Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
Mulai Minggu Depan, Anak Sekolah Diantar Pakai Motor Wajib Pakai Helm
Selasa, 03 Maret 2015 17:47 WIB
Wartalumajang.com – Satlantas Polres Lumajang dalam sebulan terakhir ini melakukan sosisalisasi pemakaian helm bagi anak-anak yang diantar orang tuanya kesekolah. Selain mulai berkirim surat kepada sekolah khususnya didalam kota dan dinas pendidikan, berbagai banner himbauan mulai dipasang disejum...
Khawatir Ada Penimbunan, Polisi Selidiki Sejumlah Gudang Beras
Selasa, 03 Maret 2015, 14:47 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Menyikapi soal kenaikan harga beras sekaligus untuk mengantisipasi kekhawatiran adanya penimbun [ ... ]

Residivis Curas Berhasil Ditangkap Polisi Saat Mencuri Kentang
Senin, 02 Maret 2015, 14:56 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Tak ada rotan akarpun jadi, begitulah ungkapan bagi orang yang sudah kepepet mendapatkan barang cu [ ... ]

Polisi Ringkus Dua Pemuda Spesialis Pencuri Motor Di Masjid
Senin, 02 Maret 2015, 14:45 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Dua pemuda asal Kecamatan Randuagung ditangkap polisi karena mencuri kendaraan bermotor dihalaman  [ ... ]

Herman Affandi : Walau Menang Tipis Yang Penting Zulkifli Hasan Menang
Minggu, 01 Maret 2015, 22:26 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Zulkifli Hasan akhrinya keluar sebagai pemenang dalam pertarungan untuk memperebutkan kursi DPP PA [ ... ]

Senin, 23 Pebruari 2015 16:38
Serial Bupati Baru (1) : Pak Bupati, Apa Kabar Pasir Besi Lumajang
Sejatinya tak ada satupun pekerjaan yang tak boleh tuntas. Karena jika tidak tuntas, bisa saja disebut bekerja setengah hati. Di Lumajang cukup banyak pekerjaan yang seharusnya dituntaskan yang hingga saat ini masih meninggalkan t...

Aspirasi

Kamis, 05 Juni 2014 19:14
Jelang Pilpres, Perang Dimedia Jejaring Sosial Berlangsung Sengit
Biasanya menjelang perhelatan Piala Dunia, hiruk pikuk penggila bola mulai mengemuka. Namun perhelatan akbar dicabang olahraga paling popular ini sepe...

Birokrasi

Lima Hari Lagi As’at Malik Akan Dilantik Menjadi Bupati Lumajang

Sabtu, 28 Pebruari 2015
Lima Hari Lagi As’at Malik Akan Dilantik Menjadi Bupati Lumajang   <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:440px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Pelantikan Pj Kades di kantor Pemkab Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Pelantikan 3 Pj Kades yang dilaksanakan di Pemkab Lumajang hari ini, Jumat (27/2), diwarnai aksi pengerahan massa yang dilakukan oleh kubu Kades lama yang saat ini sudah menjadi terpidana kasus ijasah palsu yang telah dinonaktifkan oleh Plt Bupati Lumajang.</p> <p>Aksi pengerahan massa ini hanya terkonsentrasi dijalan depan kantor Pemkab Lumajang atau tepatnya ditrotoar Alun-alun Utara. Namun karena petugas keamanan yang berjaga-jaga di kantor Pemkab Lumajang cukup banyak nampaknya membuat massa keder sehingga tidak berani merangsek masuk.</p> <p>Pantauan media ini dilapangan, nampak ratusan petugas keamanan dari Polri, TNI, Satpol PP dan Dishub berjaga-jaga diseputaran kantor Pemkab Lumajang khususnya dikedua pintu gerbang. Penjagaan bukan hanya diberlakukan diluar, ditempat pelaksanaan pelantikan Pj Kades juga dijaga ketat petugas keamanan.</p> <p>Meskipun diwarnai aksi pengerahan massa, namun pelaksanaan pelantikan 3 Pj Kades tersebut berlangsung dengan tertib dan aman. Adapun 3 PNS yang dilantik menjadi Pj antara lain M. Bakir yang sebelumnya menjabat Sekdes Tekung diangkat menjadi Pj Kades Tekung, kemudian Hermanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi Tapem Kecamatan Kedungjajang dilantik menjadi Pj Kades Curahpetung, dan yang terakhir Misdin yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi Tapem Kecamatan Klakah dilantik sebagai Pj Kades Seruni.</p> <p>Masudi, Asisten Tata Praja yang melantik ketiga Pj Kades mewakili Plt Bupati Lumajang usai pelantikan kepada sejumlah wartawan mengatakan perkara Kades Seruni yang dinonaktifkan oleh Plt Bupati itu sudah final karena sudah ada putusan tetap yang dikeluarkan oleh pengadilan Negeri Lumajang. “Kalau hari ini mereka protes ya sudah terlambat,” katanya.</p> <p>Karena sebelumnya, pihak Pemkab Lumajang sudah melakukan mediasi, namun upaya itu nampaknya tidak membuahkan hasil. “Waktu itu sudah kami tawarkan apakah akan melakukan banding atau tidak, namun hingga batas waktu yang tela ditentukan mereka tidak mengajukan banding maka putusan PN itu yang kami anggap sudah final,” pungkas Masudi.(ww)</p>

