Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
Tingkatkan Kedisiplinan Berlalu Lintas, Polres Lumajang Gelar Operasi Simpatik Semeru 2015
Rabu, 01 April 2015 16:44 WIB
Wartalumajang.com – Untuk meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas bagi pengguna jalan sekaligus untuk menekan terjadinya angka kecelakaan mulai hari ini, Rabu (1/4), hingga 21 April Polres Lumajang menggelar operasi Simpatik Semeru 2015. Sebagai pembuka, pagi ini Polres Lumajang menggelar ape...
Lantik Bupati Lumajang Soekarwo Minta DPRD dan Bupati Rukun Dan Jangan Seperti DKI
Rabu, 01 April 2015, 16:32 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Wakil Bupati Lumajang Drs. H. Asat Malik resmi dilantik menjadi Bupati Lumajang menggantikan mendian [ ... ]

Terbelit Hutang, Guru Honorer Nekat Bobol ATM BNI
Selasa, 31 Maret 2015, 16:12 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Karena terbelit hutang dengan sebuah bank perkreditan dan berkali-kali ditagih membuat seorang gur [ ... ]

Pererat Silaturahmi, Dandim 0821 Undang KBT
Selasa, 31 Maret 2015, 15:52 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara Kodim 0821 Lumajang dengan Keluarga Besar TN [ ... ]

Drs. H. As’at Malik, Besok Resmi Jadi Bupati Lumajang
Selasa, 31 Maret 2015, 15:23 WIB
article thumbnail

– Awal April besok Wakil Bupati Lumajang Drs. As’at Malik M.Ag dipastikan akan dilantik menjadi Bupati Lumajang. Pe [ ... ]

Senin, 23 Pebruari 2015 16:38
Serial Bupati Baru (1) : Pak Bupati, Apa Kabar Pasir Besi Lumajang
Sejatinya tak ada satupun pekerjaan yang tak boleh tuntas. Karena jika tidak tuntas, bisa saja disebut bekerja setengah hati. Di Lumajang cukup banyak pekerjaan yang seharusnya dituntaskan yang hingga saat ini masih meninggalkan t...

Aspirasi

Rabu, 11 Maret 2015 06:34
Harun Nur Rosyid (NasDem) : Sudah Masuk Dalam RDKK, Kenapa Pupuk Kadang Langka ?
Wartalumajang.com – Politisi Partai NasDem Harus Nur Rosyid mempertanyakan terjadinya kelangkaan pupuk bersubdisi di Lumajang. Menurut Harun, jika p...

Birokrasi

Lantik Bupati Lumajang Soekarwo Minta DPRD dan Bupati Rukun Dan Jangan Seperti DKI

