Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
Gempar Minta Bupati Membatalkan Surat Penangguhan Penahanan Pejabat Pemkab Yang Terlibat Kasus Pasir Besi
Jumat, 29 Juli 2016 13:15 WIB
Wartalumajang.com – Kasus dugaan korupsi perijinan pertambangan pasir besi milik PT. IMMS diwilayah pesisir selatan Lumajang menjalar kemana-mana, bukan hanya bos perusahaan tersebut yang diseret ke meja hijau, sejumlah pejabat Pemkab juga ikut diadili. Untuk itu LSM Gerakan Masyarakat Peduli Pes...
Musda PAN Lumajang Ditunda, Belum Jelas Sampai Kapan
Jumat, 29 Juli 2016, 01:10 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Musda Partai Amanat Nasional yang dijadwal pada tanggal 27 Juli, dua hari lalu, ternyata batal dig [ ... ]

Gelombang Tinggi Masih Ancam Pesisir Selatan Lumajang
Selasa, 26 Juli 2016, 16:37 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Gelombang tinggi yang terjadi diwilayah pesisir selatan Lumajang dalam beberapa hari terakhir dipr [ ... ]

Akhirnya, Sengketa Tanah SMPN 1 Sukodono Diselesaikan Secara Damai
Selasa, 26 Juli 2016, 11:02 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Penyelesaian sengketa tanah SMPN 1 Sukodono Lumajang sampai dibabak baru dengan adanya kesepatan d [ ... ]

Pangdam V Brawijaya : Pokemon Go Bukan Mainannya Prajurit TNI
Senin, 25 Juli 2016, 15:22 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Demam Pokemon Go yang mewabah di tanah air, diyakini Mayjend TNI I Made Sukadana Pangdam V Brawijaya [ ... ]

Sabtu, 20 Pebruari 2016 07:49
H. Thoriqul Haq : Proses Peradilan Salim Kancil Harus Kita Kawal Bersama
Wartalumajang.com – Anggota DPRD Jatim dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H. Thoriqul Haq berharap kepada semua pihak, agar ikut mengawal proses peradilan kasus Salim Kancil, sehingga proses peradilan ini berlangsung secara tr...

Aspirasi

Minggu, 10 Mei 2015 07:41
Menanti Pembangunan Lumajang Yang Inovativ (Bagian 1)
Dalam setiap pergantian kepemimpinan disetiap daerah, selalu saja lahir jargon yang mengarah kepada usaha perbaikan kesejahteraan masyarakat. Jargon-j...

Birokrasi

Gelombang Tinggi Masih Ancam Pesisir Selatan Lumajang

Selasa, 26 Juli 2016
Gelombang Tinggi Masih Ancam Pesisir Selatan Lumajang <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:313px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Bupati Lumajang Drs. H. As'at Malik menerima penghrgaan NTA 2016 dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI</span></span>Wartalumajang.com </strong>– Pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2016, Lumajang kembali menerima penghargaan Nirwasita Tantra Award (NTA) 2016 yang diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Lumajang berada diperingkat keempat setelah Kabupaten Buleleng, Dharmasraya dan Kabupaten Bandung. Untuk tingkat Kabupaten Buleleng berada pada peringkat pertama.</p> <p>Selain Lumajang, untuk tingkat Kotamadya, Surabaya berada diperingkat pertama, demikian juga dengan tingkat Propinsi, Jawa Timur juga berada diperingkat pertama penerima NTA 2014. Bersamaan dengan Peringatan Hari Lingkungan Hidup, Bupati Lumajang As’at Malik, Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, pada tanggal 22 Juli kemarin, sama-sama hadir di Kabupaten Siak Propinsi Riau untuk menerima penghargaan ini.</p> <p>Kabag Humas Pemkab Lumajang Aziz Fahrurrozi kepada media ini mengatakan penghargaan NTA 2016 didasarkan kepada kepala daerah dalam merumuskan kebijakan dan program kerja pembangunan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup didaerahnya.</p> <p>Penilaian untuk penerima penghargaan ini juga didasarkan kepada Dokumen Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) yakni sebuah dokumen yang berisikan kebijakan dan program kerja dalam pengelolaan lingkungan hidup disuatu daerah. Lumajang dinilai berhasil dalam merumuskan pengelolaan lingkungan hidup sehingga diangap layak untuk menerima penghargaan ini.</p> <p>“Ini keberhasilan semua masyarakat Lumajang yang patut kita syukuri, karena tidak semua daerah bisa mendapatkan penghargaan ini,” kata Kabag Humas Pemkab Lumajang Aziz Fahrurrozi kepada media ini. (fat)</p>

