Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
Kasat Reskrim Gerah, Banyak Telpon Gelap Mengatasnamakan Dirinya
Selasa, 28 Juli 2015 20:51 WIB
Wartalumajang.com - Akhir-akhir ini diwilayah Lumajang banyak laporan ke Polres soal telpon dan SMS yang mengatasnamakan Kasat Reskrim serta Kapolres Lumajang yang intinya meminta bantuan atau sumbangan kepada sejumlah instansi dengan alasan beraneka ragam, kondisi ini tentu saja membuat Kasat Reskr...
Gara-gara Klakson, Sopir Truk Dikeroyok Sejumlah Pemuda
Selasa, 28 Juli 2015, 20:24 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Nasib sial dialami M Lutfi warga Desa Paseban Kecamatan Kencong Jember, ketika tengah melintas di [ ... ]

Pencurian Terbesar Di Lumajang Adalah Pencurian Pasir
Selasa, 28 Juli 2015, 18:05 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Ketua DPRD Lumajang H. Agus Wicaksono S.Sos lagi-lagi meminta Pemerintah Kabupaten Lumajang bertin [ ... ]

Soal Proses Pemilihan Wabup, Dewan Minta Bupati Lebih Tegas
Senin, 27 Juli 2015, 20:59 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Ketua DPRD Lumajang H. Agus Wicaksono hari ini memberikan warning kepada Bupati Lumajang As’at M [ ... ]

Empat Kandidat Sekda Ikuti Assesment Di Badiklat Jatim
Senin, 27 Juli 2015, 17:41 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Para Kandidat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, sudah masuk dalam tahap assesment di B [ ... ]

Senin, 23 Pebruari 2015 16:38
Serial Bupati Baru (1) : Pak Bupati, Apa Kabar Pasir Besi Lumajang
Sejatinya tak ada satupun pekerjaan yang tak boleh tuntas. Karena jika tidak tuntas, bisa saja disebut bekerja setengah hati. Di Lumajang cukup banyak pekerjaan yang seharusnya dituntaskan yang hingga saat ini masih meninggalkan t...

Aspirasi

Minggu, 10 Mei 2015 07:41
Menanti Pembangunan Lumajang Yang Inovativ (Bagian 1)
Dalam setiap pergantian kepemimpinan disetiap daerah, selalu saja lahir jargon yang mengarah kepada usaha perbaikan kesejahteraan masyarakat. Jargon-j...

Birokrasi

Empat Kandidat Sekda Ikuti Assesment Di Badiklat Jatim

Senin, 27 Juli 2015
Empat Kandidat Sekda Ikuti Assesment Di Badiklat Jatim <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:280px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Drs. Gawar Sudarmanto, Kepala Disbudpar Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Kunjungan wistawan kesejumlah obyek wisata di Lumajang pda musim lebaran tahun ini menurun dibandingkan dengan lebaran tahun lalu. Hal ini terjadi hampir pada semua obyek wisata yang ada di Lumajang, kecuali Ranu Klakah yang mengalami peningkatan cukup signifikan. Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Lumajang Drs. Gawat Sudarmanto, belum bisa memastikan jumlah penurunan kunjungan wisata di Lumajang., namun memastikan penurunan itu tidak akan berpengaruh pada pencapaian target PAD dari sektor ini .</p> <p>“Kalau penurunan memang ya, tetapi jumlahnya tidak terlalu besar juga. Kecuali Pantai Bambang Pasirian jumlah pengunjungnya menurun dalam jumlah yang cukup besar, yakni sekitar 30 persen dibandingkan dengan tahun lalu,” kata Gawat Sudarmanto.</p> <p>Tentang target PAD yang kemungkinan tetap bisa dicapai, Gawat menyebutkan untuk event tertentu pihaknya menaikkan tarif masuk dan ternyata animo masyarakat masih cukup tinggi. Di Pemandian Alam Selokambang misalnya, karena ada hiburan yang dihadirkan, maka jumlah wisatawan yang masuk masih relative cukup tinggi.</p> <p>“Untuk tahun ini dari Pemandian Selokambang ditargetkan bisa masuk PAD Rp. 400 juta, dan dalam satu hari juga pernah masuk sebesar Rp. 78 juta. Ini artinya animo masyarakat masih cukup tinggi,” kata Gawat kemudian.</p> <p>Gawat juga mengatakan, untuk obyek wisata buatan belakangan memang menurun dari sisi kunjungan. Misalnya Waterpark Wonorejo, diakui Gawat mengalami penurunan jumlah kunjungan wisata. Disamping masyarakat yang lebih suka wisata alam, belakangan banyak berdiri pemandian-pemandian kecil di Probolinggo dan Jember yang cukup memberikan pengaruh kepada jumlah kunjungan wisata di Water Park Wonorejo.</p> <p>Gawat mengaku bahwa belakangan memang banyak masyarakat yang lebih suka terhadap kawasan wisata alam. Namun tempat-tempat baru itu tetap saja merupakan objek wisata minat khusus yang hanya bisa dikunjungi oleh perorangan dalam usia dewasa.</p> <p>“Kalau kunjungan ke tempat-tempat seperti Air Terjun Tumpak Sewu, Kapas Biru dan B29 memang meningkat. Namun karena belum ada Perdanya sehingga Pemkab belum bisa menarik retribusi masuk. Yang cukup menggembirakan, untuk Segitiga Ranu, InsyaAllah pada hari minggu besok target untuk tahun ini sudah bisa kita capai,” kata Gawat lagi. (fat)</p>