Rabu, 01 April 2015
Lantik Bupati Lumajang Soekarwo Minta DPRD dan Bupati Rukun Dan Jangan Seperti DKI <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:336px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Wakil Bupati As'at Malik yang akan segera dilantik menjadi Bupati Lumajang</span></span></strong> – Awal April besok Wakil Bupati Lumajang Drs. As’at Malik M.Ag dipastikan akan dilantik menjadi Bupati Lumajang. Pemerintah Propinsi Jawa Timur, hari ini Selasa (3/31) sekitar pukul 17.00 akan melalukan gladi resik pelantikan yang juga akan dihadiri oleh sejumlah pejabat termasuk Ketua dan Anggota DPRD Lumajang. Ketika dikonfirmasi via ponselnya, As’at Malik membenarkan bahwa hari ini akan dilakukan gladi resik terhadap pelantikan yang akan dilakukan Rabu (1/3) besok.</p> <p>“Yam as, jam 10 .00 saya berangkat ke Surabaya dalam rangka Gladi Resik pelantikan itu. Saya disertai 10 orang keluarga saya, dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Lumajang juga hadir. Termasuk 50 anggota DPRD Lumajang semuanya juga diundang dalam acara pelantikan besok,” kata As’at Malik yang kami hubungi via ponselnya.</p> <p>Sementara itu, sekitar pukul 12.00 siang ini rombongan dari DPRD Lumajang juga bertolak ke Surabaya untuk acara pelantikan ini. Wakil Ketua DPRD Lumajang Drs. H. Samsul Huda kepada media ini mengatakan, bahwa dirinya jajaran ketua akan hadir bersama istri dalam rangka pelantikan ini. Namun untuk anggota tidak disertai oleh istri-istri mereka.</p> <p>“Hari ini kita semua berangkat ke Surabaya. Agar tidak terburu-buru untuk menghadiri pelantikan besok, malam ini kita menginap di Surabaya, agar besok kita bisa menghadiri acara pelantikan tepat waktu,” jelas Samsul Huda,</p> <p>Sementara dari lingkungan Pemkab Lumajang diperoleh informasi tidak semua kepala satker ikut dalam acara pelantikan ini. Undangan dari Lumajang tidak sampai 100 orang, sedangkan 50 anggota DPRD Lumajang diperkirakan akan hadir dalam acara ini. Jika ditambah dengan 10 orang keluarga As’at Malik, maka sudah ada 60 orang yang menghadiri acara pelantikan ini.</p> <p>Tidak diperoleh penjelasan resmi dari Pemkab Lumajang perihal detil pelantikan yang akan dilangsungkan besok. Yang jelas, pelantikan akan dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang mewakili Menteri Dalam Negeri. As'at Malik dilantik menjadi Bupati Lumajang setelah Bupati Lumajang Sjahrazad Masdar meninggal dunia karena sakit beberapa waktu lalu. Sjahrazad Masdar meninggal setelah sebelumnya dirawat di Singapura dan cukup lama dirawat di Surabaya. (fat)</p>

"> Drs. H. As’at Malik, Besok Resmi Jadi Bupa...
  • "> Walau Bangunan Belum Rampung, Kantor BPBD Te...
  • "> Belum Ada Putusan Soal B29, Pemprov Jatim Mi...
  • "> Kabar Pelantikan Bupati, Disertai Harapan Ba...
  • Hukum

    Tingkatkan Kedisiplinan Berlalu Lintas, Polres Lumajang Gelar Operasi Simpatik Semeru 2015

    Rabu, 01 April 2015
    Tingkatkan Kedisiplinan Berlalu Lintas, Polres Lumajang Gelar Operasi Simpatik Semeru 2015 <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:393px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Kejaksaan Tinggi Jawa Timur</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Bos PT. IMMS Lam Cong San pekan lalu dipanggil Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk menjadi saksi dalam kasus pasir besi di Lumajang yang melibatkan AG yang tidak lain adalah karyawan dari PT. IMMS sendiri. AG yang merupakan Kepala Tata Usaha di Kantor PT. IMMS ditetapkan lebih dulu sebagai tersangka dalam kasus tambang pasir besi di Lumajang.</p> <p>Mahmud SH, kuasa hukum Lam Cong San membenarkan bahwa kliennya dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi di Kejaksaan Tinggi dengan tersangka AG. Mahmud juga tidak menyangkal bahwa Lam Cong San juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama, yang sekarang sedang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi di Surabaya.</p> <p>“Benar mas, Lam Cong San memang sudah dipanggil Kejaksaan Tinggi di Surabaya. Namun kehadirannya sebagai saksi untuk tersangka Pak AG. InsyaAllah saya akan mendampingi beliau dalam menghadiri panggilan Kejaksaan Tinggi tersebut,” kata Mahmud SH ketika kami hubungi via ponselnya siang ini, Senin (30/3).</p> <p>Menyinggung tentang penetapan Lam Cong San sebagai tersangka dalam kasus tambang pasir besi di Lumajang, kata Mahmud kemungkinan juga akan melibatkan AG sebagai saksi. Karena keduanya ada hubungan kerja dikantor PT. IMMS. “Sekarang sedang disiapkan surat kuasa terhadap saya untuk status Lam Cong San sebagai tersangka dan saya sudah menyatakan bersedia untuk mendampingi beliau dalam kasus ini,” jelas Mahmud kemudian.</p> <p>Mahmud juga mengatakan, dalam kasus pasir besi di Lumajang, PT. IMMS adalah perusahaan yang mendapatkan ijin dari pemerintah dalam hal ini Pemkab Lumajang. Karenanya Mahmud memperkirakan, pemanggilan sejumlah pihak sebagai saksi terhadap kasus ini tidak sebatas kepada pihak PT. IMMS baik Lam Cong San maupun karyawan PT. IMMS.</p> <p>“Saya kira Kejaksaan Tinggi akan terus memanggil beberapa pihak lain, termasuk sejumlah pejabat Pemkab Lumajang dalam kaitan penetapan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi kepada Lam Cong San maupun Pak AG sebagai karyawan PT. IMMS. Kita tunggu saja perkembangannya mas. Ini baru tahap awal kok,” kata Mahmud kemudian.</p> <p>Kini kantor PT. IMMS di Lumajang sudah lama tutup dan aktivitas perusahaan juga sudah tidak ada. Demikian juga dengan aktivitas pertambangan pasir besi oleh perusahaan itu sudah lama berhenti, sejak adanya larangan ekspor dalam bentuk raw material dari pemerintah. Namun ditengah berhentinya aktivitas perusahaan itu, justru penyidikan kasus tambang pasir besi terus mengemuka yang dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi di Surabaya. 12 pejabat dilingkungan Pemkab Lumajang juga sempat dimintai keterangan terkait tambang pasir besi di Lumajang. (fat)</p>

