Lumajang, mbah Ngatmanu (73) warga Desa Dawuhan Lor Kecamatan Sukodono yang dituduh mencuri kedelai sebanyak 2,5 Kg akhirnya divonis bersalah dan dijatuhi hukuman selama 14 hari kurungan.</p> <p>Kasus ini terungkap saat Ngatmanu yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, tertangkap basah sedang mencuri kedelai basah di pabrik tahu milik Haryanto. Korban mengaku sangat dirugikan oleh ulah terdakwa ini, oleh karenanya dia melaporkan kasus ini ke Polsek Sukodono.</p> <p>Sidang yang dipimpin hakim Prisella D Simanjuntak dengan agenda pembacaan putusan hari ini, Senin (30/3), berlangsung lancar tanpa hambatan, berbeda dengan sidang sebelumnya yang diwaranai aksi protes dari puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lumajang.</p> <p>Dalam putusan yang dibacakan hakim Prisella D Simanjuntak, terdakwa divonis terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian, dan atas perbuatannya terdakwa dijatuhi hukuman pidana kurungan atau penjara selama 14 hari. Selain itu terdakwa juga dibebankan membayar biaya perkara. “Yaitu sebesar Rp 2.500,” kata perempuan yang menjadi hakim ketua dalam persidangan ini.</p> <p>Atas putusan tersebut baik terdakwa maupun jaksa penuntut umum (JPU) mengaku menerima putusan tersebut dan tidak akan melakukan upaya hukum selanjutnya. “Saya senang kasus bapak saya sudah diputus dan langsung bisa bebas,” kata Hikmawati, putri terpidana usai persidangan ditutup.</p> <p>Ngatmanu juga mengaku kapok dan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya, selanjutnya dia akan menjalani profesinya sebagai buruh tani. Bahkan jika lagi tidak ada pekerjaan dia berjanji akan merawat istrinya yang tengah sakit. “Kalau nggak ada kerjaan ya saya akan merawat istri saja,” ujar lelaki renta ini.</p> <p>Sementara itu Nurchoyin selaku JPU dalam kasus tersebut merasa lega karena hakim sependapat dengan pihaknya yang telah menuntut terpidana dengan tuntutan 14 hari penjara. “Karena sudah sesuai dengan tuntutan kami maka kami menerima putusan tersebut dan tidak akan melakukan upaya hukum lain,” katanya.(ww)</p>

    "> Curi Kedelai 2,5 Kg, Mbah Ngatmanu Divonis 1...
  • "> Awal Bulan Depan, Gugatan Tanah SMPN 1 Sukod...
  • "> Residivis Curas Berhasil Ditangkap Polisi Sa...
  • "> Polisi Ringkus Dua Pemuda Spesialis Pencuri ...
  • Politik

    As’at Malik Harus Mandiri Dalam Ambil Keputusan Soal Wabup

    Kamis, 12 Maret 2015
    As’at Malik Harus Mandiri Dalam Ambil Keputusan Soal Wabup <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:336px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Sujatmiko Sh, Ketua DPD Partai Golkar Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Kisruh partai Golkar khususnya ditingkat pusat antara kubu Abu Rizal Bakrie (ARB) dengan kubu Agung Laksono nampaknya tidak berpengaruh di Lumajang, Karena DPD Golkar Lumajang pilih menunggu keputusan final atau keputusan yang berkekuatan hukum tetap.</p> <p>Hal ini disampaikan Ketua DPD Golkar Lumajang  Sujatmiko ketika dikonfirmasi media ini di kantor DPRD Lumajang siang ini, Kamis (05/3). Ditambahkannya, penjelasan dari kubu ARB menyatakan masih ada ruang untuk melakukan banding sehingga keputusan Mahkamah Partai yang memenangkan kubu Agung Laksono itu belum final. “Dari kubu pak Abu Rizal atau kubu munas Bali menyatakan keputusan itu belum final,” katanya.</p> <p>Ketika disinggung apakah DPD Golkar Lumajang lebih mendukung kubu munas Bali atau tidak, dengan tegas Jatmiko mengatakan bukan hanya Lumajang yang mendukung hasil munas Bali, hampir seluruh DPD mendukung hasil munas Bali.</p> <p>Namun pihaknya akan mendukung segala keputusan final yang diambil, karena DPD Golkar Lumajang akan menganut pada keputusan yang memiliki legalitas. Selain itu sejauh ini pihaknya juga selalu menjalin komunikasi dengan kedua belah pihak. “Pada intinya kami akan patuh pada pimpinan yang mempunyai legalitas atau berkekuatan hukum yang mengikat,” pungkas Sujatmiko. (ww)</p>