"> Lumajang Terima Penghargaan Nirwasita Tantra...
  • "> Pemkab Lumajang Akan Mengajukan Permohonan P...
  • "> Diduga Bocor, Razia Bus dan Tes Urine Di Ter...
  • "> Pemkab Gelar Pasar Ramadhan di Tiga Wilayah...
  • Hukum

    Akhirnya, Sengketa Tanah SMPN 1 Sukodono Diselesaikan Secara Damai

    Selasa, 26 Juli 2016
    Akhirnya, Sengketa Tanah SMPN 1 Sukodono Diselesaikan Secara Damai <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:563px;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">foto ilustrasi</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Karena beberapa orang yang diduga terlibat dalam insiden Salim Kancil pada tanggal 26 September tahun lalu, sampai saat ini masih belum diproses secara hukum, Senin (27/6) besok tim kuasa hukum Salim Kancil dan beberapa LSM yang selama ini aktiv melakukan penampingan terhadap Salim Kancil dan Tosan akan bertemu dengan Kepala Kejaksaan Negeri dan Kapolres Lumajang. Didua lembaga ini, para aktivis ini akan membawa agenda penting untuk disampaikan kepada Kejaksaan dan Polres Lumajang. Beberapa lembaga yang akan ikut dalam gerakan ini antara lain, Walhi, LBH Surabaya, Laskar Hijau dan elemen lainnya.</p> <p>Gufron, salah seorang tim pembela Salim Kancil dari Laskar Hijau mengatakan, untuk Kejaksaan Negeri Lumajang pihaknya akan mendesak Jaksa Penuntut Umum segera melakukan banding ke Pengadilan Tinggi, karena vonis hakim dinilai terlalu rendah kepada dua pelaku pembunuhan SalimKancil dan penganiayaan terhadap Tosan. Mantan Kades Selok Awar-Awar Hariyono dan Mat Desir yang memimpin tim 12 dijatuhi hukuman penjara selama 20 tahun, di Pengadilan Negeri Surabaya tanggal 23 Juni lalu. Putusan hakim ini dinilai terlalu rendah dan tidak memenuhi rasa keadilan bagi korban dan masyarakat Lumajang pada umumnya.</p> <p>Agenda untuk senin besok, rencananya para aktivis ini akan berkumpul di kediaman Gufron di Jalan Jaksa Agung Suprapto Lumajang untuk melakukan diskusi bersama Tosan dan Bu Tijah, istri almarhum Salim Kancil. Usai pertemuan ini pada pukul 11.00 rombongan tim kuasa hukum Salim Kancil ini akan berangkat menuju Kejaksaan Negeri Lumajang. Kemudian pada pukul 13.00, rencananya mereka akan menuju Polres Lumajang, dan akan melaporkan sejumlah nama yang mereka duga ikut terlibat dalam insiden Salim Kancil., namun sampai sekarang masih belum disentuh proses hukum.</p> <p>“Ada beberapa nama yang berdasarkan hasil investigasi kami sampai sekarang masih bebas. Sebagian memang buron, tapi ada juga yang tetap berada di Lumajang dan belum disentuh proses hukum. Karenanya besok nama-nama itu akan kita bawa ke Polres Lumajang agar Polres bisa bertindak cepat untuk melakukan proses hukum kepada mereka,” jelas Gufron kepada media ini beberapa hari lalu.</p> <p>Sebelumnya Gufron mengatakan, vonis hakim 20 tahun penjara yang dijatuhkan kepada dua orang yang dianggap sebagai otak dari pembunuhan Salim Kancil dan Penganiayaan terhadap Tosan ini dinilai mencederai rasa keadilan masyarakat, karena penyebabnya adalah bisnis tambang illegal yang menyebabkan terjadinya pembunuhan berencana tersebut. “Kita akan perjuangan agar terdakwa dihukum seberat-beratnya atas perbuatannya tersebut,” kata Gufron kemudian. (fat)</p>

