Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
Gubernur Jatim 24 Tahun Bersahabat Dengan Almarhum Bupati Lumajang
Senin, 26 Januari 2015 16:17 WIB
Wartalumajang.com – Almarhum Bupati Lumajang Dr. H Sjahrazad Masdar MA nampaknya dikenal sebagai seorang pekerja keras dan dikalangan birokrasi almarhum dikenal sebagai seorang yang kuat dalam visi meningkatkan kualitas SDM para birokrat. Oleh karena itu selama berdinas di pemerintah propinsi...
Karangan Bunga Ucapan Belasungkawa Terus Mengalir Ke Pendopo Bupati
Minggu, 25 Januari 2015, 11:10 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Karangan bunga ucapan duka cita sejak kemarin, tadi malam bahkan hari ini masih terus mengalir ke  [ ... ]

Usai Disholatkan Di Masjid KH. Anas Machfud, Almarhum Sjahrazad Masdar Dimakamkan Di TPU Jogoyudan
Sabtu, 24 Januari 2015, 12:46 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Usai disholatkan di Masjid Agung KH. Anas Machfud Lumajang, Jenazah Almarhum Bupati Lumajang diber [ ... ]

Jelang Pemakaman Bupati, Warga Lumajang Kibarkan Bendera Setengah Tiang
Sabtu, 24 Januari 2015, 10:59 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Menjelang Pemakaman Bupati Lumajang Sjahrazad Masdar sejumlah warga di Lumajang mengibarkan bender [ ... ]

Akhirya, Kapolres Lumajang Melihat Sendiri Penambangan Dibibir Pantai
Jumat, 23 Januari 2015, 09:05 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Carut-marut pertambangan pasir di Lumajang akhirnya dilihat sendiri oleh Kapolres Lumajang., AKBP  [ ... ]

Kamis, 01 Mei 2014 09:04
Pekerja Informal Di Pedesaan, Kapan Akan Diperhatikan
Jika mau bicara soal kemiskinan, maka tidak lepas dari persoalan buruh di Indonesia. Banyak warga miskin di Indonesia dimana penyebab utamanya adalah kecilnya penghasilan sebagai buruh. Buruh di Indonesia identik dengan pekerja pa...

Aspirasi

Kamis, 05 Juni 2014 19:14
Jelang Pilpres, Perang Dimedia Jejaring Sosial Berlangsung Sengit
Biasanya menjelang perhelatan Piala Dunia, hiruk pikuk penggila bola mulai mengemuka. Namun perhelatan akbar dicabang olahraga paling popular ini sepe...