"> Kunjungan Wisata Lebaran Menurun, Disbudpar ...
  • "> Bupati Lumajang Lamban Isi “Kekosongan” ...
  • "> 5 PNS Dan Satu Kepala Satker di Lumajang Ked...
  • "> Pemkab Sidak Pasar, Harga Cabai Tembus Rp 35...
  • Hukum

    Pencurian Terbesar Di Lumajang Adalah Pencurian Pasir

    Selasa, 28 Juli 2015
    Pencurian Terbesar Di Lumajang Adalah Pencurian Pasir <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:333px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Foto Ilustrasi</span></span></strong></p> <p><strong>Wartalumajang.com</strong> – Isu pencairan ganti rugi tanah SMPN 1 Sukodono oleh Pemkab Lumajang kepada penggugat (keluarga mertua Bupati As’at) sebesar Rp 6 miliar, sempat merebak di kalangan masyarakat Kota Lumajang. Bahkan merembet ke ibu ibu PKK di Kecamatan Sukodono. Mereka mengatakan, di beberapa desa saat ini diminta untuk membuat Spj namun uangnya belum cair.</p> <p>“Gimana mau cair, la wong duit APBD nya dibuat bayar ganti rugi SMPN 1 Sukodono”, ujar salah seorang pengurus TP PKK Kecamatan yang enggan disebutkan identitasnya, Minggu (21/6) siang bercerita di hadapan rekan-rekannya. Mereka mengatakan, dana APBD untuk gaji perangkat desa hingga RT/ RW lambat gara-gara APBD untuk ini dibuat ganti rugi kepada SMPN 1 Sukodono.</p> <p>Atas rumor ini, Mochammad Taufiq Hidayat, SH, Kabag Hukum Pemkab Lumajang, menyampaikan, kabar burung yang sengaja dihembuskan ini tidak benar. Buktinya, Pemkab telah memutuskan banding atas kekalahannya di PN Lumajang.</p> <p>“Infonya dari siapa Mas kalau kita sudah bayar ganti rugi”, ungkapnya dengan nada bertanya sambil tertawa saat dihubungi media ini, Senin (22/6) siang. Diungkapkan, saat ini pihaknya masih menunggu proses lanjutan atas upaya banding yang telah diajukan sekitar 2 bulan lalu. Upaya banding sendiri memang sudah dibuat oleh pihak pemkab bersama Kuasa Hukum Amin Syaifudin, SH dan Adi Riwayanto, SH.</p> <p>“Kita sudah ajukan memori bandingnya sekitar 2 bulan yang lalu. Kalau sudah bayar ganti rugi berarti kita nggak banding dong”, katanya tersenyum. Bahkan 2 minggu yang lalu, kata Moch. Taufiq Hidayat, pihaknya menanyakan ke pihak Pengadilan Tinggi (PT), namun belum ada jawaban kapan proses sidang dimulai. “Ketika ditanyakan ke pihak PT mereka menjawab belum menunjuk hakim yang mengadili kasus ini. Mereka belum tahu hakimnya siapa”, kata Taufiq, panggilan karibnya.</p> <p>Pria berkacamata minus ini menyampaikan, poin-poin dalam materi banding beberapa antaranaya adalah adanya sertifikat TKD (Tanah Kas Desa) dan adanya tanah pengganti kepada pihak penggugat. Persoalan bahwa TKD tersebut sudah ditangani pihak ketiga, Taufiq menyampaikan, itu urusan penggugat bukan pemkab.</p> <p>“Yang penting sudah ada pengganti. Kalau sudah ada tanah pengganti kenapa kok mau diganti lagi dengan uang ?,” jelasnya dengan nada heran. Sekedar mengingatkan, gugatan kasus tanah SMPN 1 Sukodono dimenangkan oleh keluarga mertua Bupati Lumajang, Drs. H. As’at, M. Ag. Pihak tergugat I (Bupati/ Pemkab) dan tergugat 2 (DPRD) dikalahkan di Pengadilan Negeri Lumajang. Mereka harus membayar ganti rugi sebesar Rp 6 Miliar kepada penggugat.</p> <p>Namun, Tim 9 setelah melakukan pengkajian akhirnya memutuskan banding. Upaya banding ini dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah novum baru berupa tanah pengganti, meskipun tanah penggantinya berupa Tanah Kas Desa (TKD) yang kini dikelola oleh pihak ketiga. Tanah pengganti seluas sekitar 6 ribu M3 berada di belakang SMPN 1 Sukodono. (syam)</p>