    "> Pekan Lalu Bos PT. IMMS Dipanggil Kejaksaan ...
  • "> Curi Kedelai 2,5 Kg, Mbah Ngatmanu Divonis 1...
  • "> Awal Bulan Depan, Gugatan Tanah SMPN 1 Sukod...
  • "> Residivis Curas Berhasil Ditangkap Polisi Sa...
  • Politik

    As’at Malik Harus Mandiri Dalam Ambil Keputusan Soal Wabup

    Kamis, 12 Maret 2015
    As’at Malik Harus Mandiri Dalam Ambil Keputusan Soal Wabup <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:336px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Sujatmiko Sh, Ketua DPD Partai Golkar Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Kisruh partai Golkar khususnya ditingkat pusat antara kubu Abu Rizal Bakrie (ARB) dengan kubu Agung Laksono nampaknya tidak berpengaruh di Lumajang, Karena DPD Golkar Lumajang pilih menunggu keputusan final atau keputusan yang berkekuatan hukum tetap.</p> <p>Hal ini disampaikan Ketua DPD Golkar Lumajang  Sujatmiko ketika dikonfirmasi media ini di kantor DPRD Lumajang siang ini, Kamis (05/3). Ditambahkannya, penjelasan dari kubu ARB menyatakan masih ada ruang untuk melakukan banding sehingga keputusan Mahkamah Partai yang memenangkan kubu Agung Laksono itu belum final. “Dari kubu pak Abu Rizal atau kubu munas Bali menyatakan keputusan itu belum final,” katanya.</p> <p>Ketika disinggung apakah DPD Golkar Lumajang lebih mendukung kubu munas Bali atau tidak, dengan tegas Jatmiko mengatakan bukan hanya Lumajang yang mendukung hasil munas Bali, hampir seluruh DPD mendukung hasil munas Bali.</p> <p>Namun pihaknya akan mendukung segala keputusan final yang diambil, karena DPD Golkar Lumajang akan menganut pada keputusan yang memiliki legalitas. Selain itu sejauh ini pihaknya juga selalu menjalin komunikasi dengan kedua belah pihak. “Pada intinya kami akan patuh pada pimpinan yang mempunyai legalitas atau berkekuatan hukum yang mengikat,” pungkas Sujatmiko. (ww)</p>

    "> Golkar Lumajang Tunggu Keputusan Final...
  • "> Herman Affandi : Walau Menang Tipis Yang Pen...
  • "> DPC PKB Lumajang Kembali Bergolak...
  • "> Seluruh Pengurus DPC PAN “Kompak” Ajukan...
  • Aneka Rupa

