Thoriqul Haq Lapor Menakertrans, Akhirnya Jenazah Umiasa Pasti Dipulangkan

Thoriqul Haq Lapor Menakertrans, Akhirnya Jenazah Umiasa Pasti Dipulangkan

Wartalumajang.com – Harapan keluarga Umiasa untuk kepulangan jenazah putrinya yang meninggal di Malaysia akhirnya memperoleh kepastian. Anggota DPRD Jatim Thoriqul Haq saat ini sedang berada di Jakarta untuk membahas pemulangan Jenazah Umiasa bersama Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI.

Dalam perbincangan dengan Lumajangtimes, Thoriqul Haq menyebut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyambut baik usulannya untuk mengusahakan pemulangan jenazah Umiasa dari salah satu rumah sakit di Malaysia.

“Pak Menteri merespon baik rencana pemulangan jenazah Umiasa ke Lumajang dan tadi begitu saya kirimkan pemberitaan-pemberitaan dari media di Lumajang yang terkait dengan Umiasa, beliau langsung melakukan kontak dengan perwakilan kita di Malaysia. Dan sudah pasti akan dipulangkan secepatnya ke Lumajang,” kata Thoriqul Haq via sambungan ponselnya.

Thoriqul Haq yang merupakan salah satu calon Bupati Lumajang belum memastikan jadwal pemulangannya, namun ia berjanji akan dilaksanakan secepatnya. Karena soal jadwal tersebut masih dikoordinasikan dengan pihak-pihak di Malaysia.

“Secepatnya, karena jenazahnya sudah terlalu lama berada dirumah sakit dan seluruh biaya akan ditanggung oleh pihak Kementrian Tenaga Kerja,” kata Thoriqul Haq memastikan.

Sementara itu Anggota DPRD Lumajang dari PKB, Sugianto SH kepada media ini mengatakan, didepan Menteri tenaga Kerja pihaknya memberikan seluruh link media yang menulis soal sulitnya pemulangan jenazah Umiasa dari Malaysia.

“Kita kirimkan semua data, termasuk pemberitaan Lumajangtimes, agar Pak Menteri mengetahui semuanya mas. Kita sangat berterima kasih dengan respon cepat Pak Menteri,” kata Sugianto yang juga bersama Anggota DPRD Jatim Thoriqul Haq.

Terkait kelambatan pemulangan jenazah Umiasa, Thoriqul Haq menyebut masalah ini adalah kemanusiaan yang seharusnya memperoleh perhartian serius dari pemerintah kabupaten Lumajang.

“Ini bukan soal ada anggaran atau tidak. Masalahnya bukan pada birokrasi anggaran, tetapi harus ada kepekaan sosial. Toh biayanya juga tidak terlalu banyak,” kata Thoriqul Haq.

Pewarta : Moch. R. Abdul Fatah