Satlantas Polres Lumajang Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Saat Kecelakaan Lalulintas

Satlantas Polres Lumajang Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Saat Kecelakaan Lalulintas

Wartalumajang.com – Banyaknya korban kecelakaan lalu lintas meninggal ditempat kejadian perkara (TKP) diakibatkan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penanganan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD).

Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Lumajang, AKP. Ridho Tri Putranto, SIK melalui Kanit Lakalantas Polres Lumajang, Ipda Joko Tryono setelah memberikan pelatihan PPGD kepada masyarakat di kawasan Black Spot diwilayah hukum Polres setempat, Kamis kemarin.

Joko mengatakan, kurangnya pengetahuan masyarakat awam tentang PPGD membuat Satlantas Polres Lumajang terus berupaya untuk memberikan pengetahuan dan sosialisasi kepada masyarakat.

Terutama masyarakat di kawasan rawan kecelakaan, yakni di daerah Pasar Ranuyoso, Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso. Joko tidak bisa memungkiri korban kecelakaan sering kali meninggal di TKP.

“Ini dikarenakan usaha pertama masyarakat untuk menolong korban masih sangat minim. Mulai dari evakuasi, menelpon petugas atau memberikan tindakan hingga membawa ke rumah sakit,” kata Joko, Senin (27/02).

Menurut dia, masyarakat di TKP adalah ujung tombak penyelamatan awal kepada korban. Pasalnya, saat terjadi kecelakaan, petugas kepolisian mau pun tenaga medis tidak bisa datang tepat waktu ke TKP untuk memberikan pertolongan.

Joko menjelaskan, petugas kepolisian maupun tenaga medis biasanya menunggu mendapat informasi terlebih dahulu dari masyarakat untuk bergerak kelapangan. Sehingga, masyarakat di TKP juga berperan penting dalam menentukan tindakan.

“Satlantas Polres Lumajang lebih fokus memberikan pelatihan kepada masyarakat yang berada di daerah rawan kecelakaan. Tapi kami juga memberikan pelatihan kepada masyarakat diluar daerah rawan kecelakaan. Karena kecelakaan tidak bisa diprediksi,” terangnya.

Selain diberikan pelatihan tanggap darurat, masyarakat juga dibekali cara mengatur lalu lintas pasca terjadi kecelakaan. Dan menjadi saksi atas kecelakaan tersebut. 

“Masyarakat juga dibekali mengamankan dan mengatur lalulintas pasca kecelakaan sehingga meminimalisir kecelakaan susulan dan menghindari kemacetan,” pungkasnya.

Lebih jauh Joko menjelaskan, daerah rawan kecelakaan dijalur utara Lumajang berada di sepanjang jalan mulai dari Desa Wono Ayu, hingga Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso.

Pewarta : M. Imron