Birokrasi

Gubernur Jatim 24 Tahun Bersahabat Dengan Almarhum Bupati Lumajang

Senin, 26 Januari 2015
Gubernur Jatim 24 Tahun Bersahabat Dengan Almarhum Bupati Lumajang <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Wabup ketika memberikan ucapan kepada pejabat yang dimutasi</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Pasca ditetapkannya Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Sulsum Wahyudi sebagai tersangka dalam kasus korupsi Dinas Lingkungan Hidup dan telah dilakukan penahanan sejak bulan Juli 2014 lalu, posisi Kepala Dinkes Lumajang mengalami kekosongan selama 6 bulan dan selama itu pula sejumlah kebijakan tidak dapat diambil oleh pejabat penggantinya (dalam hal ini Plt Kadinkes).</p> <p>Namun kondisi itu saat ini sudah berubah, setelah diisinya posisi Kadinkes Lumajang dalam kegiatan mutasi pejabat eselon 2,3 dan 4 dilingkungan Pemkab Lumajang hari ini, Kamis (8/1). Untuk jabatan Kepala Dinkes Lumajang diisi oleh dr. Triworo yang sebelumnya menjabat Direktur RSUD dr. Haryoto Lumajang.</p> <p>Selain Direktur RSUD yang dimutasi masih ada 149 pejabat lain yang juga dipindahtugaskan, ada yang mengalami peningkatan ada pula yang mengalami penurunan. Dalam sambutannya Wakil Bupati Lumajang H. As’at Malik mengingatkan kepada seluruh pejabat yang dimutasi jika jabatan yang diberikan adalah amanah yang harus dijalankan sebaik-baiknya tanpa pamrih. “Ada bu Triworo yang saat ini diberi amanah dan kepercayaan penuh untuk ngurusi kesehatan melalui Dinkes,” katanya.</p> <p>Sumpah jabatan yang diucapkan saat dilantik hendaknya jangan dibuat main-main dan jangan dilanggar agar tidak tersandung kasus hukum. Masih banyak orang yang antri untuk jadi PNS, untuk itu jika ada yang sudah bosan jadi PNS karena alasan penghasilan yang kecil silahkan saja berhenti. “Daripada diberhentikan, silahkan mengajukan pengunduran diri,” tegas As’at Malik.</p> <p>Wabup juga menyampaikan pesan-pesan yang selalu disampaikan Presiden RI Joko Widodo tentang revolusi mental. “Mental untuk minta dihormati, mental untuk minta dijunjung tinggi harus segera dirubah dengan melakukan turun kebawah,” imbuhnya.</p> <p>Ada juga pejabat yang suka melakukan pungutan atau tarikan kepada bawahannya ketika akan dilakukan pemutasian. “Ada kepala sekolah yang melakukan tarikan kepada orang yang mau pindah, ada juga pegawai kita ini yang jika ada suatu kejadian mengatakan Wani Piro. Hal itu sekarang bukan masanya lagi, jika masih ada akan kita proses,” tegasnya.</p> <p>Jangan pernah menggunakan kesempatan untuk mengambil keuntungan pribadi dengan mencari uang dari sumber yang tidak benar. “Lumajang ini potensinya sangat luar biasa, harus kita gali semaksimal mungkin dengan aturan yang benar, jangan mengkhianati rakyat,” ungkap As’at Malik.(ww)</p>

"> 6 Bulan Kosong, Jabatan Kepala Dinkes Akhirn...
  • "> Wabup : Banyak Guru Sertifikasi Ngajarnya Di...
  • "> Pemkab Siapkan Penjemputan 2 Warga Lumajang ...
  • "> Sekda Mengaku Tidak Tahu Jika Miras Dijual d...
  • Hukum

    Kapolres Lumajang : Saya Tidak Butuh Pencitraan, Yang Penting Kerja

    Kamis, 22 Januari 2015
    Kapolres Lumajang : Saya Tidak Butuh Pencitraan, Yang Penting Kerja <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:353px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Kantor Koperasi Wirabhakti Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Pemeriksaan terhadap kasus dugaan penyalahgunaan keuangan di Koperasi Wirabhakti Lumajang oleh Kejaksaan Negeri Lumajang sudah memeriksa 75 saksi dan masih diperlukan beberapa saksi lagi, sebelum kemudian kasus ini dinyatakan tuntas. Kendati demikian, Kejaksaan Negeri Lumajag sudah menetapkan mantan Ketua Koperasi, P sebagai tersangka dalam kasus ini.</p> <p>Bersamaan dengan Hari Anti Korupsi desember kemarin, Kejaksaan Negeri Lumajang menetapkan satu tersangka dan menyatakan kemungkinan ada beberapa tersangka lainnya dalam kasus ini. Bahkan Kajari Lumajang I Gede Mahendra, SH menyatakan akan melakukan penahanan terhadap tersangka.</p> <p>Namun sampai sekarang belum dilakukan penahanan terhadap satu orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sumber kami di Kejaksaan Negeri Lumajang, hari ini, Rabu (21/1) menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap saksi-saksi terus dilakukan untuk segera menuntaskan kasus ini.</p> <p>“Kita tinggal beberapa saksi lagi mas. Semuanya sekitar 75 orang saksi. Tunggu sajalah nanti akan kita kabari kalau memang ada perkembangan,” kata sumber kami.</p> <p>Hari ini juga masih dilakukan pemeriksaan terhadap salah seorang saksi yang terkait dengan kasus koperasi ini. Sekitar pukul 09.00 seorang saksi dalam kasus koperasi ini masih menjalani proses pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Lumajang. “Ini kan saksi juga mas yang sedang kita periksa,” kata sumber tadi. <strong>(fat)</strong></p>

