Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
Peringati Hari Pers Nasional, FKWL Bagi-Bagi Sembako
Selasa, 09 Pebruari 2016 18:26 WIB
Wartalumajang.com - Peringatan Hari Pers tahun 2016, Forum Komunikasi Wartawan Lumajang (FKWL), melakukan kegiatan bhakti sosial bagi-bagi sembako terhadap korban banjir Desa Darungan, Kecamatan Yosowilangun. Abdul Rahman Sekretaris FKWL mengatakan, memperingati hari pers tahun ini, FKWL Lumajang ...
Diduga Jualan Sabu-Sabu, Pemuda Banyuputih Lor Dicokok Polisi
Minggu, 07 Pebruari 2016, 20:47 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Cukup lama menjadi Target Operasi Polres Lumajang, AR (31) warga Dusun Krajan Banyuputih Lor Kecam [ ... ]

Curi Kuncinya Dulu, Baru Motornya ….. Sayangnya Ketahuan
Minggu, 07 Pebruari 2016, 20:24 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Cara yang dilakukan Sumardi, pemuda berusia 22 tahun warga Desa Sumberwuluh Candipuro boleh dibila [ ... ]

Belum Sempat Bawa Kabur Motor Curiannya, Ikhwan Berhasil Ditangkap Warga
Sabtu, 06 Pebruari 2016, 12:48 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Kali ini, Ikhwan (32) warga Dusun Krajan Kalisemut Kecamatan Sukodono kena batunya. Belum sempat m [ ... ]

Kapolres Gelar Paparan Soal Tambang, Bupati Tak Hadir Diacara Ini
Jumat, 05 Pebruari 2016, 18:05 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Entah memang tidak diundang atau memang tak sempat hadir, yang jelas Bupati Lumajang H. As’at Ma [ ... ]

Jumat, 02 Oktober 2015 14:36
Basuki Rakhmad SH, MH : Ketika Semuanya Dilakukan Terlambat
Wartalumajang.com - Belajar dari Peristiwan Salim Kancil, Pemkab Lumajang, Polres Lumajang dan penegak hukum hendaknyanya mengambiil sikap tegas dan antisipatif terhadap semua keadaan yang bisa saja kemudian menjadi masalah besar....

Aspirasi

Minggu, 10 Mei 2015 07:41
Menanti Pembangunan Lumajang Yang Inovativ (Bagian 1)
Dalam setiap pergantian kepemimpinan disetiap daerah, selalu saja lahir jargon yang mengarah kepada usaha perbaikan kesejahteraan masyarakat. Jargon-j...

