Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
Berkas Soal Tes Ujian Masuk Sekolah Disimpan di Mapolres Lumajang
Kamis, 02 Juli 2015 18:23 WIB
Wartalumajang.com - Ribuan berkas soal tes ujian masuk sekolah menengah, Kamis (2/7), sudah tiba di Mapolres Lumajang, sejumlah petugas dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Lumajang nampak mulai memilah-milah berkas tersebut disesuaikan dengan kebutuhan ditiap-tiap kecamatan dan juga jenjang sekolah...
Truk Muatan Pasir Terguling di SPBU Labruk
Kamis, 02 Juli 2015, 18:16 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Truk muatan pasir nopol L-8530-UE yang di kemudikan Raffi (29), warga Pasuruan terguling saat men [ ... ]

Pendaftaran Calon Sekda Lumajang Masih Ada 3 Hari Lagi
Kamis, 02 Juli 2015, 17:08 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Hingga kini pendaftaran Calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, masih dibuka. Ada kese [ ... ]

Bupati Akan Kirim Surat Ketiga Kepada Tiga Parpol Untuk Percepat Penentuan Cawabup
Rabu, 01 Juli 2015, 18:14 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Keinginan agar tiga parpol pengusung pasangan SAAt (almarhum Sjahrazad Masdar-Gus As’at) segera  [ ... ]

Pohon Besar di Piket Nol Roboh, Kemacetan Terjadi Sepanjang 3 Km
Rabu, 01 Juli 2015, 15:44 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi kemarin malam, Selasa (30/6), sejak pukul  [ ... ]

Senin, 23 Pebruari 2015 16:38
Serial Bupati Baru (1) : Pak Bupati, Apa Kabar Pasir Besi Lumajang
Sejatinya tak ada satupun pekerjaan yang tak boleh tuntas. Karena jika tidak tuntas, bisa saja disebut bekerja setengah hati. Di Lumajang cukup banyak pekerjaan yang seharusnya dituntaskan yang hingga saat ini masih meninggalkan t...

Aspirasi

Minggu, 10 Mei 2015 07:41
Menanti Pembangunan Lumajang Yang Inovativ (Bagian 1)
Dalam setiap pergantian kepemimpinan disetiap daerah, selalu saja lahir jargon yang mengarah kepada usaha perbaikan kesejahteraan masyarakat. Jargon-j...

Birokrasi

Berkas Soal Tes Ujian Masuk Sekolah Disimpan di Mapolres Lumajang

Kamis, 02 Juli 2015
Berkas Soal Tes Ujian Masuk Sekolah Disimpan di Mapolres Lumajang <p><strong><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:399px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Foto Ilustrasi</span></span></strong>Wartalumajang.com</strong> – Hingga kini pendaftaran Calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, masih dibuka. Ada kesempatan 3 hari bagi yang ingin mendaftarkan diri sebagai Sekda. Pernyataan ini disampaikan Bupati Lumajang, Drs. KH. As’at, M. Ag.</p> <p>Dijelaskan, proses rekruitmen calon Sekda jalan terus dan sudah tahap akhir pendaftaran. “Jalan terus. Pengumumannya sudah kita sampaikan”, ungkapnya dihadapan jurnalis Lumajang hari ini. Setelah proses pendaftaran tahap selanjutnya diproses di Badan Diklat Jawa Timur. Dari situ kemudian hasilnya disampaikan kepada bupati untuk ditetapkan sebagai sekda.</p> <p>“Saya nanti yang menentukan dan memilih nama-nama Sekda yang sudah ikut test di badan diklat,” ujarnya. Gus As’at menyampaikan, hingga kini masih saja ada yang masih mengurus segala persyaratan untuk mendaftarkan diri sebagai Sekda Lumajang.</p> <p>Diharapkan, calon sekda yang lolos merupakan calon terbaik, sehat rohani dan jasmani. “Kalau yang sakit-sakitan mendingan tidak usah ikut rekruitmen Sekda ini,” kata Bupati kemudian.</p> <p>Selain itu, pihaknya kata bupati, meminta agar segera dipersiapkan pejabat terutama eselon 2 utuk mengisi kekosongan kepala SKPD.</p> <p>“Kalau pelantikan Sekda bisa bersamaan dengan eselon 2 itu lebih bagus”, ujarnya. Dimungkinkan pengisian kekosongan Sekda dan beberapa kepala SKPD baru bisa dilakuan setelah Idul Fitri ini.</p> <p>Proses rekruitmen Sekda ini sebenarnya lama terbentuk, bahkan sebelum dr. Buntaran, M. Kes, pensiun sebagai Sekda. Namun, karena anggota pansel (panitia seleksi) rekruitmen terbukti ada yang berasal dari pengurus parpol makan pansel yang sudah terbentuk dan siap membuka pendaftaran terpaksa dianulir. Salah satu pengurus parpol yang dimaksud adalah Nawawi Yazid (Partai Demokrat) Kabupaten Lumajang.</p> <p>Kini pansel sudah kembali terbentuk. Bertindak sebagai ketua Pansel adalah Dra. Hanifah (Kepala Inspektorat) dan Ir. Syaiful (Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan) sebagai sekretaris. (SYAM)</p>