    "> Kasus Koperasi Wirabhakti Sudah Periksa 75 S...
  • "> Komplotan Perampasan Motor Diciduk Polisi...
  • "> Jual Obat Logo K-Merah, Toko Klontong Digere...
  • "> Satu Lagi Pelaku Pembunuhan Suwandak Dibekuk...
  • Politik

    Ketua PBNU Dukung Prabowo, PCNU Lumajang Pilih Netral

    Rabu, 28 Mei 2014
    Ketua PBNU Dukung Prabowo, PCNU Lumajang Pilih Netral <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:379px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Pertemuan pengurus DPC Gerindra Lumajang di Nglangeni</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Melalui sebuah rapat yang digelar di Rumah Makan Nglangeni DPC Partai Gerindra memutuskan akan membentuk fraksi sendiri di DPRD Lumajang. Fraksi tersebut akan diberi nama Fraksi Gerindra namun tidak menutup kemungkinan masuknya anggota DPRD dari parpol lain untuk bergabung dengan fraksi ini. Hal ini disepakati dalam sebuah forum parpol yang dihadiri oleh PAC dan Pengurus DPC Gerindra Lumajang.</p> <p>"Untuk nama kita tetapkan namanya Fraksi Gerindra saja, namun jika ada parpol yang mau bergabung dengan fraksi kita, ya monggo sejauh tidak merubah nama fraksi sesuai dengan keinginan kita. Tapi kalau harus merubah nama itu kita keberatan, karena dengan lima anggota DPRD kita bisa membentuk fraksi sendiri", kata Bambang Hidayat, Ketua Dewan Penasehat Fraksi Gerindra Lumajang dalam kesempatan tersebut.</p> <p>Dalam pemilu kali ini Gerindra mendapatkan tambahan satu kursi bahkan ada kemungkinan akan menduduki jabatan wakil Ketua DPRD Lumajang dibawah PDIP, PKB, dan Partai Demokrat. Sedangkan pada periode sebelumnya, Fraksi Gerindra bergabung menjadi satu fraksi dengan Hanura yang diberi nama Fraksi Gerakan Nurani Indonesia atau Fraksi GENI DPRD Lumajang.</p> <p>Sementara itu sekretaris DPC Partai Gerindra Lumajang Miki Habirullah secara terpisah mengatakan, untuk posisi wakil Ketua DPRD sampai sekarang memang belum diputuskan. "Kita belum sampai kesana, tapi nanti semuanya akan kita bahas dalam rapat DPC siapa yang akan kita putuskan mewakli Partai Gerindra untuk duduk di unsur Ketua DPRD Lumajang", kata Miki Habirullah.</p> <p>Posisi wakil Ketua DPRD Lumajang juha masih juga jadi perdebatan didua partai politik. Selain di Gerindra persaingan wakil parpol untuk duduk diunsur ketua juga terjadi di PKB Lumajang. Sedangkan dua parpol lainnya yakni PDIP dan Demokrat kabarnya masing masing sudah memastikan satu nama untuk duduk diunsur ketua DPRD Lumajang. Dari PDIP misalnya hampir pasti posisi Ketua DPRD akan diduduki oleh H. Agus Wicaksono yang juga Ketua DPC PDIP Lumajang.</p>

    "> DPC Gerindra Putuskan Bentuk Fraksi Sendiri ...
  • "> Gerindra Lumajang Siap Menangkan Prabowo Dik...
  • "> Tiga Ketua DPRD Lumajang, Gagal Kembali Ke D...
  • "> LIRA Minta Panwaslu Tindak Tegas Pelanggar P...
  • Aneka Rupa