Birokrasi

Ada Keterlibatan TNI, Angka Penyalahgunaan Bantuan Pertanian Menurun

Rabu, 03 Pebruari 2016
Ada Keterlibatan TNI, Angka Penyalahgunaan Bantuan Pertanian Menurun <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:518px;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Menteri Pertanian RI</span></span>Wartalumajang.com </strong>– Menteri Pertanian RI Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman MP, gagal datang ke Lumajang, walaupun acara kehadiran menteri Pertanian tersebut sudah disiapkan secara matang sejak satu hari sebelumnya. Bahkan Bupati Lumajang As’at Malik sempat dua kali datang kelokasi acara untuk menyambut kehadiran Menteri Pertanian tersebut pada hari ini, Selasa (2/1).</p> <p>Kehadiran Menteri Pertanian di Lumajang dipusatkan didesa Selok Besuki Kecamatan Sukodono Lumajang dalam acara Panen Raya, Tanam Perdana dan Dialog dengan petani. Selain itu, menurut rencana Menteri Pertanian juga akan memberikan sejumlah bantuan dalam kunjungannya di Lumajang.</p> <p>Informasi yang berhasil kami himpun menyebutkan, Menteri Pertanian RI sudah berada di Jawa Timur sejak kemarin. Rencana kunjungannya selama di Jawa Timur adalah ke Kabupaten Malang tepatnya ke Sumber Pucung dan Ngantang, dilanjutkan ke Lumajang, Jember dan Situbondo. Namun dalam kunjungan hari ini, Menteri Pertanian sempat mengadakan kunjungan ke Blitar setelah sebelumnya berkunjung ke Malang.</p> <p>“Sebenarnya kunjungan ke Blitar tidak ada dalam roundown acara, namun ternyata Pak Menteri sempat datang ke Blitar. Dari Blitar inilah kemudian hujan deras, sehingga Helikopter yang sedianya membawa Pak Menteri ke Lumajang tidak berani terbang, sehingga rencana ke Lumajang akhirnya dibatalkan, karena kendala cuaca” kata sumber kami di Pemkab Lumajang.</p> <p>Berdasarkan jadwal yang diterima protokoler Pemkab Lumajang, Menteri Pertanian akan hadir di Lumajang sekitar pukul 11.30. Namun ternyata hingga pukul 13.00 Menteri Pertanian masih berada di Blitar. Sehingga rencana kehadiran menteri tersebut diundur pada pukul 15.00. Bahkan Bupati Lumajang yang semula sempat meninggalkan lokasi kunjungan di Selok Besuki, kemudian kembali lagi kelokasi acara untuk penyambutan. Namun sampai pukul 16.00 WIB, Menteri Pertanian tak kunjung hadir sampai kemudian datang kabar pembatalan kunjungan tersebut.</p> <p>“Benar mas memang terjadi pembatalan kunjungan Menteri Pertanian karena kendala cuaca yang menganggu penerbangan beliau untuk ke Lumajang,” kata sumber kami di Dinas Pertanian Lumajang. (fat)</p>

"> Disiapkan Acara Panen Raya, Menteri Pertania...
  • "> Dinas Perhubungan Juga Pernah Batalkan Perub...
  • "> Bupati : “Pengaturan Lalulintas Di Alun-Al...
  • "> Bupati Akui Ada Birokrasi Lumajang Yang Kine...
  • Hukum

    Diduga Jualan Sabu-Sabu, Pemuda Banyuputih Lor Dicokok Polisi

    Minggu, 07 Pebruari 2016
    Diduga Jualan Sabu-Sabu, Pemuda Banyuputih Lor Dicokok Polisi <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Inilah motor yang dicuri Sumardi</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Cara yang dilakukan Sumardi, pemuda berusia 22 tahun warga Desa Sumberwuluh Candipuro boleh dibilang cukup brilian. Sebelum mencuri motor milik korbanya, Sumardi lebih dulu mencuri kunci motor yang disimpan korban didalam tasnya. Dengan mengantongi kuncinya lebih dulu, Sumardi beranggapan usaha motor milik korbannya akan lebih mudah.</p> <p>Sayangnya, cara ini justru mempermudah polisi mencokok Sumardi karena korbannya curiga bahwa yang mencuri kunci motor tersebut adalah Sumardi. Maka dengan mudah polisi melakukan olah TKP dan Sumardipun dengan mudah dicokok petugas berikut barang bukti hasil curiannya.</p> <p>Ceritanya, pada hari Sabtu (6/2) Sumardi berusaha mencuri kunci milik korbannya. Setelah sukses mengambil kunci motor barulah Sumardi dengan mudah membawa kabur motor milik korban yang diparkir didepan pabrik kayu PT. Gasulindo Desa Condro Kecamatan Pasirian.</p> <p>Begitu mengetahui motor tak ada ditempatnya, pemiliknya langsung bingung dan lapor ke Polsek Pasirian. Karena kunci motornya juga hilang, maka korban mulai mengingat-ingat orang yang ada dekatnya sebelum motornya hilang. Berdasarkan laporan ini, polisi langsung melakukan pengejaran dan menemukan pelaku berikut barang buktinya.</p> <p>Sebuah motor Honda Beat warna hitam Nomor polisi N-3236 UL berhasil ditemukan polisi dan diamankan sebagai barang bukti, berikut Sumardi yang tak berkutik karena perbuatannya ketahuan. Kini Sumardi harus meringkuk di ruang tahanan polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.</p> <p>“Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut kepada tersangka,” kata Kasubag Humas Polres Lumajang Ipda Gatot Budi Hartono. (fat)</p>