"> Pendaftaran Calon Sekda Lumajang Masih Ada 3...
  • "> Bupati Akan Kirim Surat Ketiga Kepada Tiga P...
  • "> Pemkab Lumajang Buka Pasar Ramadhan Untuk Ga...
  • "> DPRD Masih Temukan Banyak Kejanggalan Pada P...
  • Hukum

    Beredar Kabar Pemkab Sudah Bayar Ganti Rugi SMPN 1 Sukodono, Kabag Hukum Menyangkal

    Senin, 22 Juni 2015
    Beredar Kabar Pemkab Sudah Bayar Ganti Rugi SMPN 1 Sukodono, Kabag Hukum Menyangkal <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:720px;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Penyuluhan Hukum Di Desa Wonokerto Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Arya Wiraraja bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Lumajang (Unilu) hari ini, Minggu (14/6) mengadakan penyuluhan hukum didesa Wonokerto kecamatan Tekung Lumajang. Seluruh pengurus LBH Arya Wiraraja tampak hadir dalam acara ini, disamping Kades Wonokerto dan sejumlah perangkat desa setempat. Acara ini dihadiri sekitar 100 orang yang terdiri dari kader PKK dan Kader kesehatan di Desa Wonokerto dan sejumlah tokoh wanita didesa ini.</p> <p><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:284px;float:right;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Direktur LBH Arya Wiraraja Lumajang Dr. H. Heru Suyanto, SH, MH</span></span>Direktur LBH Arya Wiraraja, DR. H. Heru Suyanto SH, MH kepada media ini mengatakan, acara penyuluhan hukum ini terus akan dilakukan secara marathon diseluruh desa di Kabupaten Lumajang. Bahkan tidak menutup kemungkinan juga akan bekerjasama dengan organisasi kemasyarakatan yang ada di Lumajang.</p> <p>“Kita harapkan seluruh peserta yang ikut dalam penyuluhan hukum ini dapat menularkan pengetahuannya kepada masyarakat lainnya, sehingga kedepan benar-benar tercipta masyarakat yang sadar hukum di Kabupaten Lumajang. Dalam rangka penyuluhan ini, LBH akan bekerjasama dengan semua pihak, agar bisa saling support untuk melakukan pengabdian ini,” kata Heru Suyanto kepada media ini.</p> <p>Dalam penyuluhan hukum yang berlangsung di desa Wonokerto tema yang diambil tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT. “Tema ini kita pilih agar kaum perempuan memahami haknya sebagai seorang wanita. Namun disisi lain tetap menjalankan kewajibannya sebagai bagian dari keluarga. Kita tidak ingin hak perempuan terampas hanya karena mereka tidak mengerti kedudukannya dalam hukum. Negara kita melindungi dengan baik kaum perempuan dan seluruh perempuan Indonesia harus tahu itu,” kata Ratnaningsih SH, MH, Dosen Fakultas Hukum Unilu yang sekarang menempuh Program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Jember. (fat)</p>

    "> LBH Arya Wiraraja Dan FH Unilu Gelar Penyulu...
  • "> Jelang Puasa, Polres Akan Gelar Operasi Peta...
  • "> Niat Senang-Senang Tiga ABG Curi Motor, Bera...
  • "> Beri Contoh ke Masyarakat, Kapolres Periksa ...
  • Politik

