Halaman Facebook Twitter Warta Lumajang Langganan Berita
Hati-hati !! 14 Jenis Jajanan Sekolah di Lumajang Berbahaya
Selasa, 28 April 2015 18:00 WIB
Wartalumajang.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pusat menemukan ada belasan jenis makanan yang beredar di Lumajang mengandung bahan berbahaya. Hal ini dipastikan setelah BPOM pusat mengambil sampel makanan dari sejumlah pasar dan sekolah di Lumajang. Dari 60 jenis makanan yang diuji,...
Ditinggal Mancing, Motor Kesayangan Digondol Maling
Selasa, 28 April 2015, 15:39 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Nasib sial dialami Paing (50), warga Dusun Talsewu, Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun, usai  [ ... ]

Baru Beli Motor Hasil Curian, Slamet Ditangkap Polisi
Selasa, 28 April 2015, 15:25 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Slamet bin Marsi (31), warga Dusun Kebonan, Desa Krai, Kecamatan Yosowilangun terpaksa berurusa [ ... ]

Berdalih Terpengaruh Miras, Fatoni Nekat Curi Motor
Senin, 27 April 2015, 17:32 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com - Ahmad Iksan Fatoni (22), warga Dusun Krajan II, Desa Selok Awa-Awar, Kecamatan Pasirian nekat men [ ... ]

Asyik Pesta Sabu-sabu, 3 Pemuda Warga Jogoyudan Ditangkap Polisi
Senin, 27 April 2015, 16:12 WIB
article thumbnail

Wartalumajang.com – Dasar nasib lagi sial, ketika tengah asyik menggelar pesta sabu-sabu 3 pemuda warga Kelurahan J [ ... ]

Senin, 23 Pebruari 2015 16:38
Serial Bupati Baru (1) : Pak Bupati, Apa Kabar Pasir Besi Lumajang
Sejatinya tak ada satupun pekerjaan yang tak boleh tuntas. Karena jika tidak tuntas, bisa saja disebut bekerja setengah hati. Di Lumajang cukup banyak pekerjaan yang seharusnya dituntaskan yang hingga saat ini masih meninggalkan t...

Aspirasi

Senin, 20 April 2015 06:45
Inilah Beberapa Peristiwa Penting Yang Akan Mengurasi Perhatian Masyarakat Lumajang
Wartalumajang.com – Sejumlah persitiwa penting mungkin akan segera terjadi di Lumajang. Yang jelas terpampang didepan mata adalah agenda pemilihan w...