    "> Curi Kuncinya Dulu, Baru Motornya ….. Saya...
  • "> Belum Sempat Bawa Kabur Motor Curiannya, Ikh...
  • "> Masih Ingat Kasus SMS Ancam Wartawan?, Kholi...
  • "> LSM AMPEL Akan Hadiri Persidangan Kasus Sali...
  • Politik

    Agung Laksono : Sebaiknya Jangan Dulu Ambil Kebijakan Strategis, Termasuk Pengganti Setya Novanto

    Kamis, 07 Januari 2016
    Agung Laksono : Sebaiknya Jangan Dulu Ambil Kebijakan Strategis, Termasuk Pengganti Setya Novanto <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Peringatan HUT PPP ke 43 diperingati dengan doa bersama</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Peringatan HUT Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke 43 diselenggarakan dalam bentuk doa bersama yang dihadiri oleh pengurus PPP dari dua kubu yang berseberangan. Kedua kubu ini sama-sama diundang dalam Ultah PPP di Lumajang dan keduanya hadir dalam acara peringatan HUT Partai dengan kebersamaan dikantor DPC PPP Lumajang.</p> <p>Sekretaris DPC PPP Lumajang H. Akhmat ST, kepada media ini mengatakan dalam peringatan HUT PPP yang berlangsung selasa (5/1) kemarin tak ada acara yang khusus hanya menggelar tumpengan dan ditutup dengan doa bersama.</p> <p>“Kami tidak mengadakan acara apa-apa mas, hanya tumpengan saja kemudian berdoa untuk kebesaran partai ini kedepan sekaligus berharap PPP bisa memiliki peran positif dalam pembangunan, khususnya di Lumajang,” kata H. Akhmat kepada media ini.</p> <p>Tema peringatan untuk tahun ini adalah Membangun Indonesia Yang Berkeadilan, dan tema ini diharapkan menjadi tekad seluruh kader PPP, khususnya di Lumajang untuk berperan aktif dalam pembangunan yang berkeadilan.</p> <p>“Yang paling penting sebenarnya adalah memupuk semangat seluruh kader PPP di Lumajang untuk tetap berkontribusi kepada pembangunan dalam kondisi apapun. Kami juga berharap lewat moment ini kita melakukan evaluasi untuk terus membesarkan partai ini kedepan, khususnya di Kabupaten Lumajang. Itu saja makna yang ingin kita tampilkan,” ujar H. Akhmat kepada media in. (fat)</p>

    "> HUT PPP Diperingati Sederhana Dengan Semanga...
  • "> Sebagian Besar DPD PAN Di Jatim, Tak Gelar M...
  • "> Soal Patung Kuda, Partai Demokrat Akhirnya A...
  • "> DPD Perindo Siapkan Satu Ambulance Untuk War...
  • Aneka Rupa

    125 Jamaah Umroh PT. Wardah Dalam Kondisi Sehat, Hari Ini Selesaikan Sa’i

    Rabu, 03 Pebruari 2016
    125 Jamaah Umroh PT. Wardah Dalam Kondisi Sehat, Hari Ini Selesaikan Sa’i <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:299px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">H. Suharyo AP, SH</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Mantan Wartawan Surabaya Post, H. Suharyo AP, SH kembali terpilih sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Lumajang untuk periode 2015-2020. Dalam Musda yang berlangsung, minggu (31/1) kemarin Suharyo AP meraih suara terbanyak dari 13 formatur yang dipilih oleh peserta Musda. Terpilihnya kembali Suharyo AP ini memang sudah diduga sebelumnya, khususnya dikalangan Muhammadiyah Lumajang.</p> <p>Sementara itu Suharyo AP usai pemilihan ketika kami hubungi via ponselnya mengatakan, untuk lima tahun kedepan banyak program yang selama ini sudah berlangsung untuk ditingkatkan. Hal ini perlu dilakukan agar Muhammdiyah di Lumajang mampu meningkatkan peran sertanya dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.</p> <p>“Kalau bicara target sebenarnya banyak. Tapi intinya kita harus meningkatkan yang sudah berjalan selama ini. Misalnya dibidang ekonomi, pendidikan, tarjih dan lain-lain, semuanya harus kita tingkatkan dan harus berkembang dengan lebih baik,” kata Suharyo kepada media ini.</p> <p>Secara ekonomi misalnya, Muhammadiyah harus membidik usaha baru yang akan memberikan peran penting bagi persyarikataan dalam hal pembiyaan organisasi. “Harus ada usaha baru yang berdiri atau meningkatkan yang sudah ada, karena semua itu penting untuk persyarikatan,” kata pria asal Wotgalih ini.</p> <p>Salah satu targetnya dalam waktu dekat ini adalah berdirinya Rumah Sakit Muhammadiyah yang sudah cukup lama direncanakan. Diharapkan dalam periode kepemimpinannya dari tahun 2015-2020, Rumah Sakit Muhammadiyah di Lumajang sudah bisa berdiri untuk melayani masyarakat Lumajang. “Rencana ini kita harapkan bisa segera terealisasi dalam periode ini,” kata Suharyo tanpa menjelaskan kapan akan dimulai.</p> <p>Hadir dalam acara Musda yang berlangsung pada hari minggu kemarin, Bupati Lumajang As’at Malik, Wakil Bupati Lumajang dr. Buntaran Supriyanto dan sejumlah undangan lainnya. (fat)</p>