    "> Beredar Kabar Pemkab Sudah Bayar Ganti Rugi ...
  • "> LBH Arya Wiraraja Dan FH Unilu Gelar Penyulu...
  • "> Jelang Puasa, Polres Akan Gelar Operasi Peta...
  • "> Niat Senang-Senang Tiga ABG Curi Motor, Bera...
  • Politik

    Soal Proses Pemilihan Wabup, Dewan Minta Bupati Lebih Tegas

    Senin, 27 Juli 2015
    Soal Proses Pemilihan Wabup, Dewan Minta Bupati Lebih Tegas <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Foto Ilustrasi</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Partai Golkar Lumajang sampai saat ini masih belum memunculkan calon wabup, walau dua partai pengusung pasangan SAAT lainnya sudah menyatakan calon wabupnya. Bahkan Ketua DPD Partai Golkar Lumajang Sudjatmiko SH masih menunggu dua partai lainnya untuk membuat kesepakatan siapa calonnya. Kata Sudjatmiko, siapapun calonnya kalau memang dikehendaki oleh tiga partai pengusung, maka Partai Golkar akan mendukung calon itu.</p> <p>“Kita memang tidak ada calon untuk wabup, yang kita tunggu adalah kesepakatan partai pengusung lainnya (PAN dan Partai Demokrat=red) untuk segera membuat kesepakatan. Siapapun yang disepakati mari kita dukung. Itu yang penting menurut saya,” kata Sudjatmiko.</p> <p>Ketua DPD Golkar ini juga mengatakan, sebagai partai pengusung pasangan SAAT seharusnya tidak harus berebut siapa wabupnya. Karena sejak awal sudah bersatu untuk memenangkan pasangan SAAT, maka untuk selanjutnya harus juga tetap bersatu untuk keberlangsungan pemerintahan yang ada sekarang.</p> <p>“Kita dari awal sudah ada komitmen untuk mendukung pasangan SAAT, maka sudah seharusnya sekarang ini kita bersatu lagi untuk satu nama saja siapa wabupnya. Bahwa kemudian calonnya siapa, mari kita bicarakan. Ini yang menjadi konsen Partai Golkar saat ini,” kata Sudjatmiko kemudian.</p> <p>Menyinggung nama Dr. Buntaran yang terus mengemuka setelah ditetapkan sebagai Calon Wabup dari Partai Demokrat, Sudjatmiko mengaku tidak masalah. “Siapapun calonnya buat kami bukan masalah, yang penting disepakati bersama. Itu saja,” kata Sudjatmiko lagi.</p> <p>Ketika disinggung tentang dirinya yang juga masuk dalam bursa calon wabup Lumajang, Sudjatmiko kembali menegaskan soal nama bukan masalah. Sejauh disepakati oleh partai pengusung maka semuanya dipastikan akan berjalan dengan cepat agar kekosongan jabatan wakil bupati ini segera bisa terisi.</p> <p>Sejak Bupati Lumajang Sjahrazad Masdar meninggal, sampai sekarang proses pencalonan wakil bupati masih belum menemukan titik temu. Partai Golkar, Partai Demokrat dan PAN belum ada titik temu siapa yang akan diajukan sebagai calon Wabup. Padahal dari ketiga partai itu hanya boleh ada dua calon saja, maka jalan keluarnya adalah adanya kesepakatan antara partai pengusung agar mengerucut kepada dua nama. Sayangnya sampai sekarang partai-partai ini masih belum satu komitmen dalam hal ini. Bupati Lumajang As’at Malik sebagai pengganti Bupati Masdar perannya tidak maksimal dalam mempercepat proses penentukan calon wabup Lumajang.</p> <p>“Pak As’at ini kayaknya kurang greget memang. Atau mungkin memang akan dibiarkan tanpa wabup, karena itu memang dibolehkan. Hanya saja seharusnya, As’at Malik mengambil peran penting dalam hal ini,” kata salah seorang politisi Lumajang yang keberatan namanya dimediakan. (fat)</p>