Birokrasi

H. Agus Wicaksono : Saya Tidak Mencalonkan Sebagai Bupati Jika As’at Malik Maju Lagi

Kamis, 23 April 2015
H. Agus Wicaksono : Saya Tidak Mencalonkan Sebagai Bupati Jika As’at Malik Maju Lagi <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:333px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Kegiatan sertijab di Pendopo Kabupaten Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Pada kegiatan serah terima jabatan (Sertijab) Bupati Lumajang serta pelantikan ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Kamis (23/4), Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta eksekutif dan legislatif di Kabupaten Lumajang dapat seiring sejalan dalam membangun Lumajang, sehingga peningkatan pembangunan di Lumajang bisa benar-benar dirasakan hingga tingkat bawah.</p> <p>“Tugas bupati saat ini makin sulit, karena menurut UU yang baru saat ini ada dua tambahan yaitu dengan cara memberdayakan masyarakat dan mengajak berbicara bersama-sama atau partisipatoris, mereka yang akan diurus harus diundang dan diajak merumuskan kebijakan, ini syarat UU yang baru, sehingga eksekutif dan legislatif harus sejalan dulu,” kata Gubernur Jawa Timur yang akrab disapa Pakde Karwo.</p> <p>Dalam kesempatan tersebut Pakde Karwo juga meminta seluruh SKPD serta elemen masyarakat yang lain dapat membantu tugas bupati sehingga kemajuan didaerahnya dapat segera dirasakan oleh rakyat. Dia juga membenarkan apa yang disampaikan Ketua DPRD Lumajang ketika memberikan sambutan sebelumnya, bahwa untuk membangun suatu daerah bisa dilakukan melalui kekuatan lokal.</p> <p>“Nilai lokal dan kebersamaan itu bagian dari proses, tidak bisa nilai lokal Lumajang disamakan dengan kabupaten lain, maka segala sesuatu harus dirumuskan dengan baik, DPRD dengan bupatinya harus ketemu, tapi kita harus tetap berpegang teguh pada UUD ’45,” ujarnya.</p> <p>Sementara itu Bupati Lumajang H. As’at Malik M.Ag pada kesempatan terpisah menyampaikan terima kasih kepada Gubernur serta semua undangan yang hadir. Dia berharap kepada DPRD Lumajang agar kedepan bisa bekerja lebih baik dari sebelumnya. “Bekerja dengan dukungan DPRD ini enak, ngomongnya nggak usah susah-susah,” katanya.</p> <p>Dengan komunikasi yang lebih baik yang sudah diciptakan antara eksekutif dan legislatif, As’at Malik juga yakin kedepan Kabupaten Lumajang akan lebih baik lagi. “Imamnya teman-teman DPRD ini sangat luar biasa, dan enak diajak komunikas,” ujarnya.</p> <p>Diakui Bupati, RPJMD Kabupaten Lumajang tahun 2015 – 2019 yang sudah dibuat tidak bisa dilaksanakan sendiri tanpa ada pengawasan dan peran serta DPRD Lumajang, karena pengawasan dari orang lain adalah bentuk penyelamatan. “Kami tidak bisa bekerja dengan baik tanpa ada legislatif yang mengawasi kami,” pungkas As’at Malik. (ww)</p>

"> Gubernur Minta Eksekutif dan Legislatif di L...
  • "> Mekanisme Pemilihan Wabup Disarankan Pakai P...
  • "> Hendro Agung : Propinsi Berpendapat, Jabatan...
  • "> Temukan 30 Tower Bodong, Dewan Tegur Pemkab...
  • Hukum

    Cacat Administrativ, Sertifikat Tanah SMPN 1 Sukodono Diminta Segera Dibatalkan

    Selasa, 21 April 2015
    Cacat Administrativ, Sertifikat Tanah SMPN 1 Sukodono Diminta Segera Dibatalkan <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:348px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Ketua DPRD Lumajang H. Agus Wicaksono, S.Sos</span></span><strong>Wartalu</strong>majang.com</strong> – DPRD Lumajang siap memberikan data hasil pansus tambang yang digelar DPRD Lumajang beberapa waktu lalu. Langkah ini dilakukan DPRD agar Kejaksaan lebih mudah dalam melakukan penyidikan kasus tambang pasir baik pasir golongan C maupun pasir besi di Lumajang. Kesiapan untuk memberikan hasil pansus tambang kepada Kejaksaan ini disampaikan oleh Ketua DPRD Lumajang H. Agus Wicaksono ketika ditemui media ini dikantornya hari ini, Jumat siang (14/4).</p> <p>Ketika menutup Sidang Paripurna hari ini dengan agenda Penyampaian Catatan Strategis kepada Pemkab Lumajang, Agus Wicaksono juga sempat menyindir Kejaksaan agar bersikap lebih tegas dalam menyidik kasus tambang pasir di Lumajang. Tidak hanya Kejaksaan, Polres pun tak luput dari “semprotan” Ketua DPRD Lumajang ini.</p> <p>“Saya berharap Kejaksaan dan Kepolisian bersungguh-sungguh dalam menangani kasus pasir di Lumajang. Jangan hanya yang kecil-kecil yang dijadikan tersangka. Siapapun kalau memang ada dugaan penyalahgunaan wewenangan maka harus ditangani secara serius. Jangan takut kepada mereka yang berpangkat tinggi atau banyak uangnya. Semuanya harus diperlakukan sama didepan hukum,” kata Agus Wicaksono.</p> <p>Sementara ketika ditemui media ini politis PDIP ini kembali menegaskan komitmennya untuk membantu Kejaksaan baik Kejaksaan Negeri Lumajang maupun Kejaksaan Tinggi dalam proses penyidikan kasus pasir. Dikatakan, kerusakan lingkungan sudah terjadi, eksploitasi pasir terjadi secara besar-besaran, namun faktanya PAD-nya justru semakin turun.</p> <p>“Kita sangat siap untuk memberikan hasil Pansus Tambang di Lumajang kepada Kejaksaan Negeri Lumajang atau Kejaksaan Tinggi jika memang itu diperlukan. Masalah pasir ini harus disikapi secara serius oleh para penegak hukum kita,” kata Agus kemudian.</p> <p>Sebagaimana diketahui sekarang ini Kejaksaan Tinggi sedang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat di Lumajang terkait dengan tambang pasir di Lumajang. Bahkan dua orang, yakni karyawan PT. IMMS Abdul Ghofur dan Lam Cong San Bos PT. IMMS sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi. (fat)</p>