    Harga Bawang Merah Mahal, Usaha Kuliner Mengeluh

    Jumat, 27 Maret 2015
    Harga Bawang Merah Mahal, Usaha Kuliner Mengeluh <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:960px;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Model seperti inilah yang cukup digemari para remaja</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Maraknya modiv sepeda motor menjadi Velk kecil, setir rendah dan berbagai modifikasi lainnya tidak akan pernah dibina, namun akan ditertibkan. Kapolres Lumajang AKBP Aries Syahbudin dengan tegas hari ini mengatakan, jika hanya dibina dan diarahkan tidak akan membawa dampak perubahan. Namun akan beda hasilnya jika pelaku modiv motor yang terkesan memaksakan diri harus ditertibkan setiap ada operasi.</p> <p>“Apanya yang mau dibina, ya kita tertibkan saja. Begitu terjaring dalam operasi yang digelar polisi, maka yang bersangkutan harus mengganti dengan velg standart, termasuk stir harus dikembalikan kepada bentuk semula. Bahkan belakangan kami minta orang tuanya ikut mengantar anaknya untuk mengambil motornya di kantor polisi. Ini kami lakukan agar mereka jera dengan modiv motor tersebut,” kata Kapolres Lumajang.</p> <p>Selama ini usaha untuk menertibkan modiv motor yang merubah bentuk motor menjadi kurang nyaman untuk dikendarai terus dilakukan. Bahkan untuk menimbulkan efek jera, Polres Lumajang mengambil sikap dengan cara menyita aksesories motor yang kurang pas tersebut. Sayangnya sampai sekarang motor-motor dengan modifikasi tersebut masih cukup banyak berkeliaran di Lumajang.</p> <p>Pada malam minggu misalnya motor-motor seperti ini masih kerap kali dengan mudah bisa dijumpai, walaupun Polres terus gencar melakukan operasi. Motor-motor seperti ini sering keluar pada malam minggu. Bahkan disejumlah sekolah masih dengan mudah bisa ditemukan motor-motor yang dimodiv tersebut. (fat)</p>

    "> Modiv Motor Dengan Velg Kecil Tak Akan Dibin...
  • "> Kabar NU : Silaturahmi PCNU Wilayah Tapal Ku...
  • "> Sisi Barat Ruas Jalan Wonorejo Klakah Berlub...
  • "> Pengurus Kopnas Aku Mandiri Coop Kecewa, Pem...
  • Peristiwa

    Terbelit Hutang, Guru Honorer Nekat Bobol ATM BNI

    Selasa, 31 Maret 2015
    Terbelit Hutang, Guru Honorer Nekat Bobol ATM BNI <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Dandim 0821 Lumajang ketika berfoto bersama KBT</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara Kodim 0821 Lumajang dengan Keluarga Besar TNI (KBT) yang ada di Lumajang, Komandan Kodim 0821 Letkol Inf Imam Purnomo Hadi mengundang KBT di aula Makodim 0821 Lumajang.</p> <p>Dalam kegiatan tersebut hadir para anggota dari sejumlah organisasi yang merupakan bagian dari keluarga besar TNI diantarnya para veteran dan purnawirawan TNI, persatuan istri purnawirawan TNI dan tak ketinggalan pula organisasi kepemudaan yang berlatar belakang keluarga TNI juga hadir seperti para anggota dari Pemuda Pancamarga (PPM) dan Forum Komunikasi Putra Putri TNI (FKPPI).</p> <p>Selain bersilaturahmi dengan KBT, dalam kesempatan tersebut Dandim 0821 Lumajang juga menyampaikan sejumlah hal yang berkaitan dengan tugasnya di Kabupaten Lumajang, salah satunya adalah mengantisipasi segala sesuatu hal yang mungkin dapat menimbulkan terjadinya konflik yang akan berpengaruh terhadap stabilitas keamanan di Lumajang.</p> <p>Disamping itu diberitahukan juga soal kerjasama antara TNI dengan Kementrian Pertanian untuk mewujudkan swasembada pangan dalam waktu 3 tahun kedepan. “Untuk mewujudkannya, kami juga sudah menjalin kerjasama dengan Dinas Pertanian Lumajang dalam hal memantau dan mengawasi segala sesuatu yang menyangkut pertanian di Lumajang,” kata Letkol Inf Imam Purnomo Hadi.</p> <p>Dandim juga berpesan agar seluruh komponen masyarakat dapat ikut serta menjaga stabilitas keamanan yang ada dilingkungan masing-masing, jika ada sesuatu yang mencurigakan atau berpotensi konflik silahkan laporkan ke Babinsa atau Babinmas yang ada, sehingga pihaknya dapat meminimalisir terjadinya konflik ditengah masyarakat.</p> <p>Terkait dengan adanya organisasi ISIS yang tengah diperangi berbagai negara, Dandim juga berpesan agar masyarakat khususnya KBT dapat berpikir menggunakan akal sehat dalam menghadapi organisasi ini. “Gunakan nurani, logika dan akal sehat dalam menghadapi segala tantangan kehidupan ini,” ungkap Letkol Inf Imam Purnomo Hadi. (ww)</p>