    "> Beberapa Pelaku Masih Bebas, Tim Advokasi Sa...
  • "> Thoriqul Haq : Peradilan Kasus Salim Kancil ...
  • "> Pembuat Petasan Diciduk Polisi, Ribuan Petas...
  • "> Dinilai Membiarkan Penyalahgunaan TKD, Ahli ...
  • Politik

    Musda PAN Lumajang Ditunda, Belum Jelas Sampai Kapan

    Jumat, 29 Juli 2016
    Musda PAN Lumajang Ditunda, Belum Jelas Sampai Kapan <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:336px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Foto Ilustrasi</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Empat hari Musda PAN Lumajang akan digelar disalah satu rumah makan di Lumajang. Sementara sebuah pertanyaan besar masih menjadi perbincangan terkait pencalonan H. Thorik Alkatiri sebagai Ketua DPD PAN Lumajang, dimana sebelumnya H. Thorik Al Katiri dipecat oleh DPP PAN karena memberikan dukungan terhadap pasangan Jokowi-JK saat Pilpres 2014 lalu. Akibat pemecatan ini, H. Thorik Alkatiri kehilangan keanggotaannya di PAN, sementara dalam Musda kali ini H. Thorik kembali mencalonkan diri sebagai Ketua DPD PAN Lumajang.</p> <p>Ketua Panitia Musda PAN Lumajang Gunawan TB kepada media ini mengatakan, dirinya juga tidak tahu apakah H. Thorik Alkatiri sudah mendapatkan pemulihan keanggotaannya dari PAN atau belum. Bahkan Gunawan TB mengaku tidak meminta kartu anggota PAN kepada H. Thorik ketika mendaftarkan diri sebagai salah satu kandidat Ketua DPD PAN Lumajang.</p> <p>“Saya belum tahu mas, apakah Pak Thorik sudah memiliki lagi Kartu Anggota PAN atau belum. Yang jelas data seluruh pendaftar untuk calon Ketua sudah kita kirimkan ke DPW PAN Jawa Timur di Surabaya. Biar seleksi dilakukan oleh DPW PAN  Jatim memenuhi syarat atau tidak. Saya sebagai Ketua Panitia hanya membuka, menerima dan menutup pendaftara saja mas,” kata Gunawan TB.</p> <p>Namun Gunawan TB memastikan, sesuai AD/ART PAN seluruh calon Ketua harus memiliki kartu anggota PAN sebagai persyaratan utama pencalonannya. Jika tidak memiliki kartu anggota PAN, bisa dipastikan tidak bisa mencalonkan diri sebagai Ketua DPD PAN, termasuk di Lumajang.</p> <p>Dalam Musda PAN kali ini tercatat ada enam kandidat yang mendaftarkan diri, yakni H. Thorik Al Katiri, H. Herman Affandi, Syaifudin Nur, Abdul Wachid, Usman Arief dan Gunawan TB. Dari enam calon ini diperkirakan ada beberapa nama yang akan direkom oleh DPP untuk disyahkan menjadi calon dan dimungkinkan ada nama yang dicoret sebagai daftar calon.</p> <p>Plt Ketua DPD PAN Lumajang Usman Arif enggan berkomentar terkait masalah ini, namun menyatakan pihaknya selaku Plt Ketua DPD PAN sudah siap menggelar Musda 27 Juli mendatang. Sementara itu H. Herman Affandi kandidat lainnya ketika dihubungi media ini menyatakan siap bekerjasama dengan ketua terpilih jika dirinya tidak terpilih dalam Musda nanti. (fat)</p>

    "> Jelang Musda PAN, Panitia Belum Tahu Perihal...
  • "> H. Rofik : Saya Pasang Banner “Tretan Dibi...
  • "> Harapan KOSGORO Lumajang Sebelum Musda Golka...
  • "> Ketua DPC Hanura Eny Sunarni : "Jika Ada Pen...
  • Aneka Rupa