    "> Jika Diminta, DPRD Siap Berikan Data Pansus ...
  • "> Pelaku Judi Togel Online Ditangkap Polisi...
  • "> Polisi Limpahkan Kasus Penambangan Pasir Ile...
  • "> Kejaksaan Akan Tetapkan Dua Tersangka Baru K...
  • Politik

    Koordinasi Tiga Parpol Tentukan Dua Calon Wabup Diperkirakan Berjalan Alot

    Minggu, 26 April 2015
    Koordinasi Tiga Parpol Tentukan Dua Calon Wabup Diperkirakan Berjalan Alot <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:348px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Ketua DPRD Lumajang H. Agus Wicaksono S.Sos</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Ketua DPRD Lumajang H.Agus Wicaksono meminta kepada tiga partai pengusung SAAT dalam Pilkada lalu segera bertemu untuk melakukan musyawarah guna memutuskan dua nama yang akan diusung menjadi Bakal Calon Wakil Bupati Lumajang. Dua nama ini nantinya akan diproses menjadi Calon Wakil Bupati Lumajang yang kemudian akan dipilih oleh DPRD Lumajang. Agus Wicaksono mengatakan, agar tidak terjadi kekosongan jabatan Wakil Bupati, maka pihaknya termasuk PDI Perjuangan siap untuk memberikan dukungan kepada calon yang dikehendaki oleh Bupati Lumajang As’at Malik.</p> <p>“Kami sudah mengambil langkah dan melakukan konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri yakni dengan Direktorat Otonomi Daerah. Alhamdulilah hasil konsultasi kami menyarankan agar tidak terjadi kekosongan jabatan wakil bupati dan tidak harus menunggu Peraturan Pemerintah (PP). Karena jika menunggu PP bisa jadi sampai dua tahun lagi,” kata Agus Wicakono ketika memberikan sambutan dalam acara Serah Terima Jabatan Bupati Lumajang, Kamis (23/4) lalu di Pendopo Bupati Lumajang.</p> <p>Karenanya, tiga partai pengusung pasangan SAAT dalam Pilkada lalu, yakni Partai Gilkar, Partai Demokrat dan PAN diminta segera melakukan koordinasi bagi usaha percepatan pemilihan wakil Bupati Lumajang. Menurut Agus, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Lumajang, jika partai politik telah mengirimkan nama calonnya, maka DPRD akan segera membentuk Pansus untuk menyusun tata tertib pemilihan maka proses pemilihan bisa segera dilaksanakan.</p> <p>“Inilah adalah ranah partai politik untuk menentukan siapa calonnya untuk dikirimkan kepada Bupati. Dan Bupati memiliki kewajiban administrasi untuk mengirimkan nama calonnya kepada DPRD guna melanjukan proses pemilihan,” kata Agus Wicaksono.</p> <p>Dalam kesempatan yang sama, Agus Wicaksono meminta Gubernur Jawa Timur Soekarwo agar turun tangan dalam proses pemilihan wakil bupati Lumajang. “Saya menunggu dawuh (arahan=red) beliau dan kami dari PDI Perjuangan bersama-sama kawan-kawan lainnya di DPRD Lumajang siap mendukung calon yang diinginkan. Siapa yang diinginkan, itu yang akan kita dukung,” kata Agus Wicaksono dalam acara yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo. (fat)</p>