    "> Pererat Silaturahmi, Dandim 0821 Undang KBT...
  • "> Kejam !! Nenek 69 Tahun Meninggal Karena Dil...
  • "> 2 Pelaku Begal di Kunir Ditangkap Polisi...
  • "> Tiga Orang Hanyut Banjir, Dua Orang Selamat,...
  • Wisata Budaya

    Wisata Alam Cuban Sewu Baru Bisa Dikembangkan Tahun 2016 Mendatang

    Sabtu, 21 Maret 2015
    Wisata Alam Cuban Sewu Baru Bisa Dikembangkan Tahun 2016 Mendatang <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Inilah penampilan peserta Festival Tari Jaran Slining</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Walau hujan deras tak kunjung reda namun para peserta Festival Tari Jaran Slining tetap berlangsung meriah. Penonton yang ingin menyaksikan acara ini tetap berjubel untuk menyaksikan penampilan para peserta yang dating dari berbagai daerah di Lumajang. Sampai acara dimulai tercatat 39 perserta untuk katagori anak-anak dan remaja. Sedangkan asal peserta mulai dari SD, SMP, SLTA dan Sanggar Seni yang ada di Lumajang.</p> <p>Menurut Zainul Arifin, salah seorang panitia festival ini, dari Festival ini akan diambil tiga penyaji terbaik dari masing-masing katagori. Panitia juga menyediakan dana, trophy dan piagam bagi para penampil terbaik dalam acara ini. Tampak hadir dalam Festival ini Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Lumajang Drs. Gawat Sudarmanto, Sekda Lumajang Dr. Buntaran S dan Wakil Bupati Lumajang Drs. As’at Malik.</p> <p>Sementara tim penilai dalam acara ini menghadirkan akademisi dari Unesa Surabaya, Dinas Budaya dan Pariwisata Jawa Timur serta Dewan Kesenian Lumajang. Tim juri yang berjumlah lima orang ini akan memberikan penilaian kepada seluruh peserta untuk kemudian diambil tiga penyaji yang terbai.</p> <p>Karena peserta ada yang berasal dari SD, maka penampilan para peserta cukup menarik perhatian para penonton karena mereka tampil cukup kocak. Tarian Jaran Slining ini belakangan kian kerap ditampilkan pada acara karnaval tahunan, baik dalam rangka HUT Kemerdekaan RI maupun dalam rangka Hari Jadi Lumajang.</p> <p>“Ini merupakan upaya kita untuk melestarikan tarian Jaran Slining yang ternyata di Lumajang masih cukup banyak peminatnya. Buktinya saat pawai karnaval beberapa waktu lalu, banyak lembaga yang memilih Jaran Slining sebagai bentuk sajian tari mereka. Ini cukup menggembirakan, apalagi sekarang ini peserta banyak anak-anak. Kita sangat berharap generasi muda kita kian mengenali dan mencintai tarian yang berasal dari daerah kita ini,” kata Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Lumajang Drs. Gawat Sudarmanto. (fat)</p>