    "> Golkar Lumajang Tunggu Keputusan Final...
  • "> Herman Affandi : Walau Menang Tipis Yang Pen...
  • "> DPC PKB Lumajang Kembali Bergolak...
  • "> Seluruh Pengurus DPC PAN “Kompak” Ajukan...
  • Aneka Rupa

    Harga Bawang Merah Mahal, Usaha Kuliner Mengeluh

    Jumat, 27 Maret 2015
    Harga Bawang Merah Mahal, Usaha Kuliner Mengeluh <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:960px;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Model seperti inilah yang cukup digemari para remaja</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Maraknya modiv sepeda motor menjadi Velk kecil, setir rendah dan berbagai modifikasi lainnya tidak akan pernah dibina, namun akan ditertibkan. Kapolres Lumajang AKBP Aries Syahbudin dengan tegas hari ini mengatakan, jika hanya dibina dan diarahkan tidak akan membawa dampak perubahan. Namun akan beda hasilnya jika pelaku modiv motor yang terkesan memaksakan diri harus ditertibkan setiap ada operasi.</p> <p>“Apanya yang mau dibina, ya kita tertibkan saja. Begitu terjaring dalam operasi yang digelar polisi, maka yang bersangkutan harus mengganti dengan velg standart, termasuk stir harus dikembalikan kepada bentuk semula. Bahkan belakangan kami minta orang tuanya ikut mengantar anaknya untuk mengambil motornya di kantor polisi. Ini kami lakukan agar mereka jera dengan modiv motor tersebut,” kata Kapolres Lumajang.</p> <p>Selama ini usaha untuk menertibkan modiv motor yang merubah bentuk motor menjadi kurang nyaman untuk dikendarai terus dilakukan. Bahkan untuk menimbulkan efek jera, Polres Lumajang mengambil sikap dengan cara menyita aksesories motor yang kurang pas tersebut. Sayangnya sampai sekarang motor-motor dengan modifikasi tersebut masih cukup banyak berkeliaran di Lumajang.</p> <p>Pada malam minggu misalnya motor-motor seperti ini masih kerap kali dengan mudah bisa dijumpai, walaupun Polres terus gencar melakukan operasi. Motor-motor seperti ini sering keluar pada malam minggu. Bahkan disejumlah sekolah masih dengan mudah bisa ditemukan motor-motor yang dimodiv tersebut. (fat)</p>

    "> Modiv Motor Dengan Velg Kecil Tak Akan Dibin...
  • "> Kabar NU : Silaturahmi PCNU Wilayah Tapal Ku...
  • "> Sisi Barat Ruas Jalan Wonorejo Klakah Berlub...
  • "> Pengurus Kopnas Aku Mandiri Coop Kecewa, Pem...
  • Peristiwa