    "> H. Suharyo AP, SH, Kembali Pimpin Muhammadi...
  • "> Inilah Kondisi Rusunawa Sejak Diresmikan 15 ...
  • "> Bromo Siaga, Semeru Aman, Sehari 100 Pendaki...
  • "> Perum Perhutani Gelar Gathering Dengan Warta...
  • Peristiwa

    Peringati Hari Pers Nasional, FKWL Bagi-Bagi Sembako

    Selasa, 09 Pebruari 2016
    Peringati Hari Pers Nasional, FKWL Bagi-Bagi Sembako <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Paparan Kapolres Lumajang soal tambang di Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Entah memang tidak diundang atau memang tak sempat hadir, yang jelas Bupati Lumajang H. As’at Malik tidak tampak hadir dalam acara Paparan Kapolres Lumajang soal tambang di Lumajang. Padahal acara ini digelar di Aula Pertemuan Lantai 3 Kantor Pemkab Lumajang, hari ini Jumat (5/2). Sejumlah undangan yang hadir dalam acara ini menyayangkan ketidakhadiran Bupati Lumajang dalam acara ini, karena sebagai Kepala Daerah seharusnya Bupati mendengarkan keluhan masyarakat terkait tambang pasir di Lumajang.</p> <p>Salah satu yang mempersoalan kehadiran Bupati adalah Ketua LSM AMPEL Lumajang H. Imron Fauzi. Ketika keluar sebentar dari ruang pertemuan itu, H. Imron Fauzi menyatakan, seharusnya Bupati As’at Malikl hadir dalam acara ini, sehingga bisa mendengar langsung keluhan masyarakat dan persoalan lain yang terkait dengan pertambangan pasir yang sampai sekarang masih menyisakan banyak persoalan.</p> <p>Ketika sampai pada sesi tanya jawab pernyataan serupa oleh H. Imron Fauzi. Aktivis lingkungan ini menyampaikan apresiasi terhadap langkah yang diambil oleh Kapolres Lumajang AKBP Fardly Munzir Ismail. “Kami memberikan apresiasi kepada Bapak Kapolres Lumajang yang memiliki inisiatif menyelenggarakan acara ini. Ini merupakan bentuk semangat dari bapak Kapolres untuk menyelesaikan masalah yang ada di Lumajang. Namun seharusnya Bapak Bupati juga hadir dalam acara ini,” kata H. Imron Fauzi.</p> <p>Selain Kapolres yang melakukan paparan tunggal dalam acara ini, dari Pemkab Lumajang hadir Kepala DPKAD Drs. Gawat Sudarmanto, Kepala Satpol PP, Basyuni dan Kabag Ekonomi Ir. Ninis Rindhawati, MT. Sedangkan yang diundang dalam acara ini sejumlah pengusaha pasir, termasuk pemilik Stockphile yang selama ini beroperasi di Lumajang. Hampir 100 orang, sebagian diantaranya adalah para penambang dan pemilik stockphile hadir dalam acara ini, termasuk beberapa LSM yang selama ini peduli dengan masalah carut-marutnya pertambangan pasir di Lumajang.</p> <p>“Selama ini penambangan pasir di Lumajang banyak menyalahi aturan. Karenanya pemerintah kemudian memperketat proses perijinan penambangan. Ini merupakan langkah yang dilakukan pemerintah agar masalah pertambangan di Lumajang bisa dikelola sesuai dengan aturan. Sebagian besar stockphile yang ada di Lumajang tidak memiliki ijin. Seharusnya stockphile itu dimiliki oleh pemegang IUP dan harus memiliki ijin HO,” kata Kapolres Lumajang didepan para pemilik Stockphile di Lumajang.</p> <p>Acara ini sedianya digelar mulai pukul 08.00. Namun kemudian molor sampai hampir pukul 09.00 dan berakhir menjelang Sholat Jumat. Usai memberikan paparannya, diberikan kesempatan kepada perserta yang hadir dalam acara ini untuk berdialog dengan Kapolres Lumajang. Tentang ketidakhadiran bupati dalam acara ini belum diperoleh konfirmasi, apakah pada hari ini Bupati Lumajang sedang ada diluar kota atau tidak. (fat)</p>