"> Pelantikan 3 PJ Kades Diwarnai Aksi Massa Da...
  • "> Pada Bulan Maret, Harga Beras Diperkiarakan ...
  • "> Surabaya Memiliki Kontrak Perbaikan Jalan Ha...
  • "> Hotel Dan Restaurant Belum Gunakan Print Out...
  • Hukum

    Residivis Curas Berhasil Ditangkap Polisi Saat Mencuri Kentang

    Senin, 02 Maret 2015
    Residivis Curas Berhasil Ditangkap Polisi Saat Mencuri Kentang <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:255px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Inilah salah satu tersangka pencurian motor di masjid</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Dua pemuda asal Kecamatan Randuagung ditangkap polisi karena mencuri kendaraan bermotor dihalaman masjid Al-Azhar Dusun Karangmulyo Kulon Desa Karanganom Kecamatan Pasrujambe, setelah diperiksa diketahui jika keduanya merupakan spesialis curanmor di masjid. Biasanya tersangka melakukan aksinya saat tiba waktu sholat berjamaah. Ketika jemaah sedang khusu' melaksanakan sholat, saat itulah pelaku melakukan aksinya.</p> <p>Awalnya kemarin, Jumat (27/2), sekitar pukul 19.00 Wib atau saat sholat Isya' dua pemuda ini nekat mendatangi masjid Al-Azhar, satu diantaranya ikut melaksanakan sholat jamaah didalam masjid. Ketika tengah berlangsung sholat Isya, satu pelaku yang berada diluar mencuri sebuah sepeda motor yang diparkir dihalaman masjid.</p> <p>Usai sholat, satu pelaku yang ikut sholat hendak pergi mengendarai sepeda motor miliknya, namun warga atau jamaah curiga dan langsung menghentikan pelaku, apalagi setelah diketahui satu sepeda motor milik jamaah hilang.</p> <p>Satu pelaku ini akhirnya terpaksa menjadi bulan-bulanan warga hingga babak belur. Setelah polisi datang dan mengamankan pelaku baru diketahui identitasnya yaitu Muh. Zainul Hasan (18) warga Dusun Losan Desa/Kecamatan Randuagung.</p> <p>Sedangkan rekan pelaku yang berhasil mencuri sepeda motor Honda Vario milik warga sekitar diketahui identitasnya yaitu Afdal Yusra (16) warga Dusun Krajan Desa/Kecamatan Randuagung. Pelaku kedua yang ditangkap tak lama setelah pelaku pertama ditangkap ini ternyata masih berstatus pelajar SMK.</p> <p>Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Heri Sugiono ketika dikonfirmasi media ini diruang kerjanya mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan tersangka mengaku sudah melakukan aksi serupa di 7 TKP. “Kedua tersangka mengaku beraksi disekitar Labruk dan Karangsari,” katanya. (ww)</p>