    Kejam !! Nenek 69 Tahun Meninggal Karena Dilempar Bondet

    Senin, 30 Maret 2015
    Kejam !! Nenek 69 Tahun Meninggal Karena Dilempar Bondet <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:411px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Kapolres ketika menunjukkan senjata tajam yang digunakan pelaku begal</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Aksi begal kembali terjadi diwilayah hukum Polres Lumajang, kali ini terjadi di Kecamatan Kunir. Seorang wanita warga Tempeh menjadi korban pembegalan dan atas kesigapan petugas polisi dua pelaku berhasil ditangkap tak lama setelah kejadian tersebut.</p> <p>Khuraini (41) warga Dusun Krajan Timur Desa Sumberjati Kecamatan Tempeh saat itu, Kamis (26/3), dengan mengendarai Sepeda motor Honda Beat merah Nopol N-3457-QK tengah melintas dijalanan sekitar Desa Kunir Lor.</p> <p>Ketika tiba didekat SMP PGRI Kunir yang ada di Dusun Sumbereling Desa Kunir Lor Kecamatan Kunir dia berhenti dan memarkir kendaraannya ditepi jalan. Tak berapa lama datang dua orang tak dikenal dan mendekati korban, kemudian salah satu pelaku menodongkan pisau keleher korban minta sepeda motornya diserahkan.</p> <p>Karena takut korban akhirnya menyerahkan kendaraannya, tak lama kemudian korban langsung melapor ke kantor polisi terdekat. Setelah mengantongi ciri-ciri pelaku petugas kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya salah satu pelaku berhasil ditangkap.</p> <p>Informasi yang berhasil dikumpulkan dari pelaku yang ditangkap ini polisi langsung melakukan pencarian terhadap satu pelaku lagi. Akhirnya satu pelaku lagi berhasil ditangkap kemarin malam, Minggu (29/3), ketika tengah asyik mabuk-mabukan.</p> <p>Dua pelaku yang ditangkap tersebut antara lain Adi (22), warga Dusun Pandansari Desa Jatimulyo dan Ropik (20), warga Desa Jatigono, keduanya warga Kecamatan Kunir.</p> <p>Hal ini disampaikan Kapolres Lumajang AKBP Aries Syahbudin saat acara press release dengan sejumlah wartawan di Mapolres Lumajang hari ini, Senin (30/3). Menurut Kapolres hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman dan pengembangan terkait terungkapnya kasus ini. “Kami masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini, apakah tersangka ini pernah melakukan aksi serupa dilokasi lain atau tidak tunggu hasil pengembangan lebih lanjut,” katanya.</p> <p>Melihat dari kronologi kejadian ini Kapolres menghimbau agar masyarakat seyogyanya selalu meningkatkan kewaspadaan dan menghindari tempat-tempat yang sepi. “Seperti yang dialami korban ini, hendaknya masyarakat jangan melakukan sesuatu yang kira-kira dapat membuat seseorang melakukan kejahatan karena ada kesempatan,” pungkas AKBP Aries Syahbudin.(ww)</p>

    "> 2 Pelaku Begal di Kunir Ditangkap Polisi...
  • "> Tiga Orang Hanyut Banjir, Dua Orang Selamat,...
  • "> Terlantar, Bocah 10 Tahun Ditemukan “Nggan...
  • "> Polisi Juga Temukan Alat Hisap Sabu Dilokasi...
  • Wisata Budaya

    Wisata Alam Cuban Sewu Baru Bisa Dikembangkan Tahun 2016 Mendatang

    Sabtu, 21 Maret 2015
    Wisata Alam Cuban Sewu Baru Bisa Dikembangkan Tahun 2016 Mendatang <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Inilah penampilan peserta Festival Tari Jaran Slining</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Walau hujan deras tak kunjung reda namun para peserta Festival Tari Jaran Slining tetap berlangsung meriah. Penonton yang ingin menyaksikan acara ini tetap berjubel untuk menyaksikan penampilan para peserta yang dating dari berbagai daerah di Lumajang. Sampai acara dimulai tercatat 39 perserta untuk katagori anak-anak dan remaja. Sedangkan asal peserta mulai dari SD, SMP, SLTA dan Sanggar Seni yang ada di Lumajang.</p> <p>Menurut Zainul Arifin, salah seorang panitia festival ini, dari Festival ini akan diambil tiga penyaji terbaik dari masing-masing katagori. Panitia juga menyediakan dana, trophy dan piagam bagi para penampil terbaik dalam acara ini. Tampak hadir dalam Festival ini Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Lumajang Drs. Gawat Sudarmanto, Sekda Lumajang Dr. Buntaran S dan Wakil Bupati Lumajang Drs. As’at Malik.</p> <p>Sementara tim penilai dalam acara ini menghadirkan akademisi dari Unesa Surabaya, Dinas Budaya dan Pariwisata Jawa Timur serta Dewan Kesenian Lumajang. Tim juri yang berjumlah lima orang ini akan memberikan penilaian kepada seluruh peserta untuk kemudian diambil tiga penyaji yang terbai.</p> <p>Karena peserta ada yang berasal dari SD, maka penampilan para peserta cukup menarik perhatian para penonton karena mereka tampil cukup kocak. Tarian Jaran Slining ini belakangan kian kerap ditampilkan pada acara karnaval tahunan, baik dalam rangka HUT Kemerdekaan RI maupun dalam rangka Hari Jadi Lumajang.</p> <p>“Ini merupakan upaya kita untuk melestarikan tarian Jaran Slining yang ternyata di Lumajang masih cukup banyak peminatnya. Buktinya saat pawai karnaval beberapa waktu lalu, banyak lembaga yang memilih Jaran Slining sebagai bentuk sajian tari mereka. Ini cukup menggembirakan, apalagi sekarang ini peserta banyak anak-anak. Kita sangat berharap generasi muda kita kian mengenali dan mencintai tarian yang berasal dari daerah kita ini,” kata Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Lumajang Drs. Gawat Sudarmanto. (fat)</p>