    "> DPRD Minta Agar Partai Pengusung SAAT Segera...
  • "> Samsul Huda : Soal Nawawi Yazid Di Pansel Se...
  • "> Partai Golkar “Masih Diam” Soal Cawabup ...
  • "> DPD PAN Lumajang Belum Dapat Respon Dari H. ...
  • Aneka Rupa

    Hati-hati !! 14 Jenis Jajanan Sekolah di Lumajang Berbahaya

    Selasa, 28 April 2015
    Hati-hati !! 14 Jenis Jajanan Sekolah di Lumajang Berbahaya <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:520px;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">foto ilustrasi</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Naiknya harga bawang merah beberapa hari terakhir ini menyebabkan usaha warung dan kuliner di Lumajang merasakan imbasnya. Harga barang merah disejumlah pasar tradisional di Lumajang belakangan mencapai Rp. 26 ribu per kilogram. Harga ini jauh berada diatas harga bawang merah sebelumnya yang hanya ada pada kisaran Rp. 15 ribu per kilogram. Jika dihitung dari sisi prosentase kenaikan harga, harga dalam sepekan terakhir naik sekitar 80 persen dari harga sebelumnya.</p> <p>Musrifah (48), penjual nasi yang ada di sepanjang Jalan Sastrodikoro, Lumajang ini mengaku, bawang merah merupakan salah satu bahan bumbu andalan dalam masakan yang dijualnya. “Kalau porsi bawangnya saya kurangi, yang pasti masakan saya kurang enak mas. Dan tentu saja hal ini berpengaruh kepada pelanggan saya,” kata Musrifah.</p> <p>Yang lebih memberatkan lagi, disamping harga yang melonjak, stock bawang merah yang ada dipasaran Lumajang justru kurang bagus. Karenanya ketika membeli bawang merah, sejumlah ibu-ibu harus memilih yang bagus-bagus walau resikonya beda harga jika dibandingkan dengan membeli tanpa memilih “Kalau tidak memilih, bawang yang busuk juga ikut,” paparnya.</p> <p>Ungkapan senada juga dilontarkan oleh Jumala (39), pemilik stand bakso asal Kelurahan Ditrotunan, Kecamatan Kota Lumajang. Menurutnya, bawang goreng sangat dibutuhkan dalam setiap penyajian bakso yang dijual kepada konsumen. “Kalau tidak ditaburi bawang goreng, otomatis kurang sedap rasa kuahnya,”teragnya.</p> <p>Terkait kenaikan harga bawang merah yang terjadi di pasaran, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lumajang, Drs. Agus Eko, menjelaskan, saat ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat. Hasil dari koordinasi menyebutkan bahwa bawang merah mengalami kenaikan karena berkurangnya pasokan dari daerah penghasil bawang merah seperti Probolinggo, Brebes dan Mojokerto.</p> <p> </p> <p>Lebih jauh Agus menjelaskan, faktor penyebab berkurangnya suplai dikarenakan belum panen raya dan buruknya cuaca sehingga mengakibatkan kerusakan hasil produksi bawang. “Tingginya permintaan yang tidak disertai dengan jumblah pasokan mengakibatkan kenaikan harga disejumlah daerah bukan hanya di Kabupaten Lumajang,” paparnya. (fat)</p>