    Empat Atlit Lumajang Wakili Daerah Lain Di Arena PON XIX

    Sabtu, 23 Juli 2016
    Empat Atlit Lumajang Wakili Daerah Lain Di Arena PON XIX <strong> </strong> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Kegiatan Komsos dan buka bersama di Makodim 0821 Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Menyikapi situasi diwilayah Kabupaten Lumajang yang akhir-akhir ini banyak terjadi aksi kriminalitas yang berakibat hilangnya nyawa, Komandan Kodim 0821 Lumajang bertekad untuk ikut membantu mengamankan wilayahnya agar aman dan kondusif. Hal ini disampaikan saat Kodim 0821 Lumajang menggelar kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan para Tomas dan Toga se-Kabupaten Lumajang yang dibarengi dengan acara Buka Bersama (Bukber) di aula Makodim 0821, Jumat (24/6).</p> <p>“Banyaknya kejadian kriminalitas di Lumajang akhir-akhir ini membuat kami dan jajaran Forkopimda bertekad semakin mengamankan dan menjaga Lumajang agar tetap aman dan kondusif,” kata Dandim 0821 Lumajang, Letkol Inf Imam Purnomo Hadi, SIP.</p> <p>Selain itu Dandim juga berharap agar seluruh elemen masyarakat Lumajang untuk ikut mendukung dan membantu berperan aktif meredam dan meminimalisir permasalahan sekecil apapun yang terjadi diwilayahnya masing-masing.</p> <p>Kejadian atau indikasi adanya kegiatan yang dapat memicu terjadinya konflik yang muncul hendaknya sedini mungkin dilaporkan kepada pihak-pihak yang berkompeten, sehingga dengan cepat dapat segera diambil tindakan agar tidak semakin meluas.</p> <p>Dihadapan 125 undangan yang terdiri dari para tokoh agama (Toga), tokoh masyarakat (Tomas) serta tokoh daerah (Toda) Dandim meminta agar tali silaturahmi semakin ditingkatkan antara TNI dan masyarakat. “Silaturahmi yang sudah kita jalin dengan baik selama ini diharapkan tetap terjaga dan semakin ditingkatkan agar nantinya bisa membantu dalam memecahkan permasalahan diwilayah masing-masing.</p> <p>Setelah Dandim menyampaikan sambutan kegiatan dilanjutkan dengan mendengarkan tauziah yang kemudian diteruskan dengan pelaksanaan buka puasa bersama dan sholat Maghrib berjamaah di musholah Makodim 0821 Lumajang. (ww)</p>

    "> Dandim 0821 Bertekad Ikut Bantu Amankan Luma...
  • "> Awal Ramadhan PT. Wardah Kembali Berangkatka...
  • "> NU Dan Muhammadiyah Bikin Spanduk Bersama Aj...
  • "> STIE Widya Gama Lumajang Gelar Seminar Inter...
  • Peristiwa

    Gempar Minta Bupati Membatalkan Surat Penangguhan Penahanan Pejabat Pemkab Yang Terlibat Kasus Pasir Besi

    Jumat, 29 Juli 2016
    Gempar Minta Bupati Membatalkan Surat Penangguhan Penahanan Pejabat Pemkab Yang Terlibat Kasus Pasir Besi <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Mayjend TNI I Made Sukadana ketika memberikan arahan kepada personil Kodim 0821 Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Demam Pokemon Go yang mewabah di tanah air, diyakini Mayjend TNI I Made Sukadana Pangdam V Brawijaya tidak akan mewabah di kalangan prajurit TNI, karena permainan Pokemon Go merupakan permainan anak-anak, bukan mainannya prajurit TNI.</p> <p>Hal ini disampaikan Pangdam V Brawijaya saat berkunjung ke Makodim 0821 Lumajang. "Saya yakin itu, karena buat apa. Itu sih permainan anak-anak. Kalau prajurit TNI permaianan battle seperti itu, wah jangan ditanya lagi. Sudah kenyang dilapangan saat operasi. Kalau game-game seperti itu, ya mainan anak-anak lah. Bukan mainan prajurit,” katanya.</p> <p>Tidak ada larangan bagi prajurit Kodam V Brawijaya bermain Pokemon Go, karena dia yakin meski tidak dilarang pun prajuritnya tidak akan bermain game tersebut. "Jadi tidak usah pakai Surat Teguran. Karena akan langsung ditegur pimpinannya," katanya.</p> <p>Yang pasti, seluruh instalasi militer diwilayah Kodam V Brawijaya harus steril dari permainan tersebut. Pasalnya, instalasi militer tidak boleh dimasuki masyarakat seenaknya. Apalagi untuk bermain game Pokemon Go yang menggunakan sistem GPS (Global Positioning System) ini. "Tidak boleh. Siapapun yang masuk instalasi militer, harus mendapatkan ijin, jadi tidak boleh seenaknya," tegasnya.</p> <p>Pangdam V Brawijaya juga mengingatkan, bahwa permainan game Pokemon Go ini juga akan berdampak terjadinya proxy war. Ini karena orang yang sudah kecanduan game tersebut, lupa segala-galanya. "Kalau kita melihat, permainan itu akan berdampak proxy war karena membuat lupa segala-galanya. Maka itu sama saja dengan proxy war," pungkas Mayjend TNI I Made Sukadana. (ww)</p>