    "> Ditengah Hujan Deras, Festival Tari Jaran Sl...
  • "> Tim Balai Arkeologi Yogyakarta Teliti Situs ...
  • "> Mulai Tingkat Paud/TK Hingga Camat Ikut Rama...
  • "> Meskipun Hujan Festival Jaran Kencak Tetap B...
  • Mansur Hidayat, Ketua MPPM TimurMansur Hidayat, Ketua MPPM TimurWartalumajang.com - Situs Biting terletak di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Situs ini adalah suatu kawasan bekas ibu kota kerajaan Nusantara yang dikelilingi oleh 3 sungai besar (Bondoyudo di utara, Ploso di barat, Bodang di timur) dan 1 sungai buatan Cangkring di selatan. Di sisi dalam sungai-sungai tersebut dapat diketemukan benteng yang melingkari dengan ketebalan bervariasi antara 3-6 meter, tinggi antara 6-10 meter dan panjang melingkarinya antara 8-10 kilo meter. Dengan ketebalan dan panjangnya dapat dikatakan bahwa situs ini merupakan situs terbesar dan terpanjang di Indonesia. Dari sisi arsitektur, situs ini merupakan contoh benteng lokal Nusantara.

    Situs Biting ini diketemukan pertama kali oleh J Mageman pada tahun 1861 dan kemudian di teliti ulang oleh A. Muhlenfeld pada tahun 1920. Menurut penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta yang dimulai tahun 1982-1991, kawasan Situs Biting memiliki luas 135 hektar yang mencakup 6 blok/area yaitu blok keraton seluas 76,5 ha, blok Jeding (Taman Sari) 5 ha, blok Biting 10,5 ha, blok Randu 14,2 ha, blok Salak 16 ha, dan blok Duren 12,8 ha. Di blok-blok tersebut, kita dapat diketemukan kawasan pemukiman, kawasan pemandian atau Taman sari dan kawasan peribadatan. Begitu kayanya akan benda-benda bersejarah, di kawasan ini banyak ditemukan bersebaran artefak-artefak seperti keramik cina dari aabd ke-12 sampai 16, gerabah kuno maupun batu bata kuno.

    Menurut catatan sejarah, Lamajang merupakan suatu wilayah yang cukup penting sejak jaman kerajaan Kediri pada abad ke 12 dan kerajaan Singosari pada abad ke-13. Setelah Singosari runtuh dan awal berdirinya kerajaan Majapahit, dalam beberapa catatan kuno seperti Prasasti Kudadu yang kemudian diperkuat oleh Babad Negara Kertagama, Babad Pararaton, Kidung Harsawijaya, Kidung Ranggalawe, Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Sorandaka, diberitakan bahwa Adipati Sumenep Arya Wiraraja dan Raden Wijaya mengadakan perjanjian kerja sama untuk membagi pulau Jawa menjadi 2 wilayah yang sama besar. Setelah kemenangan besar atas Prabu Jayakatwang di Kediri dan pengusiran tentara Tar Tar pada tahun 1292 Masehi, maka setahun kemudian pada 10 Nopember 1293 Masehi berdirilah 2 kerajaan besar yaitu Majapahit di sebelah barat dengan raja Raden Wijaya atau Kertarajasa Jayawardana dan Lamajang Tigang Juru dengan raja yaitu Arya Wiraraja. Dalam runutan sejarahnya salah satu putra Arya Wiraraja yang bernama Mpu Nambi telah membuat benteng besar di Pajarakan sebagai pertahanan ketika Majapahit hendak menyerang Lamajang Tigang Juru.

    Secara pasti, kita tidak mengetahui siapa pendiri dari benteng tersebut. Namun berdasar runutan sejarah dan bukti-bukti arkeologi yang mengatakan bahwa benteng dan pemukimannya dibangun pada sekitar abad ke-14, maka terdapat kesimpulan awal bahwa benteng ini dibangun pada masa Arya Wiraraja dan kemudian dilanjutkan oleh para penerusnya seperti Mpu Nambi dan seterusnya. Hal ini juga diperkuat oleh survey lapangan MPPM Timur di mana banyak batu bata di kawasan situs ini yang bermotif clurit dan juga terdapat kesamaan istilah ketika menyebut menara pengintai di situs Batu Putih di Sumenep dengan nama “Pengongakan” dan di situ Biting dengan nama “Pengungakan”. Hal ini penting untuk dijelaskan supaya sejarah Indonesia mengetahui bahwasanya kawasan ini bukan merupakan peninggalan kerajaan Majapahit, tetapi menunjuk pada penguasa lokal sebagai pemangku kepentingan yang seungguhnya.