    "> Polisi Ringkus Dua Pemuda Spesialis Pencuri ...
  • "> Beredar Kabar, Bos PT. IMMS, Juga Ditetapkan...
  • "> Karyawan IMMS Jadi Tersangka, Lam Cong San, ...
  • "> Tekan Kriminalitas, Polres Gelar Operasi Sik...
  • Politik

    Herman Affandi : Walau Menang Tipis Yang Penting Zulkifli Hasan Menang

    Minggu, 01 Maret 2015
    Herman Affandi : Walau Menang Tipis Yang Penting Zulkifli Hasan Menang <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:402px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Pengurus DPC PKB Lumajang kubu H. Rofik</span></span>Wartalumajang.com</strong> – PKB Lumajang bergolak lagi. Hasil Muscab PKB yang digelar pada tanggal 14 Desember 2014 lalu mulai disoal oleh kubu pemenang putusan PN Lumajang tahun 2012 lalu dan putusan Mahkamah Agung tahun 2013 yang memenangkan kubu H. Rofik sebagai Ketua DPC PKB yang sah.</p> <p>Sekretaris DPC PKB Kubu H. Rofik, M. Sukrillah menilai Muscab Desember 2014 lalu tidak sah karena seharusnya yang menggelar Muscab adalah PKB H. Rofik yang menang dalam konflik PKB ini. Sayangnya, H. Rofik sendiri yang kala itu berkonflik kini sudah pindah partai ke PPP dan menjadi anggota DPRD Jatim dari partai berlambang Ka’bah itu.</p> <p>“Untuk menjaga kewibawaan PKB, kami pengurus DPC PKB pemenang putusan pengadilan negeri Lumajang dan putusan MA menuntut DPP PKB agar persoalan DPC PKB Lumajang dikembalikan terhadap putusan PN Lumajang dan putusan MA yang intinya kami selaku penggugat dan pemenang putusan tersebut berhak menunda dan melaksanakan muscab III DPC PKB Lumajang,” kata M Sukrillah.</p> <p>Selain itu pihaknya juga pernah mengajukan surat permohonan pelaksanaan muscab kepada DPP PKB, namun hasilnya sampai detik ini tidak ada jawaban dari DPP PKB. “Tiba-tiba pada 19 Desember tahun lalu ada muscab, dan karena muscab itu bertentangan dengan putusan PN dan MA, maka muscab tersebut kami nyatakan tidak sah,” imbuh M. Sukrillah.</p> <p>Berdasarkan fakta tersebut maka pihaknya akan mengajukan tuntutan ke Pengadilan Negeri (PN) Lumajang sebagaimana yang diatur dalam UU RI no 2 tahun 2011 tentang partai politik.</p> <p>Hal senada juga disampaikan oleh Abdul Rahman, Wakil Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Lumajang kubu H. Rofik. Menurutnya, selain mengajukan tuntutan ke PN Lumajang pihaknya juga akan mengajukan gugatan ke Majelis Tahkim DPP PKB. “Gugatan tersebut sudah kami layangkan, namun untuk yang ke PN akan kami lakukan secepatnya,” katanya. (ww)</p>

    "> DPC PKB Lumajang Kembali Bergolak...
  • "> Seluruh Pengurus DPC PAN “Kompak” Ajukan...
  • "> Inilah Pengurus DPD Partai Perindo Kabupaten...
  • "> Belum Dideklarasikan Di Lumajang, 11 Kecamat...
  • Aneka Rupa