    "> Harga Bawang Merah Mahal, Usaha Kuliner Meng...
  • "> Modiv Motor Dengan Velg Kecil Tak Akan Dibin...
  • "> Kabar NU : Silaturahmi PCNU Wilayah Tapal Ku...
  • "> Sisi Barat Ruas Jalan Wonorejo Klakah Berlub...
  • Peristiwa

    Ditinggal Mancing, Motor Kesayangan Digondol Maling

    Selasa, 28 April 2015
    Ditinggal Mancing, Motor Kesayangan Digondol Maling <p><strong> </strong></p> <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:114px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Slamet, Pelaku penadahan motor curian di Wotgalih</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Slamet bin Marsi (31), warga Dusun Kebonan, Desa Krai, Kecamatan Yosowilangun terpaksa berurusan dengan pihak kepolsian, pasalnya sepeda motor yang baru saja dibeli dari kenalannya ternyata hasil curian.</p> <p>Awalnya, Mapolsek Yosowilangun mendapat laporan jika ada kasus curanmor yang terjadi diwilayah hukumnya, setelah dilakukan penyelidikan diperoleh informasi jika sepeda motor yang hilang tersebut terlihat ada dirumah tersangka ini.</p> <p>Tak menunggu waktu lama, Senin (27/4), sekitar pukul 17.00 Wib, tim buser Satreskrim Polres Lumajang langsung mendatangi rumah tersangka dan kebetulan saat itu tersangka tengah berada dirumahnya sedang istirahat, disana petugas juga mendapati sepeda motor milik korban.</p> <p>Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Heri Sugiono ketika dikonfirmasi media ini membenarkan perihal penangkapan tersangka penadah ini. Ditambahkannya, tersangka mengaku membeli sepeda motor tersebut dari temannya. “Memang tersangka ini sudah sejak lama memesan sepeda motor kepada temannya yang berinisial T,” katanya.</p> <p>Sekitar tanggal 23 April lalu, teman tersangka memberitahu jika ia sudah memiliki sepeda motor sesuai dengan pesanan tersangka, maka pada hari itu juga sekitar pukul 21.00 Wib tersangka menemui T untuk membayar sepeda motor tersebut dengan harga kesepakatan sebesar Rp. 1,2 juta, namun saat itu Slamet hanya memiliki uang sebesar Rp 1 juta dan sisanya akan dibayar jika dia sudah punya uang.</p> <p>Setelah mendapat sepeda motor tersebut, Slamet membawanya pulang dan disembunyikan didalam rumahnya sambil menunggu suasana tenang. Namun sayang, belum sempat menggunakan sepeda motor tersebut, Slamet keburu ditangkap petugas.</p> <p>Dari pemeriksaan awal, Slamet mengaku tidak tahu jika sepeda motor tersebut adalah barang curian. Namun, alasan itu tidak membuat polisi percaya begitu saja. Atas perbuatannya, saat ini tersangka terpaksa mendekam di sel tahanan Mapolres Lumajang untuk dilakukan pengembangan. Tersangka juga akan dijerat dengan pasal 480 KUHP. “Dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara,” pungkas AKP Heri Sugiono.(ww)</p>

    "> Baru Beli Motor Hasil Curian, Slamet Ditangk...
  • "> Berdalih Terpengaruh Miras, Fatoni Nekat Cur...
  • "> Asyik Pesta Sabu-sabu, 3 Pemuda Warga Jogoyu...
  • "> Diduga Pipa Gas Bocor, Pabrik Pengolahan Kay...
  • Wisata Budaya