    Dijaga Puluhan Petugas Dishub, Parkir Liar Jalan PB Sudirman Tak Berkutik

    Rabu, 21 Januari 2015
    Dijaga Puluhan Petugas Dishub, Parkir Liar Jalan PB Sudirman Tak Berkutik <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Gunung Semeru</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Karena cuaca ekstrem Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup sementara aktivitas pendakian ke puncak Gunung Semeru sejak Senin, 5 Januari 2015. "Cuaca ekstrem yang menjadi alasan penutupan pendakian," kata Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Hendro Wahyono, Senin (5/1).</p> <p>Menurut Hendro, BPBD Kabupaten Lumajang telah mengkonfirmasi perihal penutupan itu kepada Balai Besar TNBTS. Sebab, saat cuaca buruk, di puncak gunung api dengan ketinggian 2.676 meter di atas permukaan laut itu sering terjadi badai. Cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung selama Januari hingga Februari.</p> <p>Hendro belum bisa memastikan hingga kapan penutupan dilakukan. Dia juga membantah penutupan itu berkaitan dengan guguran material vulkanis dari puncak gunung itu. Menurut dia, status Gunung Semeru saat ini tetap pada level waspada.</p> <p>Kepala Balai Besar TNBTS Ayu Dewi Utari membenarkan ihwal penutupan aktivitas pendakian ke puncak Semeru yang mulai berlaku sejak hari ini Senin, 5 Januari 2015. "Iya, benar ditutup," katanya kepada wartawan.</p> <p>Selain itu, Ayu mengatakan penutupan pendakian tersebut dilakukan untuk pemulihan ekosistem yang ada disekitar Gunung Semeru, dan penutupan berlaku hingga akhir Maret 2015 mendatang.</p> <p>Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan penutupan aktivitas pendakian ke Gunung Semeru rutin dilakukan setiap tahun. Salah satu alasannya untuk pemulihan ekosistem lantaran hampir sepanjang tahun ada aktivitas pendakian. (ww)</p>

    "> Cuaca Ekstrem, Pendakian ke Puncak Semeru Di...
  • "> MPPM Timur Peringati Pekan Bung Karno Dengan...
  • "> Atlit Catur Junior Lumajang Raih Peringkat D...
  • "> Ramainya JLT di Malam Minggu...
  • Peristiwa

    Karangan Bunga Ucapan Belasungkawa Terus Mengalir Ke Pendopo Bupati

    Minggu, 25 Januari 2015
    Karangan Bunga Ucapan Belasungkawa Terus Mengalir Ke Pendopo Bupati <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Almarhum Sjahrazad Masdar diberangkatkan dari Masjid Agung KH. Anas Machfud</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Usai disholatkan di Masjid Agung KH. Anas Machfud Lumajang, Jenazah Almarhum Bupati Lumajang diberangkatkan menuju Pemakaman Umum Jogoyudan Lumajang. Sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Lumajang, PNS dan masyarakat sekitar ikut mengantarkan Sjahrazad Masdar menuju tempat peristirahatan terakahirnya. Tak banyak acara yang dilaksanakan di Masjid Agung, usai Sholat Dhuhur, digelar Almarhum disholatkan, kemudian ada pembacaan Tahlil dan ditutup dengan Doa yang dipimpin oleh KH. Imron Anis. Setelah itu, jenazah langsung diberangkatkan ke Tempat Pemakaman Umum Jogoyudan.</p> <p>Sejumlah tokoh masyarakat Lumajang juga tampak hadir dalam acara pemakaman ini, termasuk sejumlah anggota DPRD Lumajang, pengurus parpol di Lumajang. Keluarga dari Sjahrazad Masdar sebagian besar hadir termasuk keluarga dari istri mantan orang nomor satu di Lumajang itu.</p> <p>Keberangkatan jenazah diawali oleh satu pasukan berseragam putih dengan membawa foto Almarhum Sjahrazad Masdar. Sementara jenazah berada dibelakangannya diusung dengan berjalan kaki menuju Pemakaman Umum Jogoyudan. Tampak Putra Almarhum ikut serta dalam rombongan jenazah dengan menetaskan air mata, pertanda duka yang dalam atas meninggalnya Sjharazad Masdar.</p> <p>Sementara di Tempat Pemakaman Umum Lumajang tampak pengamanan dilakukan oleh sejumlah petugas dari kepolisian, TNI, Satpol PP dan Petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang. Sebagian masyarakat yang tidak hadir dalam acara di Masjid Agung KH. Anas Machfud tampak sudah berada disekitar pemakaman umum Jogoyudan Lumajang, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Sjahrazad Masdar. <strong>(fat)</strong></p>