    "> Tak Ajukan Calon Wabup, Partai Golkar Tunggu...
  • "> DPRD Lumajang Gelar Rapat Paripurna Untuk Pe...
  • "> Buntaran Akui Sudah Miliki KTA Partai Demokr...
  • "> 10 Nama Hasil Penjaringan Gugur, Partai Demk...
  • Aneka Rupa

    Pakir Penuh, Sisi Timur Jalan PB. Sudirman Digunakan Lagi Untuk Parkir

    Sabtu, 27 Juni 2015
    Pakir Penuh, Sisi Timur Jalan PB. Sudirman Digunakan Lagi Untuk Parkir <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:445px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Drs. H. Muflich Faried - Ketua BAZ Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Lumajang, akan menggelontorkan dana segar kepada 9.200 kaum dhuafa, fakir miskin dan janda-janda di seluruh Kabupaten Lumajang mulai 1 – 13 Juli 2015. Ketua BAZ Kabupaten Lumajang, KH. Muflih Farid, menyampaikan, masing-masing akan mendapatkan bantuan dana Rp 100.000. Sebanyak 9.200 kaum dhuafa ini tersebar di 21 kecamatan.</p> <p>“Kita memang sengaja mengambil kaum dhuafa, fakir miskin dan para janda-janda tak mampu di seluruh kecamatan. Masing-masing kecamatan kita ambil 100 orang,” ungkapnya, Jum’at (27/6) siang.</p> <p>Dijelaskan, agar berjalan tertib si penerima yang sudah terdata dikumpulkan di sebuah tempat seperti balai desa atau tempat lainnya yang strategis. Sebelumnya masing-masing penerima sudah diberitahu. “Jadi, gak mungkin terjadi desak-desakan, apalagi dalam pencairan ini nantinya juga dibantu pihak kepolisian setempat, Kodim, dan Pol PP,” kata Muflich Faried.</p> <p>Dijelaskan, data ini berasal dari pihak desa yang sudah diserahkan kepada BAZ. Sehingga pihak BAZ Lumajang mengucurkan dana ini berdasarkan data valid dari pihak desa. “Jadi, kita tidak sembarangan mengucurkan dana BAZ. Datanya harus valid sehingga penyalurannya tidak salah sasaran. Kita memang berharap data yang dimasukkan oleh pihak desa benar-benar data yang diinginkan pihak pengelola BAZ dan tepat sasaran dan tidak over laping”, jelas Muflich Farid kemudian.</p> <p>Petugas dari BAZ yang diterjunkan ada sekitar 20 orang. Ada 6 tim dan 6 kendaraan yang setiap hari bergerak ke 6 desa setiap hari sampai 21 kecamatan merata dalam pembagian uang dari BAZ. Dari data yang ada, penyaluran BAZ untuk kaum dhuafa, fakir miskin dan janda-janda tak mampu, tahun ini lebih besar ketimbang tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya (2014) BAZ menyalurkan kepada 7.200 orang sedangkan tahun ini menjadi 9.200 orang. “Jadi ada tambahan 2 ribuan orang”, ujarnya.</p> <p>Sekedar diketahui, dana yang dikumpulkan BAZ adalah dana umat dari kalangan PNS (Pegawai Negeri Sipil) Kabupaten Lumajang. Masing-masing PNS yang menyalurkan kepada BAZ besarannya sesuai dengan gaji yang mereka terima. “Yang penting 2,5 %,” tuturnya.</p> <p>Dia berharap agar para penerima bisa memanfaatkan uang yang bakal mereka terima dan mendoakan si pemberi didoakan agar rejekinya berlimpah. “Meskipun 100 ribu tidak terlalu besar, tapi minimal bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan bulan puasa atau lebaran,” kata Muflich Faried lagi (SYAM)</p> <p> </p>