    Produk Susu Kambing Etawa Senduro Akan DiJadikan Klaster Pariwisata

    Senin, 20 April 2015
    Produk Susu Kambing Etawa Senduro Akan DiJadikan Klaster Pariwisata <p><strong><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:526px;float:left;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Inilah Air Terjun Tumpak Sewu Pronojiwo Lumajang</span></span>Wartalumajang.com</strong> – Air terjun Tumpak Sewu di Pronojiwo menurut rencana akan diarahkan menjadi obyek wisata minat khusus. Hal itu dilakukan karena untuk mencapai lokasi terindah dari air terjun Tumpak Sewu ini diperlukan keberanian dan kemampuan khusus, sehingga tidak semua orang bisa datang ketempat ini. Bahkan untuk sementara menurut rencana kawasan wisata eksotik ini ditutup dulu sebelum dibuka untuk umum. Berbagai persiapan harus dilakukan untuk menjadikan kawasan ini sebagai obyek wisata minat khusus di Lumajang.</p> <p>“Kita sebenarnya menyarankan untuk menutup dulu untuk sementara, sebelum seluruh persiapan selesai kita lakukan. Untuk bisa turun sampai kedasar air terjun ini saja prosesnya sangat berbahaya. Karenanya kita harus menyiapkan sarana yang memadai sesuai standar wisata minat khusus. Dan yang lebih penting harus ada petugas disana, agar jika terjadi sesuatu bisa segera bisa ditangani atau setidak-tidaknya bisa menjadi pemandu wisata,” kata Ir. Indah Amperawati, Kepala Bappekab Lumajang kepada sejumlah wartawan di Lumajang siang ini, Senin (13/4).</p> <p><span class="easy_img_caption" style="display:inline-block;line-height:0.5;vertical-align:top;background-color:#none;text-align:left;width:413px;float:right;margin:8px;8px;"><span class="easy_img_caption_inner" style="display:inline-block;line-height:normal;color:#000000;font-size:8pt;font-weight:normal;font-style:italic;padding:3px 5px;margin:0px;">Ir. Indah Amperawati, Kepala Bappekab Lumajang</span></span>Sementara Abdul Rahman seorang jurnalis dari Kompas TV yang sehari sebelumnya mengunjungi kawasan air terjun menyatakan bahwa untuk sementara kawasan itu memang sangat berbahaya bagi wisatawan. Namun Rahman juga mengatakan, minat masyarakat yang hendak datang ketempat ini sangat besar termasuk perempuan.</p> <p>“Saat saya kesana saya harus menuruni lembah yang terjal itu dengan tali dari karet ban dan itu sangat berbahaya. Namun saya juga heran kenapa banyak juga yang mau datang kesana. Kalau mau bicara keselamatan, sebenarnya bisa saya sebut agak berbahaya,” kata Rahman.</p> <p>Karenanya Kepala Bapekab Lumajang Indah Amperawati menyebut kawasan wisata air terjun Tumpak Sewu adalah wisata minat khusus. Dan untuk dibuka kepada masyarakat luas harus dengan berbagai standart yang memadai sehingga menjadi tidak berbahaya. “Saya pernah datang kesana. Dan jujur sebagai pribadi, saya akan melarang anak saya untuk datang kesana. Sangat berbahaya,” kata Indah Amperawati. (FAT)</p>

    "> Air Terjun Tumpak Sewu Harus Jadi Wisata Min...
  • "> Wisata Alam Cuban Sewu Baru Bisa Dikembangka...
  • "> Ditengah Hujan Deras, Festival Tari Jaran Sl...
  • "> Tim Balai Arkeologi Yogyakarta Teliti Situs ...
  • Mansur Hidayat, Ketua MPPM TimurMansur Hidayat, Ketua MPPM TimurWartalumajang.com - Situs Biting terletak di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Situs ini adalah suatu kawasan bekas ibu kota kerajaan Nusantara yang dikelilingi oleh 3 sungai besar (Bondoyudo di utara, Ploso di barat, Bodang di timur) dan 1 sungai buatan Cangkring di selatan. Di sisi dalam sungai-sungai tersebut dapat diketemukan benteng yang melingkari dengan ketebalan bervariasi antara 3-6 meter, tinggi antara 6-10 meter dan panjang melingkarinya antara 8-10 kilo meter. Dengan ketebalan dan panjangnya dapat dikatakan bahwa situs ini merupakan situs terbesar dan terpanjang di Indonesia. Dari sisi arsitektur, situs ini merupakan contoh benteng lokal Nusantara.

