Polres Lumajang : Tak Ada Alasan Untuk Menghentikan Kasus OTT Klanting

Polres Lumajang : Tak Ada Alasan Untuk Menghentikan Kasus OTT Klanting

Wartalumajang.com – Ditengah harapan Asosiasi Kepala Desa (AKD) Lumajang agar kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus Prona didesa Klanting agar dihentikan, Polres Lumajang kian memastikan bahwa kasus ini akan jalan terus.

Sumber kami di Unit Tipikor Polres Lumajang menjelaskan, tak ada alasan bagi Polres Lumajang untuk menghentikan kasus ini, apalagi sampai menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), maka hal itu sangat tidak mungkin dilakukan.

Hal yang sama juga disampaikan Kapolres Lumajang AKBP Raydian Kokrosono kepada sejumlah awak media yang menyebut, bahwa kasus ini akan dilanjutkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Lebih jauh Raydian mengatakan, alasan dilakukannya penghentian penyidikan yang terdapat dalam Pasal 109 ayat (2) KUHAP yaitu, tidak terdapat cukup bukti yakni, apabila penyidik tidak memperoleh cukup bukti untuk menuntut tersangka atau bukti yang diperoleh penyidik tidak memadai untuk membuktikan kesalahan tersangka.

Selanjutnya, peristiwa yang disidik oleh penyidik ternyata bukan merupakan tindak pidana, penyidikan dihentikan demi hukum. Alasan ini, lanjut Raydian, dapat dipakai apabila ada alasan-alasan hapusnya hak menuntut dan hilangnya hak menjalankan pidana. Yaitu antara lain karena Ne Bis In Idem.

“Semisal tersangkanya meninggal dunia atau perkara pidananya sudah kadaluwarsa, maka itu bisa dihentikan. Oleh karena itu untuk kasus Klanting akan terus dilanjutkan,” kata Kapolres Lumajang AKBP Raydian Kokrosono kepada sejumlah awak media.

Tampaknya perkara ini akan berjalan panjang, karena disatu sisi Kepala Desa merasa tidak aman dalam menjalankan tugasnya, disisi lain Polres Lumajang sepertinya keberatan dengan usulan diterbitikannya SP3 terhadap kasus Kades Klanting, Sri Purwanti terkait dengan pungutan sebesar Rp. 500 ribu dalam pengurusan Prona didesanya.

Pewarta : Moch. R. Abdul Fatah / Moh. Imron