    Buntaran Akui Sudah Miliki KTA Partai Demokrat, Dukungan Warga Lumajang Kian Kuat

    Sabtu, 27 Juni 2015
    Buntaran Akui Sudah Miliki KTA Partai Demokrat, Dukungan Warga Lumajang Kian Kuat <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:327px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">M. Sofi, Sekretaris DPC Partai Demokrat Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Partai Demokrat (PD) Lumajang sudah percaya diri dengan Calon Wakil Bupati (Cawabup) berinisial B. Bahkan partai inisangat yakin calonnya bakal melenggang menjadi wakil bupati Lumajang. Hal ini disampaikan oleh Mochammad Sofi, Sekretaris DPC PD Lumajang, di salah satu rumah makan di Lumajang, Rabu (24/6) sore.</p> <p>“Besok kita sudah sampaikan ke Bupati As’at nama Cawabup dari Partai Demokrat. Paling lambat besok sudah kita kirimkan secara kelembagaan Partai Demokrat,” ujarnya usai menggelar pertemuan internal Pengurus PD Lumajang.</p> <p>Dijelaskan, pihaknya sekarang proaktif mengusulkan nama cawabup yang berinisial B agar tidak berlarut-larut adanya kekosongan wakil bupati. “Inisial B itu sudah kita pastikan,” ungkapnya tanpa mau menyebut siapa nama lengkap inisial B ini. Yang pasti kata dia, rumor bahwa calon wakil bupati berinisial B yang berkembang selama ini benar adanya.</p> <p>Ditanya soal apakah pertemuan sore tadi merupakan bentuk konsolidasi PD dengan inisial B, mantan anggota DPRD Lumajang mengelak. Pertemuan kali ini hanya buber (buka bersama) dengan internal PD. “Itu rutinitas dari demokrat,” tuturnya.</p> <p>Disinggung soal siapa sebenarnya yang berwenang menentukan cawabup di PD, dia menyampaikan, kewenangan memutuskan calon wakil bupati ada di kepengurusan PD tingkat atas adalah yakni DPD dan diketahui DPP, sedangkan pimpinan PD di tingkat cabang (kabupaten) mengamankan cawabup yang sudah ditetapkan oleh DPD.</p> <p>“Siapapun yang ditetapkan sebagai cawabup harus ditaati oleh DPC. Ini garis partai. Harus diamankan,” tandasnya tegas. Bagaimana dengan parpol pengusung lainnya apakah sudah ada komunikasi untuk menentukan cawabup ? Disodori pertanyaan ini, pria murah senyum ini, menyampaikan, secepatnya kita komunikasikan.</p> <p>“Agar ini tidak berlarut-larut kita komunikasikan meskipun sebelumnya sudah ada komunikaisi dengan partai lain”, katanya.</p> <p>Sofi menambahkan, PD mengusulkan nama cawabup berinisial B karena beberapa pertimbangan, beberapa di antaranya karena berpengalaman dan bersih. “Sesuai dengan keinginan dan komitmen Partai Demokrat, kita ingin memiliki pemimpin yang bersih. Kami yakin 99 persen cawabup inisial B ini sesuai dengan keinginan demokrat”, imbuhnya.</p> <p>Pantauan media ini, beberapa pengurus PD Lumajang menggelar acara buber di sebuah rumah makan di Kota Lumajang. Terlihat seluruh anggota PD hadir dalam pertemuan ini. Tampak juga yang disebut-sebut berinisial B ikut berbuka bersama. Sayangnya, buber internal PD ini tidak terendus oleh media. <strong>(Syam)</strong></p>

    "> 10 Nama Hasil Penjaringan Gugur, Partai Demk...
  • "> PAN Gelar Rapat Pleno Tak Undang Tiga Cawabu...
  • "> Bupati As'at Malik Tak Mau Tanggapi Cawabup ...
  • "> Samsul Huda : Kalau Mau Usulkan Cawabup Mbok...
  • Aneka Rupa