    Mulai Minggu Depan, Anak Sekolah Diantar Pakai Motor Wajib Pakai Helm

    Selasa, 03 Maret 2015
    Mulai Minggu Depan, Anak Sekolah Diantar Pakai Motor Wajib Pakai Helm <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Acara diskusi jurnalis yang diadakan di Kantor Diklat Lumajang</span></span>Wartalumajang.com </strong>– Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke 69 belasan insan jurnalis Lumajang menggelar kegiatan diskusi yang membahas tentang perkembangan dunia jurnalis di negeri ini, selain itu para wartawan juga sepakat membentuk forum komunikasi yang dinamakan Forum Komunikasi Wartawan Lumajang (FKWL).</p> <p>Acara diskusi yang dilaksanakan di Kantor Diklat Lumajang ini mendatangkan seorang pembicara dari Jakarta yaitu Dandy, mantan Produser Eksekutif stasiun TV RCTI. Dalam materinya narasumber memaparkan bagaimana perkembangan dunia jurnalis dinegeri ini serta bagaimana sebenarnya peran jurnalis dalam membantu membangun negeri ini.</p> <p>Rahman, panitia pelaksana kegiatan kepada media ini mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk menambah wawasan rekan-rekan jurnalis dalam mencari dan membuat sebuah berita sehingga layak untuk diterbitkan atau ditayangkan dimedianya. “Itu salah satu tujuan kami mas,” katanya.</p> <p>Selain berdiskusi soal perkembagan jurnalis, para wartawan yang mayoritas dihadiri dari media harian ini sepakat membentuk sebuah foru komunikasi yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta kerukunan antar sesama wartawan khususnya wartawan harian. “Mudah-mudahan dengan dibentuknya forum ini dapat makin mempererat persatuan kami,” kata Choir, salah satu wartawan dari Memotimur.</p> <p>Dalam kesempatan tersebut disepakati nama forum ini adalah Forum Komunikasi Wartawan Lumajang (FKWL). Belasan wartawan juga sepakat menunjuk Arifulin Nuha, wartawan JTV sebagai ketua, Rahman wartawan KompasTV sebagai sekretaris dan Nurhadi Wicaksono wartawan Trans grup sebagai bendahara.</p> <p>Fatah, salah satu wartawan senior di Lumajang berharap agar pembentukan forum ini dapat mempersatukan wartawan di Lumajang. “Selain itu forum ini juga diharapkan dapat menjembatani atau memfasilitasi wartawan jika ada konflik atau perbedaan pendapat dengan nara sumber,” katanya. (ww)</p>

    "> Wartawan Lumajang Sepakat Bentuk Forum Komun...
  • "> Dijaga Puluhan Petugas Dishub, Parkir Liar J...
  • "> Cuaca Ekstrem, Pendakian ke Puncak Semeru Di...
  • "> MPPM Timur Peringati Pekan Bung Karno Dengan...
  • Peristiwa

    Khawatir Ada Penimbunan, Polisi Selidiki Sejumlah Gudang Beras

    Selasa, 03 Maret 2015
    Khawatir Ada Penimbunan, Polisi Selidiki Sejumlah Gudang Beras <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:301px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Tersangka pemakai sabu-sabu ketika dibawa ke ruang Reskoba Polres Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Dengan dalih untuk menambah gairah sex ketika berhubungan dengan istrinya, seorang buruh tani warga Desa Pakel Kecamatan Gucialit nekat menghisap sabu-sabu, akibatnya dia harus berurusan dengan polisi setelah ditangkap dirumahnya kemarin, Kamis (26/2).</p> <p>Abdul Tolib Jumeno (34), warga Dusun Sumber Dadi Desa Pakel Kecamatan Gucialit ditangkap polisi dirumahnya dengan barang bukti seperangkat alat penghisap sabu-sabu. Tertangkapnya tersangka ini berkat informasi yang diterima polisi dari masyarakat.</p> <p>KBO Satreskoba Polres Lumajang, Ipda Hariono ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan dikantornya mengatakan setelah ditangkap tersangka mengaku sudah mengkonsumsi barang haram ini selama 6 bulan. “Katanya untuk menambah gairah waktu berhubungan intim dengan istrinya,” katanya.</p> <p>Dari tangan tersangka polisi berhasil menyita barang bukti berupa sabu-sabu seberat 0,21 gram serta seperangkat alat yang biasa digunakan untuk menghisap sabu-sabu seperti pipet kaca, sedotan, korek gas dan alat lainnya.</p> <p>Tersangka ditangkap polisi dirumah istrinya sesaat setelah menghisap barang haram tersebut, tersangka juga mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari temannya berinisial S. “Atas perbuatannya tersangka kami jerat dengan UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara,” pungkas Ipda Hariono. (ww)</p>

    "> Untuk Tambah Gairah, Seorang Buruh Tani Neka...
  • "> Diduga Stres, Seorang Wanita Pencuri Motor D...
  • "> Aksi Begal Terjadi di Sumbersuko, Seorang Ba...
  • "> Diduga Edarkan Sabu di Lumajang, Seorang War...
  • Wisata Budaya