    "> Kapolres Gelar Paparan Soal Tambang, Bupati ...
  • "> Hari Kedua Banjir Rowokangkung, BPBD Dan War...
  • "> Angkut Pasir Pantai Dari Selok Awar-Awar, Em...
  • "> Penambang Tradisional Gelar Aksi, Minta Satp...
  • Wisata Budaya

    Kegiatan Hari Pertama Jamaah Umroh PT. Wardah Lumajang Dimasjid Nabawi

    Jumat, 29 Januari 2016
    Kegiatan Hari Pertama Jamaah Umroh PT. Wardah Lumajang Dimasjid Nabawi <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:448px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Inilah tumpukan sampah di Pantai Bambang Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Prihatin dengan kondisi Pantai Bambang Pasirian yang kotor dan penuh sampah, LSM Gerakan masyarakat Peduli Pesisir (GEMPAR) mengajak kalangan pelajar di Pasirian untuk turun ke pantai membesihkan sampah-sampah tersebut. Beberapa lembaga pecinta lingkungan lainnya seperti Garda Lingkungan, Bago Green juga ambil bagian dalam aksi pungut sampah dipantai ini.</p> <p>Nawawi, Koordinator Gempar kepada media ini mengatakan, Pantai Bambang Pasirian merupakan salah satu ikon wisata Lumajang yang keindahan dan kebersihannya harus tetap dijaga. Karenanya Gempar bersama organisasi lainnya ikut ambil bagian dalam usaha membersihkan sampah dipantai ini.</p> <p>“Sayang sekali kalau pantai yang indah ini harus dikotori oleh sampah. Usaha bersih-bersih ini juga kami harapkan memberikan isyarat kepada semua pihak, agar kalau ke pantai jangan meninggalkan sampah agar kebersihan pantai tetap terjaga,” kata Nawawi usai menggelar aksinya, Kamis (21/1) sore.</p> <p>Nawawi juga mengatakan, usaha untuk menjadikan pantai Bambang tetap indah tidak cukup hanya dengan penghijauan saja, namun kebersihan pantai ini juga harus tetap dijaga agar pantai selatan Lumajang ini tidak menjadi tempat sampah yang jika dibiarkan akan mengurangi keindahannya.</p> <p>Ikut ambil bagian dalam aksi pungut sampah dipantai ini ratusan pelajar dari sejumlah sekolah di Pasirian dan masyarakat lainnya yang peduli dengan kebersihan pantai selatan Lumajang, khususnya pantai Bambang. Acara ini dimulai pada pukul 15.00 sore hari usai para pelajar ini mengikuti proses pendidikan disekolah masing-masing. (fat)</p>