    Pakir Penuh, Sisi Timur Jalan PB. Sudirman Digunakan Lagi Untuk Parkir

    Sabtu, 27 Juni 2015
    Pakir Penuh, Sisi Timur Jalan PB. Sudirman Digunakan Lagi Untuk Parkir <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:445px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Drs. H. Muflich Faried - Ketua BAZ Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Lumajang, akan menggelontorkan dana segar kepada 9.200 kaum dhuafa, fakir miskin dan janda-janda di seluruh Kabupaten Lumajang mulai 1 – 13 Juli 2015. Ketua BAZ Kabupaten Lumajang, KH. Muflih Farid, menyampaikan, masing-masing akan mendapatkan bantuan dana Rp 100.000. Sebanyak 9.200 kaum dhuafa ini tersebar di 21 kecamatan.</p> <p>“Kita memang sengaja mengambil kaum dhuafa, fakir miskin dan para janda-janda tak mampu di seluruh kecamatan. Masing-masing kecamatan kita ambil 100 orang,” ungkapnya, Jum’at (27/6) siang.</p> <p>Dijelaskan, agar berjalan tertib si penerima yang sudah terdata dikumpulkan di sebuah tempat seperti balai desa atau tempat lainnya yang strategis. Sebelumnya masing-masing penerima sudah diberitahu. “Jadi, gak mungkin terjadi desak-desakan, apalagi dalam pencairan ini nantinya juga dibantu pihak kepolisian setempat, Kodim, dan Pol PP,” kata Muflich Faried.</p> <p>Dijelaskan, data ini berasal dari pihak desa yang sudah diserahkan kepada BAZ. Sehingga pihak BAZ Lumajang mengucurkan dana ini berdasarkan data valid dari pihak desa. “Jadi, kita tidak sembarangan mengucurkan dana BAZ. Datanya harus valid sehingga penyalurannya tidak salah sasaran. Kita memang berharap data yang dimasukkan oleh pihak desa benar-benar data yang diinginkan pihak pengelola BAZ dan tepat sasaran dan tidak over laping”, jelas Muflich Farid kemudian.</p> <p>Petugas dari BAZ yang diterjunkan ada sekitar 20 orang. Ada 6 tim dan 6 kendaraan yang setiap hari bergerak ke 6 desa setiap hari sampai 21 kecamatan merata dalam pembagian uang dari BAZ. Dari data yang ada, penyaluran BAZ untuk kaum dhuafa, fakir miskin dan janda-janda tak mampu, tahun ini lebih besar ketimbang tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya (2014) BAZ menyalurkan kepada 7.200 orang sedangkan tahun ini menjadi 9.200 orang. “Jadi ada tambahan 2 ribuan orang”, ujarnya.</p> <p>Sekedar diketahui, dana yang dikumpulkan BAZ adalah dana umat dari kalangan PNS (Pegawai Negeri Sipil) Kabupaten Lumajang. Masing-masing PNS yang menyalurkan kepada BAZ besarannya sesuai dengan gaji yang mereka terima. “Yang penting 2,5 %,” tuturnya.</p> <p>Dia berharap agar para penerima bisa memanfaatkan uang yang bakal mereka terima dan mendoakan si pemberi didoakan agar rejekinya berlimpah. “Meskipun 100 ribu tidak terlalu besar, tapi minimal bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan bulan puasa atau lebaran,” kata Muflich Faried lagi (SYAM)</p> <p> </p>

    "> Jelang Idul Fitri, BAZ Lumajang Bantu 9.200 ...
  • "> Relokasi PKL Pujasera Ke Embong Kembar Masih...
  • "> Pemkab Dan Dewan Tak Tanggapi Keluhan Pedaga...
  • "> Masuk LSS Dikenakan Parkir, Pengunjung Turun...
  • Peristiwa