    "> Pangdam V Brawijaya : Pokemon Go Bukan Maina...
  • "> Jelang Santap Saur, Pria Bercadar Rampok Dua...
  • "> Tim Advokasi Salim Kancil : Putusan Hakim Ja...
  • "> Bersama BUMN Lainnya, PTPN 11 Gelar Pasar Mu...
  • Wisata Budaya

    Kabar Gembira !! Pemerintah Pusat Akan Kucurkan Rp. 20 Triliun Untuk Wisata Sekitar TNBTS

    Kamis, 14 April 2016
    Kabar Gembira !! Pemerintah Pusat Akan Kucurkan Rp. 20 Triliun Untuk Wisata Sekitar TNBTS <strong> </strong> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:439px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Suasana pelatihan dasar SDM kepariwisataan di Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Untuk meningkatkan kualitas SDM bidang kepariwisataan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lumajang bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia melalui Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan memberikan pelatihan dasar SDM kepariwisataan di Hotel Gajah Mada Lumajang selama dua hari pada Kamis dan Jumat (7 dan 8 April 2016).</p> <p>Pelatihan yang digelar dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kualitas SDM kepariwisataan kawasan Bromo Tengger Semeru ini diikuti peserta dari kawasan destinasi wisata, pelaku UKM, masyarakat adat, tokoh adat, tokoh agama,dan sejumlah wartawan dari berbagai media.</p> <p>Kegiatan ini dibuka Plt Kepala Disbudpar Kabupaten Lumajang Deni Rohman AP, sekaligus menjadi narasumber pertama. Selain itu juga ada narasumber dari Kepala Bidang Fasilitasi, Sertifikasi Kompetensi Asdep Pengembangan SDM Kepariwisataan Kementerian Pariwisata, Drs. Teguh Harisusanto M.Hum dan sejumlah narasumber yang membidangi masalah kepariwisataan.</p> <p>Usai menyampaikan materi, Teguh Harisusanto kepada sejumlah wartawan mengatakan kegiatan pelatihan ini dilakukan di 34 propinsi se-Indonesia. Untuk di Jawa Timur sudah dilakukan di Banyuwangi, Probolinggo dan Tulungangung. “Dan sekarang disini,” katanya.</p> <p>Kegiatan ini dilakukan disini, karena obyek wisata di Lumajang masuk dalam 10 destinasi obyek wisata yang menjadi prioritas nasional, yaitu adanya wisata Bromo Tengger Semeru (BTS). Untuk mensukseskan program prioritas nasional itu pihaknya akan mendukung Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada dengan memberikan pelatihan-pelatihan. “Agar ketika BTS ini menjadi potensi wisata yang sangat menarik dan melebih daerah-daerah lain, otomatis semuanya sudah siap,” ungkapnya.</p> <p>Kegiatan saat ini sifatnya pelatihan dasar, nantinya ada pelatihan lanjutan kepariwisataan yang akan dikhususkan pada tenaga-tenaga kerja dibidang kepariwisataan, sehingga SDM dibidang ini benar-benar kompeten dan siap melayani wisatawan.</p> <p>“Untuk pelatihan tenaga kerja khusus bidang kepariwisataan akan dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata, misalnya pemandu wisata, pegawai hotel, biro-biro perjalanan wisata dan sebagainya yang berkaitan dengan kepariwisataan, ini yang dimaksud tenaga kerja langsung. Untuk yang tidak langsung disesuaikan dengan leading sektornya masing-masing,” ujar Teguh Harisusanto.</p> <p>Sementara itu Deni Rohman AP, Plt Kepala Disbudpar Kabupaten Lumajang mengaku akan terus berupaya mengembangkan SDM kepariwisataan di Lumajang. Pihaknya mempunyai target 5 tahun kedepan Lumajang akan menjadi daerah yang wajib dikunjungi obyek wisatanya. “Saat ini kami tengah mempersiapkan segala sesuatunya mas, termasuk pelatihan SDM ini,” ungkapnya. (ww)</p>