    Tim Balai Arkeologi Yogyakarta Teliti Situs Candi Bathari Durga Lumajang

    Selasa, 13 Januari 2015
    Tim Balai Arkeologi Yogyakarta Teliti Situs Candi Bathari Durga Lumajang <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Salah satu pasangan peserta Balos anak-anak</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Batik Lumajang On the Stage (Balos) adalah salah satu rangkaian kegiatan yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-759, tahun ini merupakan tahun ke III pelaksanaannya sejak dicanangkannya Batik Lumajangan sekitar tahun 2012 lalu.</p> <p>Kegiatan yang dilaksanakan salah satu event organizer di Lumajang ini setiap tahunnya semakin meriah, selain jumlah pesertanya yang makin bertambah, pesertanya juga makin beragam. Untuk tahun ini peserta dibagi dalam empat kelompok antara lain kelompok Paud dan TK, kelompok SD kelas 1 sampai kelas 6, kelompok SMP, SMA, SMK dan umum, sedangkan kelompok terakhir adalah perwakilan dari SKPD dan para camat beserta istri.</p> <p>Untuk peserta tahun ini bukan hanya datang dari Lumajang saja, tetapi dari sejumlah kabupaten tetangga juga ikut ambil bagian seperti ada yang dari Malang, Probolinggo, Jember, Bondoswoso bahkan ada yang dari Kabupaten Banyuwangi.</p> <p>Panitia berharap agar kegiatan ini dapat dilaksanakan setiap tahunnya agar semakin meningkatkan kecintaan masyarakat akan batik khususnya masyarakat Lumajang, karena batik bukan hanya dapat dikenakan secara biasa saja, tapi juga dapat dikreasikan dan dipadupadankan dengan aneka bahan sehingga menghasilkan karya fashion yang spektakuler.</p> <p>“Kami berharap agar kegiatan ini dapat diadakan setiap tahun, agar bakat-bakat terpendam yang ada sudah diketahui sejak dini khususnya untuk anak-anak tingkat Paud dan TK. Selain itu agar masyarakat Lumajang semakin mencintai batik khususnya batik khas Lumajangan,” kata Sandi Damara Haryanto, selaku ketua panitia pelaksana.</p> <p>Kriteria penilaian dalam Balos kali ini bukan hanya dinilai dari penampilan serta busana yang dipakai , tapi juga dari batik yang dipakai. Jika batik yang dipakai tidak asli Lumajang atau tidak menggambarkan corak khas Lumajangan otomatis akan mengurangi nilai, oleh karenanya panitia mempunyai juri khusus yang paham betul dengan batik khas Lumajangan.</p> <p>Sementara itu Wakil Bupati Lumajang H As’at Malik dalam pembukaan kegiatan tersebut mengatakan kegiatan Balos tahun ini nampak semakin semarak lagi dan diharapkan dengan kegiatan ini masyarakat akan semakin bangga memakai batik khas Lumajang.</p> <p>“Kedepan, mungkin pak Gawat (Kepala Dinas Pariwisata=red) sudah memikirkannya, untuk pegawai yang paling sering memakai batik ke kantor barangkali perlu diberi penghargaan juga itu nantinya. Tahun 2015 mudah-mudahan ada penilaian dan diujung tahun akan diberi pengharagaan,” kata Wabup.</p> <p>Banyak orang yang sudah mulai menyukai batik khas Lumajang, oleh karena itu mari kita bangga dengan batik kita sendiri. “Yakinlah bahwa batik khas Lumajang itu tidak seperti apa yang kita bayangkan,” imbuhnya.</p> <p>Dalam pesan terakhirnya Wabup Lumajang menutup sambutannya dengan pantun. “Burung glatik diatas kedondong, pakai batik keren dong !” ungkap Wabup dalam pantunnya yang disambut tepuk tangan meriah para undangan. (ww)</p>