    "> Penuh Sampah, Gempar Bersama Pelajar Punguti...
  • "> Hati-hati, B29 Rawan Debu Vulkanik, Pantai S...
  • "> Bocah Ini Ambil Peran Penting Untuk Pelestar...
  • "> Bupati Resmikan Museum, Dan Pastikan Tim Cag...
  • Mansur Hidayat, Ketua MPPM TimurMansur Hidayat, Ketua MPPM TimurWartalumajang.com - Situs Biting terletak di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Situs ini adalah suatu kawasan bekas ibu kota kerajaan Nusantara yang dikelilingi oleh 3 sungai besar (Bondoyudo di utara, Ploso di barat, Bodang di timur) dan 1 sungai buatan Cangkring di selatan. Di sisi dalam sungai-sungai tersebut dapat diketemukan benteng yang melingkari dengan ketebalan bervariasi antara 3-6 meter, tinggi antara 6-10 meter dan panjang melingkarinya antara 8-10 kilo meter. Dengan ketebalan dan panjangnya dapat dikatakan bahwa situs ini merupakan situs terbesar dan terpanjang di Indonesia. Dari sisi arsitektur, situs ini merupakan contoh benteng lokal Nusantara.

    Situs Biting ini diketemukan pertama kali oleh J Mageman pada tahun 1861 dan kemudian di teliti ulang oleh A. Muhlenfeld pada tahun 1920. Menurut penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta yang dimulai tahun 1982-1991, kawasan Situs Biting memiliki luas 135 hektar yang mencakup 6 blok/area yaitu blok keraton seluas 76,5 ha, blok Jeding (Taman Sari) 5 ha, blok Biting 10,5 ha, blok Randu 14,2 ha, blok Salak 16 ha, dan blok Duren 12,8 ha. Di blok-blok tersebut, kita dapat diketemukan kawasan pemukiman, kawasan pemandian atau Taman sari dan kawasan peribadatan. Begitu kayanya akan benda-benda bersejarah, di kawasan ini banyak ditemukan bersebaran artefak-artefak seperti keramik cina dari aabd ke-12 sampai 16, gerabah kuno maupun batu bata kuno.

    Menurut catatan sejarah, Lamajang merupakan suatu wilayah yang cukup penting sejak jaman kerajaan Kediri pada abad ke 12 dan kerajaan Singosari pada abad ke-13. Setelah Singosari runtuh dan awal berdirinya kerajaan Majapahit, dalam beberapa catatan kuno seperti Prasasti Kudadu yang kemudian diperkuat oleh Babad Negara Kertagama, Babad Pararaton, Kidung Harsawijaya, Kidung Ranggalawe, Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Sorandaka, diberitakan bahwa Adipati Sumenep Arya Wiraraja dan Raden Wijaya mengadakan perjanjian kerja sama untuk membagi pulau Jawa menjadi 2 wilayah yang sama besar. Setelah kemenangan besar atas Prabu Jayakatwang di Kediri dan pengusiran tentara Tar Tar pada tahun 1292 Masehi, maka setahun kemudian pada 10 Nopember 1293 Masehi berdirilah 2 kerajaan besar yaitu Majapahit di sebelah barat dengan raja Raden Wijaya atau Kertarajasa Jayawardana dan Lamajang Tigang Juru dengan raja yaitu Arya Wiraraja. Dalam runutan sejarahnya salah satu putra Arya Wiraraja yang bernama Mpu Nambi telah membuat benteng besar di Pajarakan sebagai pertahanan ketika Majapahit hendak menyerang Lamajang Tigang Juru.

    Secara pasti, kita tidak mengetahui siapa pendiri dari benteng tersebut. Namun berdasar runutan sejarah dan bukti-bukti arkeologi yang mengatakan bahwa benteng dan pemukimannya dibangun pada sekitar abad ke-14, maka terdapat kesimpulan awal bahwa benteng ini dibangun pada masa Arya Wiraraja dan kemudian dilanjutkan oleh para penerusnya seperti Mpu Nambi dan seterusnya. Hal ini juga diperkuat oleh survey lapangan MPPM Timur di mana banyak batu bata di kawasan situs ini yang bermotif clurit dan juga terdapat kesamaan istilah ketika menyebut menara pengintai di situs Batu Putih di Sumenep dengan nama “Pengongakan” dan di situ Biting dengan nama “Pengungakan”. Hal ini penting untuk dijelaskan supaya sejarah Indonesia mengetahui bahwasanya kawasan ini bukan merupakan peninggalan kerajaan Majapahit, tetapi menunjuk pada penguasa lokal sebagai pemangku kepentingan yang seungguhnya.