    Truk Muatan Pasir Terguling di SPBU Labruk

    Kamis, 02 Juli 2015
    Truk Muatan Pasir Terguling di SPBU Labruk <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Proses evakuasi disekitar Piket Nol (Foto Laskar Semeru)</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi kemarin malam, Selasa (30/6), sejak pukul 12.00 Wib hingga 21.00 Wib, sebuah pohon Wunut Kembang yang terletak di kilometer 60 disekitar Piket Nol Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro tumbang dan melintang ditengah jalan yang menghubungkan Lumajang-Malang, akibatnya lalu lintas sempat terhambat dan kemacetan terjadi hingga sepanjang 3 km.</p> <p>Ribowo S.Sos, Kepala BPBD Kabupaten Lumajang ketika dikonfirmasi media ini mengatakan kejadian ini terjadi sebagai akibat dari hujan deras serta angin kencang yang terjadi disana cukup lama sehingga pohon dengan diameter 100 cm itu roboh dan menghalangi jalan. “Kami langsung menerjunkan tim kesana untuk mengevakuasi pohon tersebut,” katanya.</p> <p>Karena besarnya pohon, proses evakuasi dengan jalan memotong pohon menjadi kecil-kecil membutuhkan waktu lama, meskipun sudah dibantu dari berbagai pihak seperti masyarakat sekitar, relawan bencana, Borneo Rescue, Koramil dan Polsek Candipuro. “Sampai pagi mas, baru selsai evakuasi sekitar pukul 02.00 Wib,” ungkapnya.</p> <p>Lalu lintas baru bisa dilalui setengah jam kemudian. Beruntung saat kejadian tidak ada pengendara atau orang yang melintas dijalur tersebut sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Untuk itu pihaknya menghimbau kepada pengendara atao orang yang akan melintas dijalur tersebut agar selalu meningkatkan kewaspadaan, karena kontur tanah yang ada diarea tersebut labil sehingga mudah terjadi longsor atau pohon tumbang. “Apalagi jika kondisi hujan dan angin kencang,” pungkas Ribowo. (ww)</p>

    "> Pohon Besar di Piket Nol Roboh, Kemacetan Te...
  • "> Mau Daftar Sekolah Malah Kehilangan Motor...
  • "> Diduga Konsleting Listrik, 13 Ribu Ayam dan ...
  • "> Antisipasi Begal, Polres Kerahkan Tim Walet ...
  • Wisata Budaya

    Meriah…! Konser Amal Untuk Situs Biting

    Senin, 18 Mei 2015
    Meriah…! Konser Amal Untuk Situs Biting <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:526px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Inilah Kawasan Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Pemkab Lumajang sudah berkali-kali menyatakan bahwa kawasan wisata air terjun Tumpak Sewu merupakan kawasan wisata yang masih berbahaya untuk dikunjungi. Bukan karena medannya yang cukup berat untuk dilalui, namun berbagai sarana pendukung sampai sekarang masih belum ada. Bahkan Pemkab menyebut air terjun Tumpak Sewu ini nantinya akan dijadikan wisata minat khusus.</p> <p>Jumat (1/5) kemarin seorang mahasiswa meninggal dunia setelah terjatuh dari tebing yang cukup curam dan dalam ini. Mahasiswa yang diketahui berasal dari Pasuruan ini harus kehilangan nyawa saat hendak mengabadikan foto dirinya melalui foro Selfi yang berakibat yang bersangkutan terpeleset dan jatuh masuk kejurang.</p> <p>Ketua Bappekab Lumajang Ir. Indah Amperawati sebelumnya sudah mengingatkan masyarakat untuk untuk tidak datang ketempat ini karena cukup berbahaya. Rombongan wartawan yang pernah datang ketempat ini juga menyebut kawasan ini sebagai kawasan wisata yang cukup berbahaya dan menegangkan.</p> <p>“Kita bisa saja mengembangkan kawasan ini, namun tentunya akan menjadi wisata minat khusus. Jadi tidak semua orang bisa datang ketempat ini,” kata Indah Amperawati.</p> <p>Sayangnya himbauan ini nyaris tak digubris dan sejumlah orang terus berduyun-duyun mendatangi tempat ini, setelah keindahan tempat ini banyak di Upload kemedia social Facebook dan Twiter. Bahkan ketika rombongan wartawan datang ketempat ini juga mendapati rombongan wisatatawan yang berasal dari Jakarta. “Memang tempat ini sangat dikenal luas belakangan ini setelah kawasan lain, yakni Puncak B29 lebih dulu popular,” kata salah seorang wisatawan yang pernah datang ketempat ini.</p> <p>Kini satu orang meninggal dunia sebagai akibat dari keingintahuan mereka untuk menjelajah tempat berbahaya ini. “Tempat ini baru akan kita kembangkan mungkin pada tahun 2016 mendatang setelah melalui kajian yang mendalam,” kata Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Lumajang, Drs. Gawat Sudarmanto beberapa waktu lalu.</p>