    "> Jelang Idul Fitri, BAZ Lumajang Bantu 9.200 ...
  • "> Relokasi PKL Pujasera Ke Embong Kembar Masih...
  • "> Pemkab Dan Dewan Tak Tanggapi Keluhan Pedaga...
  • "> Masuk LSS Dikenakan Parkir, Pengunjung Turun...
  • Peristiwa

    Kasat Reskrim Gerah, Banyak Telpon Gelap Mengatasnamakan Dirinya

    Selasa, 28 Juli 2015
    Kasat Reskrim Gerah, Banyak Telpon Gelap Mengatasnamakan Dirinya <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Barang bukti yang diamankan polisi</span></span>Wartalumajang.com</strong> - Nasib sial dialami M Lutfi warga Desa Paseban Kecamatan Kencong Jember, ketika tengah melintas disekitar Jalan Lintas Timur (JLT) Lumajang truk yang dikendarainya dihentikan oleh sekelompok pemuda yang kemudian mengeroyoknya hingga mengalami luka memar diwajahnya dan terluka didada akibat sabetan senjata tajam pelaku.</p> <p>Saat itu, Minggu (26/7), sekitar pukul 15.30 Wib M. Lutfi yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir truk sewaan tengah mengangkut semangka yang baru saja dipanen disekitar wilayah Kecamatan Yosowilangun, dengan tujuan ke Surabaya dia mengendarai truknya melintas di JLT Lumajang.</p> <p>Ketika melintas dijalan tersebut dia terhalang oleh sejumlah pemuda yang mengendarai sepeda motor, agar para pengedara motor tersebut sedikit menepi dia membunyikan klakson truknya. Tak lama kemudian dia berhasil mendahului para pengendara motor tersebut.</p> <p>Namun entah karena tersinggung atau kaget ketika di ‘Klakson’ maka para pengendara motor tersebut mengejar dan menghentikan kendaraan truk yang dikendarainya. Sejumlah pengendara motor langsung turun dari motonya dan merusak truk tersebut dengan memecah kaca spion sebalah kanan dan kiri.</p> <p>M. Lutfi yang melihat truknya dirusak oleh orang lain langsung turun, namun karena kalah jumlah maka dia jadi korban pengeroyokan, dia jadi bulan-bulanan para pengendara motor tersebut. Bukan itu saja, salah satu pengeroyoknya mengeluarkan senjata tajam jenis pisau dan menyabetkan kearah korban yang mengenai dada.</p> <p>Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Heri Sugiono mengakui jika telah terjadi tindak penganiayaan diwilayah hukum Polres Lumajang tepatnya disekitar JLT. Pihaknya saat ini sudah menangkapsalah satu pelaku pengeroyokan yang bernama Achmad Faiz (25) warga Desa Banyuputih Kidul. “Kami sudah tangkap satu pelaku sedangkan teman-temannya saat ini tengah kami buru,” katanya, Selasa (28/7).</p> <p>Menurut pengakuan korban, saat kejadian dia sempat melakukan perlawanan meskipun harus mengalami banyak luka ditubuhnya, tertangkapnya satu pelaku ini juga karena kunci sepeda motornya diambil korban sehingga pelaku tidak bisa kabur. “Kebetulan saat itu ada petugas kami yang berpatroli dan langsung mengamankan pelaku ini,” pungkasnya.(ww)</p>