    Situs Biting ini diketemukan pertama kali oleh J Mageman pada tahun 1861 dan kemudian di teliti ulang oleh A. Muhlenfeld pada tahun 1920. Menurut penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta yang dimulai tahun 1982-1991, kawasan Situs Biting memiliki luas 135 hektar yang mencakup 6 blok/area yaitu blok keraton seluas 76,5 ha, blok Jeding (Taman Sari) 5 ha, blok Biting 10,5 ha, blok Randu 14,2 ha, blok Salak 16 ha, dan blok Duren 12,8 ha. Di blok-blok tersebut, kita dapat diketemukan kawasan pemukiman, kawasan pemandian atau Taman sari dan kawasan peribadatan. Begitu kayanya akan benda-benda bersejarah, di kawasan ini banyak ditemukan bersebaran artefak-artefak seperti keramik cina dari aabd ke-12 sampai 16, gerabah kuno maupun batu bata kuno.

    Menurut catatan sejarah, Lamajang merupakan suatu wilayah yang cukup penting sejak jaman kerajaan Kediri pada abad ke 12 dan kerajaan Singosari pada abad ke-13. Setelah Singosari runtuh dan awal berdirinya kerajaan Majapahit, dalam beberapa catatan kuno seperti Prasasti Kudadu yang kemudian diperkuat oleh Babad Negara Kertagama, Babad Pararaton, Kidung Harsawijaya, Kidung Ranggalawe, Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Sorandaka, diberitakan bahwa Adipati Sumenep Arya Wiraraja dan Raden Wijaya mengadakan perjanjian kerja sama untuk membagi pulau Jawa menjadi 2 wilayah yang sama besar. Setelah kemenangan besar atas Prabu Jayakatwang di Kediri dan pengusiran tentara Tar Tar pada tahun 1292 Masehi, maka setahun kemudian pada 10 Nopember 1293 Masehi berdirilah 2 kerajaan besar yaitu Majapahit di sebelah barat dengan raja Raden Wijaya atau Kertarajasa Jayawardana dan Lamajang Tigang Juru dengan raja yaitu Arya Wiraraja. Dalam runutan sejarahnya salah satu putra Arya Wiraraja yang bernama Mpu Nambi telah membuat benteng besar di Pajarakan sebagai pertahanan ketika Majapahit hendak menyerang Lamajang Tigang Juru.

    Secara pasti, kita tidak mengetahui siapa pendiri dari benteng tersebut. Namun berdasar runutan sejarah dan bukti-bukti arkeologi yang mengatakan bahwa benteng dan pemukimannya dibangun pada sekitar abad ke-14, maka terdapat kesimpulan awal bahwa benteng ini dibangun pada masa Arya Wiraraja dan kemudian dilanjutkan oleh para penerusnya seperti Mpu Nambi dan seterusnya. Hal ini juga diperkuat oleh survey lapangan MPPM Timur di mana banyak batu bata di kawasan situs ini yang bermotif clurit dan juga terdapat kesamaan istilah ketika menyebut menara pengintai di situs Batu Putih di Sumenep dengan nama “Pengongakan” dan di situ Biting dengan nama “Pengungakan”. Hal ini penting untuk dijelaskan supaya sejarah Indonesia mengetahui bahwasanya kawasan ini bukan merupakan peninggalan kerajaan Majapahit, tetapi menunjuk pada penguasa lokal sebagai pemangku kepentingan yang seungguhnya.