    "> Kekhawatiran Bahaya Air Terjun Tumpak Sewu A...
  • "> Wisata Alam Cuban Sewu Baru Bisa Dikembangka...
  • "> Ditengah Hujan Deras, Festival Tari Jaran Sl...
  • "> Tim Balai Arkeologi Yogyakarta Teliti Situs ...
  • Mansur Hidayat, Ketua MPPM TimurMansur Hidayat, Ketua MPPM TimurWartalumajang.com - Situs Biting terletak di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Situs ini adalah suatu kawasan bekas ibu kota kerajaan Nusantara yang dikelilingi oleh 3 sungai besar (Bondoyudo di utara, Ploso di barat, Bodang di timur) dan 1 sungai buatan Cangkring di selatan. Di sisi dalam sungai-sungai tersebut dapat diketemukan benteng yang melingkari dengan ketebalan bervariasi antara 3-6 meter, tinggi antara 6-10 meter dan panjang melingkarinya antara 8-10 kilo meter. Dengan ketebalan dan panjangnya dapat dikatakan bahwa situs ini merupakan situs terbesar dan terpanjang di Indonesia. Dari sisi arsitektur, situs ini merupakan contoh benteng lokal Nusantara.

    Situs Biting ini diketemukan pertama kali oleh J Mageman pada tahun 1861 dan kemudian di teliti ulang oleh A. Muhlenfeld pada tahun 1920. Menurut penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta yang dimulai tahun 1982-1991, kawasan Situs Biting memiliki luas 135 hektar yang mencakup 6 blok/area yaitu blok keraton seluas 76,5 ha, blok Jeding (Taman Sari) 5 ha, blok Biting 10,5 ha, blok Randu 14,2 ha, blok Salak 16 ha, dan blok Duren 12,8 ha. Di blok-blok tersebut, kita dapat diketemukan kawasan pemukiman, kawasan pemandian atau Taman sari dan kawasan peribadatan. Begitu kayanya akan benda-benda bersejarah, di kawasan ini banyak ditemukan bersebaran artefak-artefak seperti keramik cina dari aabd ke-12 sampai 16, gerabah kuno maupun batu bata kuno.

    Menurut catatan sejarah, Lamajang merupakan suatu wilayah yang cukup penting sejak jaman kerajaan Kediri pada abad ke 12 dan kerajaan Singosari pada abad ke-13. Setelah Singosari runtuh dan awal berdirinya kerajaan Majapahit, dalam beberapa catatan kuno seperti Prasasti Kudadu yang kemudian diperkuat oleh Babad Negara Kertagama, Babad Pararaton, Kidung Harsawijaya, Kidung Ranggalawe, Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Sorandaka, diberitakan bahwa Adipati Sumenep Arya Wiraraja dan Raden Wijaya mengadakan perjanjian kerja sama untuk membagi pulau Jawa menjadi 2 wilayah yang sama besar. Setelah kemenangan besar atas Prabu Jayakatwang di Kediri dan pengusiran tentara Tar Tar pada tahun 1292 Masehi, maka setahun kemudian pada 10 Nopember 1293 Masehi berdirilah 2 kerajaan besar yaitu Majapahit di sebelah barat dengan raja Raden Wijaya atau Kertarajasa Jayawardana dan Lamajang Tigang Juru dengan raja yaitu Arya Wiraraja. Dalam runutan sejarahnya salah satu putra Arya Wiraraja yang bernama Mpu Nambi telah membuat benteng besar di Pajarakan sebagai pertahanan ketika Majapahit hendak menyerang Lamajang Tigang Juru.

    Secara pasti, kita tidak mengetahui siapa pendiri dari benteng tersebut. Namun berdasar runutan sejarah dan bukti-bukti arkeologi yang mengatakan bahwa benteng dan pemukimannya dibangun pada sekitar abad ke-14, maka terdapat kesimpulan awal bahwa benteng ini dibangun pada masa Arya Wiraraja dan kemudian dilanjutkan oleh para penerusnya seperti Mpu Nambi dan seterusnya. Hal ini juga diperkuat oleh survey lapangan MPPM Timur di mana banyak batu bata di kawasan situs ini yang bermotif clurit dan juga terdapat kesamaan istilah ketika menyebut menara pengintai di situs Batu Putih di Sumenep dengan nama “Pengongakan” dan di situ Biting dengan nama “Pengungakan”. Hal ini penting untuk dijelaskan supaya sejarah Indonesia mengetahui bahwasanya kawasan ini bukan merupakan peninggalan kerajaan Majapahit, tetapi menunjuk pada penguasa lokal sebagai pemangku kepentingan yang seungguhnya.