    "> Usai Disholatkan Di Masjid KH. Anas Machfud,...
  • "> Jelang Pemakaman Bupati, Warga Lumajang Kiba...
  • "> Akhirya, Kapolres Lumajang Melihat Sendiri P...
  • "> Dirusak Orang Gila, PJU Dijalan Soekarno-Hat...
  • Wisata Budaya

    Tim Balai Arkeologi Yogyakarta Teliti Situs Candi Bathari Durga Lumajang

    Selasa, 13 Januari 2015
    Tim Balai Arkeologi Yogyakarta Teliti Situs Candi Bathari Durga Lumajang <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Salah satu pasangan peserta Balos anak-anak</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Batik Lumajang On the Stage (Balos) adalah salah satu rangkaian kegiatan yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-759, tahun ini merupakan tahun ke III pelaksanaannya sejak dicanangkannya Batik Lumajangan sekitar tahun 2012 lalu.</p> <p>Kegiatan yang dilaksanakan salah satu event organizer di Lumajang ini setiap tahunnya semakin meriah, selain jumlah pesertanya yang makin bertambah, pesertanya juga makin beragam. Untuk tahun ini peserta dibagi dalam empat kelompok antara lain kelompok Paud dan TK, kelompok SD kelas 1 sampai kelas 6, kelompok SMP, SMA, SMK dan umum, sedangkan kelompok terakhir adalah perwakilan dari SKPD dan para camat beserta istri.</p> <p>Untuk peserta tahun ini bukan hanya datang dari Lumajang saja, tetapi dari sejumlah kabupaten tetangga juga ikut ambil bagian seperti ada yang dari Malang, Probolinggo, Jember, Bondoswoso bahkan ada yang dari Kabupaten Banyuwangi.</p> <p>Panitia berharap agar kegiatan ini dapat dilaksanakan setiap tahunnya agar semakin meningkatkan kecintaan masyarakat akan batik khususnya masyarakat Lumajang, karena batik bukan hanya dapat dikenakan secara biasa saja, tapi juga dapat dikreasikan dan dipadupadankan dengan aneka bahan sehingga menghasilkan karya fashion yang spektakuler.</p> <p>“Kami berharap agar kegiatan ini dapat diadakan setiap tahun, agar bakat-bakat terpendam yang ada sudah diketahui sejak dini khususnya untuk anak-anak tingkat Paud dan TK. Selain itu agar masyarakat Lumajang semakin mencintai batik khususnya batik khas Lumajangan,” kata Sandi Damara Haryanto, selaku ketua panitia pelaksana.</p> <p>Kriteria penilaian dalam Balos kali ini bukan hanya dinilai dari penampilan serta busana yang dipakai , tapi juga dari batik yang dipakai. Jika batik yang dipakai tidak asli Lumajang atau tidak menggambarkan corak khas Lumajangan otomatis akan mengurangi nilai, oleh karenanya panitia mempunyai juri khusus yang paham betul dengan batik khas Lumajangan.</p> <p>Sementara itu Wakil Bupati Lumajang H As’at Malik dalam pembukaan kegiatan tersebut mengatakan kegiatan Balos tahun ini nampak semakin semarak lagi dan diharapkan dengan kegiatan ini masyarakat akan semakin bangga memakai batik khas Lumajang.</p> <p>“Kedepan, mungkin pak Gawat (Kepala Dinas Pariwisata=red) sudah memikirkannya, untuk pegawai yang paling sering memakai batik ke kantor barangkali perlu diberi penghargaan juga itu nantinya. Tahun 2015 mudah-mudahan ada penilaian dan diujung tahun akan diberi pengharagaan,” kata Wabup.</p> <p>Banyak orang yang sudah mulai menyukai batik khas Lumajang, oleh karena itu mari kita bangga dengan batik kita sendiri. “Yakinlah bahwa batik khas Lumajang itu tidak seperti apa yang kita bayangkan,” imbuhnya.</p> <p>Dalam pesan terakhirnya Wabup Lumajang menutup sambutannya dengan pantun. “Burung glatik diatas kedondong, pakai batik keren dong !” ungkap Wabup dalam pantunnya yang disambut tepuk tangan meriah para undangan. (ww)</p>