    "> Tingkatkan SDM Kepariwisataan, Disbudpar Gel...
  • "> Dinas Pariwisata Menggelar Diskusi Santai De...
  • "> Pembuatan Film “Runtuhnya Kerajaan Lamajan...
  • "> Kegiatan Hari Pertama Jamaah Umroh PT. Warda...
  • Mansur Hidayat, Ketua MPPM TimurMansur Hidayat, Ketua MPPM TimurWartalumajang.com - Situs Biting terletak di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Situs ini adalah suatu kawasan bekas ibu kota kerajaan Nusantara yang dikelilingi oleh 3 sungai besar (Bondoyudo di utara, Ploso di barat, Bodang di timur) dan 1 sungai buatan Cangkring di selatan. Di sisi dalam sungai-sungai tersebut dapat diketemukan benteng yang melingkari dengan ketebalan bervariasi antara 3-6 meter, tinggi antara 6-10 meter dan panjang melingkarinya antara 8-10 kilo meter. Dengan ketebalan dan panjangnya dapat dikatakan bahwa situs ini merupakan situs terbesar dan terpanjang di Indonesia. Dari sisi arsitektur, situs ini merupakan contoh benteng lokal Nusantara.

    Situs Biting ini diketemukan pertama kali oleh J Mageman pada tahun 1861 dan kemudian di teliti ulang oleh A. Muhlenfeld pada tahun 1920. Menurut penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta yang dimulai tahun 1982-1991, kawasan Situs Biting memiliki luas 135 hektar yang mencakup 6 blok/area yaitu blok keraton seluas 76,5 ha, blok Jeding (Taman Sari) 5 ha, blok Biting 10,5 ha, blok Randu 14,2 ha, blok Salak 16 ha, dan blok Duren 12,8 ha. Di blok-blok tersebut, kita dapat diketemukan kawasan pemukiman, kawasan pemandian atau Taman sari dan kawasan peribadatan. Begitu kayanya akan benda-benda bersejarah, di kawasan ini banyak ditemukan bersebaran artefak-artefak seperti keramik cina dari aabd ke-12 sampai 16, gerabah kuno maupun batu bata kuno.

    Menurut catatan sejarah, Lamajang merupakan suatu wilayah yang cukup penting sejak jaman kerajaan Kediri pada abad ke 12 dan kerajaan Singosari pada abad ke-13. Setelah Singosari runtuh dan awal berdirinya kerajaan Majapahit, dalam beberapa catatan kuno seperti Prasasti Kudadu yang kemudian diperkuat oleh Babad Negara Kertagama, Babad Pararaton, Kidung Harsawijaya, Kidung Ranggalawe, Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Sorandaka, diberitakan bahwa Adipati Sumenep Arya Wiraraja dan Raden Wijaya mengadakan perjanjian kerja sama untuk membagi pulau Jawa menjadi 2 wilayah yang sama besar. Setelah kemenangan besar atas Prabu Jayakatwang di Kediri dan pengusiran tentara Tar Tar pada tahun 1292 Masehi, maka setahun kemudian pada 10 Nopember 1293 Masehi berdirilah 2 kerajaan besar yaitu Majapahit di sebelah barat dengan raja Raden Wijaya atau Kertarajasa Jayawardana dan Lamajang Tigang Juru dengan raja yaitu Arya Wiraraja. Dalam runutan sejarahnya salah satu putra Arya Wiraraja yang bernama Mpu Nambi telah membuat benteng besar di Pajarakan sebagai pertahanan ketika Majapahit hendak menyerang Lamajang Tigang Juru.

    Secara pasti, kita tidak mengetahui siapa pendiri dari benteng tersebut. Namun berdasar runutan sejarah dan bukti-bukti arkeologi yang mengatakan bahwa benteng dan pemukimannya dibangun pada sekitar abad ke-14, maka terdapat kesimpulan awal bahwa benteng ini dibangun pada masa Arya Wiraraja dan kemudian dilanjutkan oleh para penerusnya seperti Mpu Nambi dan seterusnya. Hal ini juga diperkuat oleh survey lapangan MPPM Timur di mana banyak batu bata di kawasan situs ini yang bermotif clurit dan juga terdapat kesamaan istilah ketika menyebut menara pengintai di situs Batu Putih di Sumenep dengan nama “Pengongakan” dan di situ Biting dengan nama “Pengungakan”. Hal ini penting untuk dijelaskan supaya sejarah Indonesia mengetahui bahwasanya kawasan ini bukan merupakan peninggalan kerajaan Majapahit, tetapi menunjuk pada penguasa lokal sebagai pemangku kepentingan yang seungguhnya.