    "> Gara-gara Klakson, Sopir Truk Dikeroyok Seju...
  • "> Pusat Gempa Di Malang, Retakkan Rumah Di Ran...
  • "> Pantai Bambang Lumajang Jadi Jujukan Wisataw...
  • "> Keluarga Besar Madura Bersatu Lumajang Gelar...
  • Wisata Budaya

    Meriah…! Konser Amal Untuk Situs Biting

    Senin, 18 Mei 2015
    Meriah…! Konser Amal Untuk Situs Biting <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:526px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Inilah Kawasan Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Pemkab Lumajang sudah berkali-kali menyatakan bahwa kawasan wisata air terjun Tumpak Sewu merupakan kawasan wisata yang masih berbahaya untuk dikunjungi. Bukan karena medannya yang cukup berat untuk dilalui, namun berbagai sarana pendukung sampai sekarang masih belum ada. Bahkan Pemkab menyebut air terjun Tumpak Sewu ini nantinya akan dijadikan wisata minat khusus.</p> <p>Jumat (1/5) kemarin seorang mahasiswa meninggal dunia setelah terjatuh dari tebing yang cukup curam dan dalam ini. Mahasiswa yang diketahui berasal dari Pasuruan ini harus kehilangan nyawa saat hendak mengabadikan foto dirinya melalui foro Selfi yang berakibat yang bersangkutan terpeleset dan jatuh masuk kejurang.</p> <p>Ketua Bappekab Lumajang Ir. Indah Amperawati sebelumnya sudah mengingatkan masyarakat untuk untuk tidak datang ketempat ini karena cukup berbahaya. Rombongan wartawan yang pernah datang ketempat ini juga menyebut kawasan ini sebagai kawasan wisata yang cukup berbahaya dan menegangkan.</p> <p>“Kita bisa saja mengembangkan kawasan ini, namun tentunya akan menjadi wisata minat khusus. Jadi tidak semua orang bisa datang ketempat ini,” kata Indah Amperawati.</p> <p>Sayangnya himbauan ini nyaris tak digubris dan sejumlah orang terus berduyun-duyun mendatangi tempat ini, setelah keindahan tempat ini banyak di Upload kemedia social Facebook dan Twiter. Bahkan ketika rombongan wartawan datang ketempat ini juga mendapati rombongan wisatatawan yang berasal dari Jakarta. “Memang tempat ini sangat dikenal luas belakangan ini setelah kawasan lain, yakni Puncak B29 lebih dulu popular,” kata salah seorang wisatawan yang pernah datang ketempat ini.</p> <p>Kini satu orang meninggal dunia sebagai akibat dari keingintahuan mereka untuk menjelajah tempat berbahaya ini. “Tempat ini baru akan kita kembangkan mungkin pada tahun 2016 mendatang setelah melalui kajian yang mendalam,” kata Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Lumajang, Drs. Gawat Sudarmanto beberapa waktu lalu.</p>