    "> Mulai Tingkat Paud/TK Hingga Camat Ikut Rama...
  • "> Meskipun Hujan Festival Jaran Kencak Tetap B...
  • "> Sejarawan Asal Belanda Harry Poeze, Kunjungi...
  • "> AMPAS Tuding Pemkab Abaikan Peninggalan Seja...
  • Mansur Hidayat, Ketua MPPM TimurMansur Hidayat, Ketua MPPM TimurWartalumajang.com - Situs Biting terletak di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Situs ini adalah suatu kawasan bekas ibu kota kerajaan Nusantara yang dikelilingi oleh 3 sungai besar (Bondoyudo di utara, Ploso di barat, Bodang di timur) dan 1 sungai buatan Cangkring di selatan. Di sisi dalam sungai-sungai tersebut dapat diketemukan benteng yang melingkari dengan ketebalan bervariasi antara 3-6 meter, tinggi antara 6-10 meter dan panjang melingkarinya antara 8-10 kilo meter. Dengan ketebalan dan panjangnya dapat dikatakan bahwa situs ini merupakan situs terbesar dan terpanjang di Indonesia. Dari sisi arsitektur, situs ini merupakan contoh benteng lokal Nusantara.

    Situs Biting ini diketemukan pertama kali oleh J Mageman pada tahun 1861 dan kemudian di teliti ulang oleh A. Muhlenfeld pada tahun 1920. Menurut penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta yang dimulai tahun 1982-1991, kawasan Situs Biting memiliki luas 135 hektar yang mencakup 6 blok/area yaitu blok keraton seluas 76,5 ha, blok Jeding (Taman Sari) 5 ha, blok Biting 10,5 ha, blok Randu 14,2 ha, blok Salak 16 ha, dan blok Duren 12,8 ha. Di blok-blok tersebut, kita dapat diketemukan kawasan pemukiman, kawasan pemandian atau Taman sari dan kawasan peribadatan. Begitu kayanya akan benda-benda bersejarah, di kawasan ini banyak ditemukan bersebaran artefak-artefak seperti keramik cina dari aabd ke-12 sampai 16, gerabah kuno maupun batu bata kuno.

    Menurut catatan sejarah, Lamajang merupakan suatu wilayah yang cukup penting sejak jaman kerajaan Kediri pada abad ke 12 dan kerajaan Singosari pada abad ke-13. Setelah Singosari runtuh dan awal berdirinya kerajaan Majapahit, dalam beberapa catatan kuno seperti Prasasti Kudadu yang kemudian diperkuat oleh Babad Negara Kertagama, Babad Pararaton, Kidung Harsawijaya, Kidung Ranggalawe, Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Sorandaka, diberitakan bahwa Adipati Sumenep Arya Wiraraja dan Raden Wijaya mengadakan perjanjian kerja sama untuk membagi pulau Jawa menjadi 2 wilayah yang sama besar. Setelah kemenangan besar atas Prabu Jayakatwang di Kediri dan pengusiran tentara Tar Tar pada tahun 1292 Masehi, maka setahun kemudian pada 10 Nopember 1293 Masehi berdirilah 2 kerajaan besar yaitu Majapahit di sebelah barat dengan raja Raden Wijaya atau Kertarajasa Jayawardana dan Lamajang Tigang Juru dengan raja yaitu Arya Wiraraja. Dalam runutan sejarahnya salah satu putra Arya Wiraraja yang bernama Mpu Nambi telah membuat benteng besar di Pajarakan sebagai pertahanan ketika Majapahit hendak menyerang Lamajang Tigang Juru.

    Secara pasti, kita tidak mengetahui siapa pendiri dari benteng tersebut. Namun berdasar runutan sejarah dan bukti-bukti arkeologi yang mengatakan bahwa benteng dan pemukimannya dibangun pada sekitar abad ke-14, maka terdapat kesimpulan awal bahwa benteng ini dibangun pada masa Arya Wiraraja dan kemudian dilanjutkan oleh para penerusnya seperti Mpu Nambi dan seterusnya. Hal ini juga diperkuat oleh survey lapangan MPPM Timur di mana banyak batu bata di kawasan situs ini yang bermotif clurit dan juga terdapat kesamaan istilah ketika menyebut menara pengintai di situs Batu Putih di Sumenep dengan nama “Pengongakan” dan di situ Biting dengan nama “Pengungakan”. Hal ini penting untuk dijelaskan supaya sejarah Indonesia mengetahui bahwasanya kawasan ini bukan merupakan peninggalan kerajaan Majapahit, tetapi menunjuk pada penguasa lokal sebagai pemangku kepentingan yang seungguhnya.