    "> Mulai Tingkat Paud/TK Hingga Camat Ikut Rama...
  • "> Meskipun Hujan Festival Jaran Kencak Tetap B...
  • "> Sejarawan Asal Belanda Harry Poeze, Kunjungi...
  • "> AMPAS Tuding Pemkab Abaikan Peninggalan Seja...
  • Mansur Hidayat, Ketua MPPM TimurMansur Hidayat, Ketua MPPM TimurWartalumajang.com - Situs Biting terletak di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Situs ini adalah suatu kawasan bekas ibu kota kerajaan Nusantara yang dikelilingi oleh 3 sungai besar (Bondoyudo di utara, Ploso di barat, Bodang di timur) dan 1 sungai buatan Cangkring di selatan. Di sisi dalam sungai-sungai tersebut dapat diketemukan benteng yang melingkari dengan ketebalan bervariasi antara 3-6 meter, tinggi antara 6-10 meter dan panjang melingkarinya antara 8-10 kilo meter. Dengan ketebalan dan panjangnya dapat dikatakan bahwa situs ini merupakan situs terbesar dan terpanjang di Indonesia. Dari sisi arsitektur, situs ini merupakan contoh benteng lokal Nusantara.

    Situs Biting ini diketemukan pertama kali oleh J Mageman pada tahun 1861 dan kemudian di teliti ulang oleh A. Muhlenfeld pada tahun 1920. Menurut penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta yang dimulai tahun 1982-1991, kawasan Situs Biting memiliki luas 135 hektar yang mencakup 6 blok/area yaitu blok keraton seluas 76,5 ha, blok Jeding (Taman Sari) 5 ha, blok Biting 10,5 ha, blok Randu 14,2 ha, blok Salak 16 ha, dan blok Duren 12,8 ha. Di blok-blok tersebut, kita dapat diketemukan kawasan pemukiman, kawasan pemandian atau Taman sari dan kawasan peribadatan. Begitu kayanya akan benda-benda bersejarah, di kawasan ini banyak ditemukan bersebaran artefak-artefak seperti keramik cina dari aabd ke-12 sampai 16, gerabah kuno maupun batu bata kuno.

    Menurut catatan sejarah, Lamajang merupakan suatu wilayah yang cukup penting sejak jaman kerajaan Kediri pada abad ke 12 dan kerajaan Singosari pada abad ke-13. Setelah Singosari runtuh dan awal berdirinya kerajaan Majapahit, dalam beberapa catatan kuno seperti Prasasti Kudadu yang kemudian diperkuat oleh Babad Negara Kertagama, Babad Pararaton, Kidung Harsawijaya, Kidung Ranggalawe, Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Sorandaka, diberitakan bahwa Adipati Sumenep Arya Wiraraja dan Raden Wijaya mengadakan perjanjian kerja sama untuk membagi pulau Jawa menjadi 2 wilayah yang sama besar. Setelah kemenangan besar atas Prabu Jayakatwang di Kediri dan pengusiran tentara Tar Tar pada tahun 1292 Masehi, maka setahun kemudian pada 10 Nopember 1293 Masehi berdirilah 2 kerajaan besar yaitu Majapahit di sebelah barat dengan raja Raden Wijaya atau Kertarajasa Jayawardana dan Lamajang Tigang Juru dengan raja yaitu Arya Wiraraja. Dalam runutan sejarahnya salah satu putra Arya Wiraraja yang bernama Mpu Nambi telah membuat benteng besar di Pajarakan sebagai pertahanan ketika Majapahit hendak menyerang Lamajang Tigang Juru.

    Secara pasti, kita tidak mengetahui siapa pendiri dari benteng tersebut. Namun berdasar runutan sejarah dan bukti-bukti arkeologi yang mengatakan bahwa benteng dan pemukimannya dibangun pada sekitar abad ke-14, maka terdapat kesimpulan awal bahwa benteng ini dibangun pada masa Arya Wiraraja dan kemudian dilanjutkan oleh para penerusnya seperti Mpu Nambi dan seterusnya. Hal ini juga diperkuat oleh survey lapangan MPPM Timur di mana banyak batu bata di kawasan situs ini yang bermotif clurit dan juga terdapat kesamaan istilah ketika menyebut menara pengintai di situs Batu Putih di Sumenep dengan nama “Pengongakan” dan di situ Biting dengan nama “Pengungakan”. Hal ini penting untuk dijelaskan supaya sejarah Indonesia mengetahui bahwasanya kawasan ini bukan merupakan peninggalan kerajaan Majapahit, tetapi menunjuk pada penguasa lokal sebagai pemangku kepentingan yang seungguhnya.