    "> Kekhawatiran Bahaya Air Terjun Tumpak Sewu A...
  • "> Wisata Alam Cuban Sewu Baru Bisa Dikembangka...
  • "> Ditengah Hujan Deras, Festival Tari Jaran Sl...
  • "> Tim Balai Arkeologi Yogyakarta Teliti Situs ...
  • Mansur Hidayat, Ketua MPPM TimurMansur Hidayat, Ketua MPPM TimurWartalumajang.com - Situs Biting terletak di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Situs ini adalah suatu kawasan bekas ibu kota kerajaan Nusantara yang dikelilingi oleh 3 sungai besar (Bondoyudo di utara, Ploso di barat, Bodang di timur) dan 1 sungai buatan Cangkring di selatan. Di sisi dalam sungai-sungai tersebut dapat diketemukan benteng yang melingkari dengan ketebalan bervariasi antara 3-6 meter, tinggi antara 6-10 meter dan panjang melingkarinya antara 8-10 kilo meter. Dengan ketebalan dan panjangnya dapat dikatakan bahwa situs ini merupakan situs terbesar dan terpanjang di Indonesia. Dari sisi arsitektur, situs ini merupakan contoh benteng lokal Nusantara.

    Situs Biting ini diketemukan pertama kali oleh J Mageman pada tahun 1861 dan kemudian di teliti ulang oleh A. Muhlenfeld pada tahun 1920. Menurut penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta yang dimulai tahun 1982-1991, kawasan Situs Biting memiliki luas 135 hektar yang mencakup 6 blok/area yaitu blok keraton seluas 76,5 ha, blok Jeding (Taman Sari) 5 ha, blok Biting 10,5 ha, blok Randu 14,2 ha, blok Salak 16 ha, dan blok Duren 12,8 ha. Di blok-blok tersebut, kita dapat diketemukan kawasan pemukiman, kawasan pemandian atau Taman sari dan kawasan peribadatan. Begitu kayanya akan benda-benda bersejarah, di kawasan ini banyak ditemukan bersebaran artefak-artefak seperti keramik cina dari aabd ke-12 sampai 16, gerabah kuno maupun batu bata kuno.

    Menurut catatan sejarah, Lamajang merupakan suatu wilayah yang cukup penting sejak jaman kerajaan Kediri pada abad ke 12 dan kerajaan Singosari pada abad ke-13. Setelah Singosari runtuh dan awal berdirinya kerajaan Majapahit, dalam beberapa catatan kuno seperti Prasasti Kudadu yang kemudian diperkuat oleh Babad Negara Kertagama, Babad Pararaton, Kidung Harsawijaya, Kidung Ranggalawe, Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Sorandaka, diberitakan bahwa Adipati Sumenep Arya Wiraraja dan Raden Wijaya mengadakan perjanjian kerja sama untuk membagi pulau Jawa menjadi 2 wilayah yang sama besar. Setelah kemenangan besar atas Prabu Jayakatwang di Kediri dan pengusiran tentara Tar Tar pada tahun 1292 Masehi, maka setahun kemudian pada 10 Nopember 1293 Masehi berdirilah 2 kerajaan besar yaitu Majapahit di sebelah barat dengan raja Raden Wijaya atau Kertarajasa Jayawardana dan Lamajang Tigang Juru dengan raja yaitu Arya Wiraraja. Dalam runutan sejarahnya salah satu putra Arya Wiraraja yang bernama Mpu Nambi telah membuat benteng besar di Pajarakan sebagai pertahanan ketika Majapahit hendak menyerang Lamajang Tigang Juru.

    Secara pasti, kita tidak mengetahui siapa pendiri dari benteng tersebut. Namun berdasar runutan sejarah dan bukti-bukti arkeologi yang mengatakan bahwa benteng dan pemukimannya dibangun pada sekitar abad ke-14, maka terdapat kesimpulan awal bahwa benteng ini dibangun pada masa Arya Wiraraja dan kemudian dilanjutkan oleh para penerusnya seperti Mpu Nambi dan seterusnya. Hal ini juga diperkuat oleh survey lapangan MPPM Timur di mana banyak batu bata di kawasan situs ini yang bermotif clurit dan juga terdapat kesamaan istilah ketika menyebut menara pengintai di situs Batu Putih di Sumenep dengan nama “Pengongakan” dan di situ Biting dengan nama “Pengungakan”. Hal ini penting untuk dijelaskan supaya sejarah Indonesia mengetahui bahwasanya kawasan ini bukan merupakan peninggalan kerajaan Majapahit, tetapi menunjuk pada penguasa lokal sebagai pemangku kepentingan yang seungguhnya.