    Dalam kaca mata pelestarian, “Pengupasan” dinding benteng ini sangat penting dilakukan supaya dapat menunjukkan buktinya nyata peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Lumajang kepada masayarakat Lumajang pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Perwujudan bukti terhadap situs ini sangat penting dikarenakan selama ini sejarah Indonesia kurang mengenalkan peninggalan-peninggalan kuno di bekas wilayah kerajaan Lamajang Tigang Juru yang meliputi Kabupaten Lumajang pada khususnya dan Kawasan Tapal Kuda pada umunya.

    Kawasan Situs Biting yang menurut kajian akademis merupakan Kawasan Lindung Budaya sendiri cenederung diterlantarkan dengan dibangunnya Perumahan Nasional yang meliputi 15 Hektar areal situs pada tahun 1996. Pada awal tahun 2011 setelah ada advokasi Lembaga Swadaya Masyarakat bernama Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur (MPPM Timur) pemerintah Kabupaten Lumajang sebenarnya telah membentuk Tim peletarian dan Perlindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang dengan SK Bupati 188.45/41/427.12/2011 tanggal 23 Februari 2011 yang kemudian menghasilkan rekomendasi untuk melindungi Situs Biting sebagai Kawasan Cagar Budaya. Disamping itu Kementrian Sekretariat Negara juga telah mengirimkan surat kepada Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Direktorat Jendral Sejarah dan Purbakala, Direktorat Peninggalan Purbakala dan Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur dengan surat B-335/Kemsetneg/D-3/Ormas-LSM/SR.02/11/2011 pada tanggal 2 Novemver 2011 yang meminta penanganan masalah Situs Biting sebagaimana laporan dari LSM MPPM Timur. Tindak lanjut daripada hal tersebut, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur melalui surat KS.002/0672/BP3JT/KPK/2012 menurunkan Tim Verivikasi untuk melakukan langkah pendataan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang termasuk dengan prioritas Situs Biting.

    Namun dalam perkembangannya, pemerintah Kabupaten Lumajang belum menujukkan langkah-langkah nyata pelestarian kawasan ini. Bahkan yang lebih menyedihkan, pada sekitar 6 bulan lalu, Perumnas Biting indah melakukan pembangunan perumahan kembali dengan merusak benteng barat yang dilindungi berdasarkan surat rekomendasi Tim Pelesatrian dan Pelindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang. LSM MPPM Timur sebenarnya sudah melayangkan surat protes ini ke Pemerintah Kabupaten Lumajang, namun sampai sekarang belum ada langkah-langkah nyata untuk mencegah perusakan oleh Perumnas Biting tersebut.

    Sebagai kesimpulan, pengupasan dinding benteng ini sangat diperlukan untuk menunjukkan kepada masyarakat Lumajang akan situs bersejarah kebanggaannya dan kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang bahwa semua kalangan baik pelajar, mahasiswa, pemuda, akademisi, peneliti maupun berbagai kalangan masyarakat baik di Lumajang maupun di Indonesia menginginkan bahwa Kawasan Situs Biting dalam keadaan darurat untuk dilindungi dan dilestarikan.

    Berdasarkan pertimbangan akademis sesuai dengan penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta dan hasil Tim Verivikasi Cagar Budaya BP3 Jawa Timur dimana Situs Biting adalah suatu Situs yang mempunyai ukuran Nasional dan sekarang sedang dalam keadaan darurat karena adanya perusakan massif, maka Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur meminta Pemerintah Pusat dalam hal ini Pemerintah Republik Indonesia untuk menetapkan secara langsung Situs Biting sebagai Kawasan Situs Nasional sebagaimana Kawasan Situs Trowulan, Kawasan Situs Candi Muara jambi dan Kawasan Gunung Padang.

    Sumber : Press Realese MPPM Timur

     

     

     

    Web Designer