    Dalam kaca mata pelestarian, “Pengupasan” dinding benteng ini sangat penting dilakukan supaya dapat menunjukkan buktinya nyata peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Lumajang kepada masayarakat Lumajang pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Perwujudan bukti terhadap situs ini sangat penting dikarenakan selama ini sejarah Indonesia kurang mengenalkan peninggalan-peninggalan kuno di bekas wilayah kerajaan Lamajang Tigang Juru yang meliputi Kabupaten Lumajang pada khususnya dan Kawasan Tapal Kuda pada umunya.

    Kawasan Situs Biting yang menurut kajian akademis merupakan Kawasan Lindung Budaya sendiri cenederung diterlantarkan dengan dibangunnya Perumahan Nasional yang meliputi 15 Hektar areal situs pada tahun 1996. Pada awal tahun 2011 setelah ada advokasi Lembaga Swadaya Masyarakat bernama Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur (MPPM Timur) pemerintah Kabupaten Lumajang sebenarnya telah membentuk Tim peletarian dan Perlindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang dengan SK Bupati 188.45/41/427.12/2011 tanggal 23 Februari 2011 yang kemudian menghasilkan rekomendasi untuk melindungi Situs Biting sebagai Kawasan Cagar Budaya. Disamping itu Kementrian Sekretariat Negara juga telah mengirimkan surat kepada Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Direktorat Jendral Sejarah dan Purbakala, Direktorat Peninggalan Purbakala dan Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur dengan surat B-335/Kemsetneg/D-3/Ormas-LSM/SR.02/11/2011 pada tanggal 2 Novemver 2011 yang meminta penanganan masalah Situs Biting sebagaimana laporan dari LSM MPPM Timur. Tindak lanjut daripada hal tersebut, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur melalui surat KS.002/0672/BP3JT/KPK/2012 menurunkan Tim Verivikasi untuk melakukan langkah pendataan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang termasuk dengan prioritas Situs Biting.

    Namun dalam perkembangannya, pemerintah Kabupaten Lumajang belum menujukkan langkah-langkah nyata pelestarian kawasan ini. Bahkan yang lebih menyedihkan, pada sekitar 6 bulan lalu, Perumnas Biting indah melakukan pembangunan perumahan kembali dengan merusak benteng barat yang dilindungi berdasarkan surat rekomendasi Tim Pelesatrian dan Pelindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang. LSM MPPM Timur sebenarnya sudah melayangkan surat protes ini ke Pemerintah Kabupaten Lumajang, namun sampai sekarang belum ada langkah-langkah nyata untuk mencegah perusakan oleh Perumnas Biting tersebut.

    Sebagai kesimpulan, pengupasan dinding benteng ini sangat diperlukan untuk menunjukkan kepada masyarakat Lumajang akan situs bersejarah kebanggaannya dan kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang bahwa semua kalangan baik pelajar, mahasiswa, pemuda, akademisi, peneliti maupun berbagai kalangan masyarakat baik di Lumajang maupun di Indonesia menginginkan bahwa Kawasan Situs Biting dalam keadaan darurat untuk dilindungi dan dilestarikan.

    Berdasarkan pertimbangan akademis sesuai dengan penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta dan hasil Tim Verivikasi Cagar Budaya BP3 Jawa Timur dimana Situs Biting adalah suatu Situs yang mempunyai ukuran Nasional dan sekarang sedang dalam keadaan darurat karena adanya perusakan massif, maka Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur meminta Pemerintah Pusat dalam hal ini Pemerintah Republik Indonesia untuk menetapkan secara langsung Situs Biting sebagai Kawasan Situs Nasional sebagaimana Kawasan Situs Trowulan, Kawasan Situs Candi Muara jambi dan Kawasan Gunung Padang.

    Sumber : Press Realese MPPM Timur

     

     

     

    Web Designer