    Dalam kaca mata pelestarian, “Pengupasan” dinding benteng ini sangat penting dilakukan supaya dapat menunjukkan buktinya nyata peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Lumajang kepada masayarakat Lumajang pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Perwujudan bukti terhadap situs ini sangat penting dikarenakan selama ini sejarah Indonesia kurang mengenalkan peninggalan-peninggalan kuno di bekas wilayah kerajaan Lamajang Tigang Juru yang meliputi Kabupaten Lumajang pada khususnya dan Kawasan Tapal Kuda pada umunya.

    Kawasan Situs Biting yang menurut kajian akademis merupakan Kawasan Lindung Budaya sendiri cenederung diterlantarkan dengan dibangunnya Perumahan Nasional yang meliputi 15 Hektar areal situs pada tahun 1996. Pada awal tahun 2011 setelah ada advokasi Lembaga Swadaya Masyarakat bernama Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur (MPPM Timur) pemerintah Kabupaten Lumajang sebenarnya telah membentuk Tim peletarian dan Perlindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang dengan SK Bupati 188.45/41/427.12/2011 tanggal 23 Februari 2011 yang kemudian menghasilkan rekomendasi untuk melindungi Situs Biting sebagai Kawasan Cagar Budaya. Disamping itu Kementrian Sekretariat Negara juga telah mengirimkan surat kepada Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Direktorat Jendral Sejarah dan Purbakala, Direktorat Peninggalan Purbakala dan Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur dengan surat B-335/Kemsetneg/D-3/Ormas-LSM/SR.02/11/2011 pada tanggal 2 Novemver 2011 yang meminta penanganan masalah Situs Biting sebagaimana laporan dari LSM MPPM Timur. Tindak lanjut daripada hal tersebut, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur melalui surat KS.002/0672/BP3JT/KPK/2012 menurunkan Tim Verivikasi untuk melakukan langkah pendataan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang termasuk dengan prioritas Situs Biting.

    Namun dalam perkembangannya, pemerintah Kabupaten Lumajang belum menujukkan langkah-langkah nyata pelestarian kawasan ini. Bahkan yang lebih menyedihkan, pada sekitar 6 bulan lalu, Perumnas Biting indah melakukan pembangunan perumahan kembali dengan merusak benteng barat yang dilindungi berdasarkan surat rekomendasi Tim Pelesatrian dan Pelindungan Cagar Budaya Kabupaten Lumajang. LSM MPPM Timur sebenarnya sudah melayangkan surat protes ini ke Pemerintah Kabupaten Lumajang, namun sampai sekarang belum ada langkah-langkah nyata untuk mencegah perusakan oleh Perumnas Biting tersebut.

    Sebagai kesimpulan, pengupasan dinding benteng ini sangat diperlukan untuk menunjukkan kepada masyarakat Lumajang akan situs bersejarah kebanggaannya dan kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang bahwa semua kalangan baik pelajar, mahasiswa, pemuda, akademisi, peneliti maupun berbagai kalangan masyarakat baik di Lumajang maupun di Indonesia menginginkan bahwa Kawasan Situs Biting dalam keadaan darurat untuk dilindungi dan dilestarikan.

    Berdasarkan pertimbangan akademis sesuai dengan penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta dan hasil Tim Verivikasi Cagar Budaya BP3 Jawa Timur dimana Situs Biting adalah suatu Situs yang mempunyai ukuran Nasional dan sekarang sedang dalam keadaan darurat karena adanya perusakan massif, maka Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur meminta Pemerintah Pusat dalam hal ini Pemerintah Republik Indonesia untuk menetapkan secara langsung Situs Biting sebagai Kawasan Situs Nasional sebagaimana Kawasan Situs Trowulan, Kawasan Situs Candi Muara jambi dan Kawasan Gunung Padang.

    Sumber : Press Realese MPPM Timur

     

     

     

    Web Designer