    Dalam kaca mata pelestarian, “Pengupasan” dinding benteng ini sangat penting dilakukan supaya dapat menunjukkan buktinya nyata peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Lumajang kepada masayarakat Lumajang pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Perwujudan bukti terhadap situs ini sangat penting dikarenakan selama ini sejarah Indonesia kurang mengenalkan peninggalan-peninggalan kuno di bekas wilayah kerajaan Lamajang Tigang Juru yang meliputi Kabupaten Lumajang pada khususnya dan Kawasan Tapal Kuda pada umunya.

    Kawasan Situs Biting yang menurut kajian akademis merupakan Kawasan Lindung Budaya sendiri cenederung diterlantarkan dengan dibangunnya Perumahan Nasional yang meliputi 15 Hektar areal situs pada tahun 1996. Pada awal tahun 2011 setelah ada advokasi Lembaga Swadaya Masyarakat bernama Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur (MPPM Timur) pemerintah Kabupaten Lumajang sebenarnya telah membentuk Tim peletarian dan Perlindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang dengan SK Bupati 188.45/41/427.12/2011 tanggal 23 Februari 2011 yang kemudian menghasilkan rekomendasi untuk melindungi Situs Biting sebagai Kawasan Cagar Budaya. Disamping itu Kementrian Sekretariat Negara juga telah mengirimkan surat kepada Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Direktorat Jendral Sejarah dan Purbakala, Direktorat Peninggalan Purbakala dan Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur dengan surat B-335/Kemsetneg/D-3/Ormas-LSM/SR.02/11/2011 pada tanggal 2 Novemver 2011 yang meminta penanganan masalah Situs Biting sebagaimana laporan dari LSM MPPM Timur. Tindak lanjut daripada hal tersebut, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur melalui surat KS.002/0672/BP3JT/KPK/2012 menurunkan Tim Verivikasi untuk melakukan langkah pendataan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang termasuk dengan prioritas Situs Biting.

    Namun dalam perkembangannya, pemerintah Kabupaten Lumajang belum menujukkan langkah-langkah nyata pelestarian kawasan ini. Bahkan yang lebih menyedihkan, pada sekitar 6 bulan lalu, Perumnas Biting indah melakukan pembangunan perumahan kembali dengan merusak benteng barat yang dilindungi berdasarkan surat rekomendasi Tim Pelesatrian dan Pelindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang. LSM MPPM Timur sebenarnya sudah melayangkan surat protes ini ke Pemerintah Kabupaten Lumajang, namun sampai sekarang belum ada langkah-langkah nyata untuk mencegah perusakan oleh Perumnas Biting tersebut.

    Sebagai kesimpulan, pengupasan dinding benteng ini sangat diperlukan untuk menunjukkan kepada masyarakat Lumajang akan situs bersejarah kebanggaannya dan kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang bahwa semua kalangan baik pelajar, mahasiswa, pemuda, akademisi, peneliti maupun berbagai kalangan masyarakat baik di Lumajang maupun di Indonesia menginginkan bahwa Kawasan Situs Biting dalam keadaan darurat untuk dilindungi dan dilestarikan.

    Berdasarkan pertimbangan akademis sesuai dengan penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta dan hasil Tim Verivikasi Cagar Budaya BP3 Jawa Timur dimana Situs Biting adalah suatu Situs yang mempunyai ukuran Nasional dan sekarang sedang dalam keadaan darurat karena adanya perusakan massif, maka Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur meminta Pemerintah Pusat dalam hal ini Pemerintah Republik Indonesia untuk menetapkan secara langsung Situs Biting sebagai Kawasan Situs Nasional sebagaimana Kawasan Situs Trowulan, Kawasan Situs Candi Muara jambi dan Kawasan Gunung Padang.

    Sumber : Press Realese MPPM Timur

     

     

     

    Web Designer