    "> Ditengah Hujan Deras, Festival Tari Jaran Sl...
  • "> Tim Balai Arkeologi Yogyakarta Teliti Situs ...
  • "> Mulai Tingkat Paud/TK Hingga Camat Ikut Rama...
  • "> Meskipun Hujan Festival Jaran Kencak Tetap B...
  • Foto IlustrasiFoto IlustrasiWartalumajang.com - Dalam kunjungan Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf di Lumajang dalam rangka Harlah NU sabtu (29/6) tadi malam, sempat beredar sebuah buku yang berisi program kerja Pemprov Jatim, yang salah satu isinya tentang kesiapan pemerintahan Soekarwo - Syaifullah Yusuf untuk memerangi prostitusi di Jawa Timur. Bahkan lokalisasi Dolly di Surabaya juga jadi target untuk ditutup.

    "Prostitusi dan banyaknya lokalisasi di Jawa Timur merupakan cermin kegagalan kita bersama. Untuk itu kita harus memiliki komitmen untuk menutup lokalisasi dengan sekuat tenaga. Caranya dengan melibatkan banyak pihak, termasuk pemberdayaan mantan PSK itu sendiri," tulis buku yang beredar dalam pengajian semalam.

    Sebagai bukti dari komitmen itu Gubernur Jawa Timur mengeluarkan surat edaran tentang penutupan 44 lokalisasi di Jawa Timur selam bulan ramadhan. Selain itu juga diinstruksikan kepada pemerintah daerah di Jatim untuk melakukan penutupan secara permanen, tidak hanya pada bulan suci Ramadhan.

    "InsyaAllah PSK yang ada di kabupaten Banyuwangi juga akan ditutup dan selama Ramadhan jangan ada PSK yang melakukan aktivitas prostiusi. Pemprov juga akan akan membantu pemulangan PSK ke daerah dan mereka juga akan diberi modal Rp. 3 juta untuk memulai sebuah usaha," kata Soekarwo dalam buku yang diedarkan semalam.

    Menurut data yang berhasil dihimpun Pemprov Jatim, pada tahun 2011, jumlah PSK di Jatim tercatat 7.127 orang yang tersebar di 47 lokalisasi di 33 Kabupaten/kota di Jatim. Namun pada tahun 2013 telah terjadi penurunan yang sangat drastis. Salah satunya disebabkan adanya penutupan lokalisasi di Blitar dengan 224 PSK, kemudian penutupan lokalisasi Dupak Bangunsari dengan 121 PSK, dan 51 PSK dari Tambak Asri, Dolly, dan Jarak Surabaya yang berhasil dientas dari lokalisasi dan menyatakan berhenti untuk menjalani praktek prostitusi.

    Untuk Surabaya misalnya, Pemprov juga memasang target agar pada tahun 2014 mendatang, Surabaya bisa terbebas dari prostitusi, termasuk Gang Dolly. Namun kata wakil gubernur Jatim Syaifullah Yusuf atau yang dikenal dengan sapaan Gus Ipul, semua itu memerlukan komitmen yang kuat dari semua pihak, termasuk bantuan dari pemerintah guna dilakukannya pemberdayaan kepada mantan PSK yang menyatakan berhenti menjalani profesi itu.

    Web Designer