    Dalam kaca mata pelestarian, “Pengupasan” dinding benteng ini sangat penting dilakukan supaya dapat menunjukkan buktinya nyata peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Lumajang kepada masayarakat Lumajang pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Perwujudan bukti terhadap situs ini sangat penting dikarenakan selama ini sejarah Indonesia kurang mengenalkan peninggalan-peninggalan kuno di bekas wilayah kerajaan Lamajang Tigang Juru yang meliputi Kabupaten Lumajang pada khususnya dan Kawasan Tapal Kuda pada umunya.

    Kawasan Situs Biting yang menurut kajian akademis merupakan Kawasan Lindung Budaya sendiri cenederung diterlantarkan dengan dibangunnya Perumahan Nasional yang meliputi 15 Hektar areal situs pada tahun 1996. Pada awal tahun 2011 setelah ada advokasi Lembaga Swadaya Masyarakat bernama Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur (MPPM Timur) pemerintah Kabupaten Lumajang sebenarnya telah membentuk Tim peletarian dan Perlindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang dengan SK Bupati 188.45/41/427.12/2011 tanggal 23 Februari 2011 yang kemudian menghasilkan rekomendasi untuk melindungi Situs Biting sebagai Kawasan Cagar Budaya. Disamping itu Kementrian Sekretariat Negara juga telah mengirimkan surat kepada Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Direktorat Jendral Sejarah dan Purbakala, Direktorat Peninggalan Purbakala dan Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur dengan surat B-335/Kemsetneg/D-3/Ormas-LSM/SR.02/11/2011 pada tanggal 2 Novemver 2011 yang meminta penanganan masalah Situs Biting sebagaimana laporan dari LSM MPPM Timur. Tindak lanjut daripada hal tersebut, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur melalui surat KS.002/0672/BP3JT/KPK/2012 menurunkan Tim Verivikasi untuk melakukan langkah pendataan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang termasuk dengan prioritas Situs Biting.

    Namun dalam perkembangannya, pemerintah Kabupaten Lumajang belum menujukkan langkah-langkah nyata pelestarian kawasan ini. Bahkan yang lebih menyedihkan, pada sekitar 6 bulan lalu, Perumnas Biting indah melakukan pembangunan perumahan kembali dengan merusak benteng barat yang dilindungi berdasarkan surat rekomendasi Tim Pelesatrian dan Pelindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang. LSM MPPM Timur sebenarnya sudah melayangkan surat protes ini ke Pemerintah Kabupaten Lumajang, namun sampai sekarang belum ada langkah-langkah nyata untuk mencegah perusakan oleh Perumnas Biting tersebut.

    Sebagai kesimpulan, pengupasan dinding benteng ini sangat diperlukan untuk menunjukkan kepada masyarakat Lumajang akan situs bersejarah kebanggaannya dan kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang bahwa semua kalangan baik pelajar, mahasiswa, pemuda, akademisi, peneliti maupun berbagai kalangan masyarakat baik di Lumajang maupun di Indonesia menginginkan bahwa Kawasan Situs Biting dalam keadaan darurat untuk dilindungi dan dilestarikan.

    Berdasarkan pertimbangan akademis sesuai dengan penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta dan hasil Tim Verivikasi Cagar Budaya BP3 Jawa Timur dimana Situs Biting adalah suatu Situs yang mempunyai ukuran Nasional dan sekarang sedang dalam keadaan darurat karena adanya perusakan massif, maka Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur meminta Pemerintah Pusat dalam hal ini Pemerintah Republik Indonesia untuk menetapkan secara langsung Situs Biting sebagai Kawasan Situs Nasional sebagaimana Kawasan Situs Trowulan, Kawasan Situs Candi Muara jambi dan Kawasan Gunung Padang.

    Sumber : Press Realese MPPM Timur

     

     

     

    Web Designer