    Dalam kaca mata pelestarian, “Pengupasan” dinding benteng ini sangat penting dilakukan supaya dapat menunjukkan buktinya nyata peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Lumajang kepada masayarakat Lumajang pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Perwujudan bukti terhadap situs ini sangat penting dikarenakan selama ini sejarah Indonesia kurang mengenalkan peninggalan-peninggalan kuno di bekas wilayah kerajaan Lamajang Tigang Juru yang meliputi Kabupaten Lumajang pada khususnya dan Kawasan Tapal Kuda pada umunya.

    Kawasan Situs Biting yang menurut kajian akademis merupakan Kawasan Lindung Budaya sendiri cenederung diterlantarkan dengan dibangunnya Perumahan Nasional yang meliputi 15 Hektar areal situs pada tahun 1996. Pada awal tahun 2011 setelah ada advokasi Lembaga Swadaya Masyarakat bernama Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur (MPPM Timur) pemerintah Kabupaten Lumajang sebenarnya telah membentuk Tim peletarian dan Perlindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang dengan SK Bupati 188.45/41/427.12/2011 tanggal 23 Februari 2011 yang kemudian menghasilkan rekomendasi untuk melindungi Situs Biting sebagai Kawasan Cagar Budaya. Disamping itu Kementrian Sekretariat Negara juga telah mengirimkan surat kepada Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Direktorat Jendral Sejarah dan Purbakala, Direktorat Peninggalan Purbakala dan Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur dengan surat B-335/Kemsetneg/D-3/Ormas-LSM/SR.02/11/2011 pada tanggal 2 Novemver 2011 yang meminta penanganan masalah Situs Biting sebagaimana laporan dari LSM MPPM Timur. Tindak lanjut daripada hal tersebut, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur melalui surat KS.002/0672/BP3JT/KPK/2012 menurunkan Tim Verivikasi untuk melakukan langkah pendataan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang termasuk dengan prioritas Situs Biting.

    Namun dalam perkembangannya, pemerintah Kabupaten Lumajang belum menujukkan langkah-langkah nyata pelestarian kawasan ini. Bahkan yang lebih menyedihkan, pada sekitar 6 bulan lalu, Perumnas Biting indah melakukan pembangunan perumahan kembali dengan merusak benteng barat yang dilindungi berdasarkan surat rekomendasi Tim Pelesatrian dan Pelindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang. LSM MPPM Timur sebenarnya sudah melayangkan surat protes ini ke Pemerintah Kabupaten Lumajang, namun sampai sekarang belum ada langkah-langkah nyata untuk mencegah perusakan oleh Perumnas Biting tersebut.

    Sebagai kesimpulan, pengupasan dinding benteng ini sangat diperlukan untuk menunjukkan kepada masyarakat Lumajang akan situs bersejarah kebanggaannya dan kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang bahwa semua kalangan baik pelajar, mahasiswa, pemuda, akademisi, peneliti maupun berbagai kalangan masyarakat baik di Lumajang maupun di Indonesia menginginkan bahwa Kawasan Situs Biting dalam keadaan darurat untuk dilindungi dan dilestarikan.

    Berdasarkan pertimbangan akademis sesuai dengan penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta dan hasil Tim Verivikasi Cagar Budaya BP3 Jawa Timur dimana Situs Biting adalah suatu Situs yang mempunyai ukuran Nasional dan sekarang sedang dalam keadaan darurat karena adanya perusakan massif, maka Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur meminta Pemerintah Pusat dalam hal ini Pemerintah Republik Indonesia untuk menetapkan secara langsung Situs Biting sebagai Kawasan Situs Nasional sebagaimana Kawasan Situs Trowulan, Kawasan Situs Candi Muara jambi dan Kawasan Gunung Padang.

    Sumber : Press Realese MPPM Timur

     

     

     

    Web Designer