    Dalam kaca mata pelestarian, “Pengupasan” dinding benteng ini sangat penting dilakukan supaya dapat menunjukkan buktinya nyata peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Lumajang kepada masayarakat Lumajang pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Perwujudan bukti terhadap situs ini sangat penting dikarenakan selama ini sejarah Indonesia kurang mengenalkan peninggalan-peninggalan kuno di bekas wilayah kerajaan Lamajang Tigang Juru yang meliputi Kabupaten Lumajang pada khususnya dan Kawasan Tapal Kuda pada umunya.

    Kawasan Situs Biting yang menurut kajian akademis merupakan Kawasan Lindung Budaya sendiri cenederung diterlantarkan dengan dibangunnya Perumahan Nasional yang meliputi 15 Hektar areal situs pada tahun 1996. Pada awal tahun 2011 setelah ada advokasi Lembaga Swadaya Masyarakat bernama Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur (MPPM Timur) pemerintah Kabupaten Lumajang sebenarnya telah membentuk Tim peletarian dan Perlindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang dengan SK Bupati 188.45/41/427.12/2011 tanggal 23 Februari 2011 yang kemudian menghasilkan rekomendasi untuk melindungi Situs Biting sebagai Kawasan Cagar Budaya. Disamping itu Kementrian Sekretariat Negara juga telah mengirimkan surat kepada Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Direktorat Jendral Sejarah dan Purbakala, Direktorat Peninggalan Purbakala dan Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur dengan surat B-335/Kemsetneg/D-3/Ormas-LSM/SR.02/11/2011 pada tanggal 2 Novemver 2011 yang meminta penanganan masalah Situs Biting sebagaimana laporan dari LSM MPPM Timur. Tindak lanjut daripada hal tersebut, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur melalui surat KS.002/0672/BP3JT/KPK/2012 menurunkan Tim Verivikasi untuk melakukan langkah pendataan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang termasuk dengan prioritas Situs Biting.

    Namun dalam perkembangannya, pemerintah Kabupaten Lumajang belum menujukkan langkah-langkah nyata pelestarian kawasan ini. Bahkan yang lebih menyedihkan, pada sekitar 6 bulan lalu, Perumnas Biting indah melakukan pembangunan perumahan kembali dengan merusak benteng barat yang dilindungi berdasarkan surat rekomendasi Tim Pelesatrian dan Pelindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang. LSM MPPM Timur sebenarnya sudah melayangkan surat protes ini ke Pemerintah Kabupaten Lumajang, namun sampai sekarang belum ada langkah-langkah nyata untuk mencegah perusakan oleh Perumnas Biting tersebut.

    Sebagai kesimpulan, pengupasan dinding benteng ini sangat diperlukan untuk menunjukkan kepada masyarakat Lumajang akan situs bersejarah kebanggaannya dan kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang bahwa semua kalangan baik pelajar, mahasiswa, pemuda, akademisi, peneliti maupun berbagai kalangan masyarakat baik di Lumajang maupun di Indonesia menginginkan bahwa Kawasan Situs Biting dalam keadaan darurat untuk dilindungi dan dilestarikan.

    Berdasarkan pertimbangan akademis sesuai dengan penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta dan hasil Tim Verivikasi Cagar Budaya BP3 Jawa Timur dimana Situs Biting adalah suatu Situs yang mempunyai ukuran Nasional dan sekarang sedang dalam keadaan darurat karena adanya perusakan massif, maka Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur meminta Pemerintah Pusat dalam hal ini Pemerintah Republik Indonesia untuk menetapkan secara langsung Situs Biting sebagai Kawasan Situs Nasional sebagaimana Kawasan Situs Trowulan, Kawasan Situs Candi Muara jambi dan Kawasan Gunung Padang.

    Sumber : Press Realese MPPM Timur

     

     

     

    Web Designer