    Dalam kaca mata pelestarian, “Pengupasan” dinding benteng ini sangat penting dilakukan supaya dapat menunjukkan buktinya nyata peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Lumajang kepada masayarakat Lumajang pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Perwujudan bukti terhadap situs ini sangat penting dikarenakan selama ini sejarah Indonesia kurang mengenalkan peninggalan-peninggalan kuno di bekas wilayah kerajaan Lamajang Tigang Juru yang meliputi Kabupaten Lumajang pada khususnya dan Kawasan Tapal Kuda pada umunya.

    Kawasan Situs Biting yang menurut kajian akademis merupakan Kawasan Lindung Budaya sendiri cenederung diterlantarkan dengan dibangunnya Perumahan Nasional yang meliputi 15 Hektar areal situs pada tahun 1996. Pada awal tahun 2011 setelah ada advokasi Lembaga Swadaya Masyarakat bernama Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur (MPPM Timur) pemerintah Kabupaten Lumajang sebenarnya telah membentuk Tim peletarian dan Perlindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang dengan SK Bupati 188.45/41/427.12/2011 tanggal 23 Februari 2011 yang kemudian menghasilkan rekomendasi untuk melindungi Situs Biting sebagai Kawasan Cagar Budaya. Disamping itu Kementrian Sekretariat Negara juga telah mengirimkan surat kepada Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Direktorat Jendral Sejarah dan Purbakala, Direktorat Peninggalan Purbakala dan Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur dengan surat B-335/Kemsetneg/D-3/Ormas-LSM/SR.02/11/2011 pada tanggal 2 Novemver 2011 yang meminta penanganan masalah Situs Biting sebagaimana laporan dari LSM MPPM Timur. Tindak lanjut daripada hal tersebut, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur melalui surat KS.002/0672/BP3JT/KPK/2012 menurunkan Tim Verivikasi untuk melakukan langkah pendataan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang termasuk dengan prioritas Situs Biting.

    Namun dalam perkembangannya, pemerintah Kabupaten Lumajang belum menujukkan langkah-langkah nyata pelestarian kawasan ini. Bahkan yang lebih menyedihkan, pada sekitar 6 bulan lalu, Perumnas Biting indah melakukan pembangunan perumahan kembali dengan merusak benteng barat yang dilindungi berdasarkan surat rekomendasi Tim Pelesatrian dan Pelindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang. LSM MPPM Timur sebenarnya sudah melayangkan surat protes ini ke Pemerintah Kabupaten Lumajang, namun sampai sekarang belum ada langkah-langkah nyata untuk mencegah perusakan oleh Perumnas Biting tersebut.

    Sebagai kesimpulan, pengupasan dinding benteng ini sangat diperlukan untuk menunjukkan kepada masyarakat Lumajang akan situs bersejarah kebanggaannya dan kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang bahwa semua kalangan baik pelajar, mahasiswa, pemuda, akademisi, peneliti maupun berbagai kalangan masyarakat baik di Lumajang maupun di Indonesia menginginkan bahwa Kawasan Situs Biting dalam keadaan darurat untuk dilindungi dan dilestarikan.

    Berdasarkan pertimbangan akademis sesuai dengan penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta dan hasil Tim Verivikasi Cagar Budaya BP3 Jawa Timur dimana Situs Biting adalah suatu Situs yang mempunyai ukuran Nasional dan sekarang sedang dalam keadaan darurat karena adanya perusakan massif, maka Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur meminta Pemerintah Pusat dalam hal ini Pemerintah Republik Indonesia untuk menetapkan secara langsung Situs Biting sebagai Kawasan Situs Nasional sebagaimana Kawasan Situs Trowulan, Kawasan Situs Candi Muara jambi dan Kawasan Gunung Padang.

    Sumber : Press Realese MPPM Timur

     

     

     

    Web Designer