Tim ISD dan Sansekerta Lontar Malang, Gali Potensi Wisata Desa Prasejarah Kadangan Senduro

Tim ISD dan Sansekerta Lontar Malang, Gali Potensi Wisata Desa Prasejarah Kadangan Senduro

Wartalumajang.com Para pelajar Lumajang yang tergabung dalam ISD (Indonesia Sahabat Dunia) dibantu dengan Komunitas Sejarah dan Budaya dari Malang, Lontar Sansekerta, pada tanggal 18 Desember lalu mengadakan kegiatan yang bertajuk pengoptimalan potensi desa dengan menggali nilai-nilai historis yang ada di Desa Kandangan, Senduro, Kabupaten Lumajang.

Agenda dimulai pagi hari dengan pemberian materi oleh Tim Lontar Sansekerta mengenai pengoptimalan desa dengan cara pemanfaatan potensi yang ada. Acara ini dihadiri oleh puluhan warga, anggota Karang Taruna Tunas Harapan, Ketua Karang Taruna, Kepala Dusun Desa Kandangan, juga para pelajar dan mahasiswa dari Forum Pemuda Lumajang.

Pihak Lontar berharap agar acara ini bisa mendorong masyarakat untuk lebih maju denga mengoptimalkan potensi yang ada di desa-desa di Lumajang. Peranan pemuda Lumajang juga diharapkan bisa langsung mendampingi kegiatan kemasyarakatan agar tidak ada kecenderungan tumpang tindih dalam strata sosial antara kaum muda dan masyarakat.

“Kegiatan ini ditujukan agar masyarakat Lumajang dapat berperan dalam pertumbuhan desanya masing-masing. Tak hanya itu, acara ini juga memiliki inti kegiatan agar kami, para pelajar, dapat mencintai kebudayaan dan kearifan lokal,” kata  Anggun Gusti Rada  selaku Ketua ISD.

Tidak hanya kegiatan seminar. Siang harinya, ISD dan Lontar Sansekerta mengajak masyarakat Desa Kandangan untuk membersihkan Situs Kandangan yang letaknya tak jauh dari Pura Mandaragiri. Situs Kandangan merupakan situs peninggalan prasejarah yang dimiliki Lumajang. Situs ini juga dapat diklaim sebagai situs terluas karena memiliki luas lahan lebih dari lima hektar.

“Melihat deskripsi situs Desa Kandangan yang luar biasa, pasti ada cara untuk mengeemas potensi besar ini. Kepala desa, karang taruna, mempunyai PR yang lumayan banyak untuk memberikan good packaging terhadap situs prasejarah ini agar selalu dilihat oleh masyarakat Lumajang atau luar daerah Lumajang. Kita sudah memberikan beberapa alternatif di diskusi tadi pagi, hanya menunggu praktek lapang saja,”  kata Debbi Candra Dianto, Sekjen Lontar Sansekerta.

Kegiatan bersih-bersih Situs Kandangan ini juga memancing semangat ketua karang taruna Tunas Harapan untuk lebih mengembangkan kinerja Karang Taruna ke depannya sesuai masukan dari Verdy Firmantoro, Direktur Lontar Sansekerta. Ia menambahkan bahwa program ini dapat menjadi upaya strategis dalam mengembangkan desa berbasis edukasi dan wisata sejarah.
“Karang Taruna bisa membuat katalog desa, tinggal difoto saja yang bagus potensi-potensi yang ada di Desa Kandangan, diberi deskripsi, dan dibuatkan katalog. Mungkin bisa dengan judul sampul ‘Peradaban Desa Kandangan Yang Menakjubkan’. Nah setelah itu juga bisa di share di media sosial, agar segala aktivitas, segala informasi, segala potensi yang ada di desa ini bisa diketahui oleh orang banyak. Ini juga merupakan langkah yang efektif,” jelas Verdy selaku Direktur Lontar Sansekerta.

Selain itu, Verdy menyatakan bahwa kegiatan ini dapat mendorong terciptanya one village one destination, bahwa setiap desa berpotensi menjadi objek wisata.

Inti dari kegiatan yang digerakkan oleh Indonesia Sahabat Dunia, Lontar Sansekerta dan Forum Pemuda Lumajang ini adalah membantu Karang Taruna dalam menemukan alternatif pengembangan dan pengoptimalan kekayaan desa agar dapat menjadi salah satu tumpuan masyarakat desa tersebut.

“Ada nilai lebih juga yang dimiliki Desa Kandangan karena mempunyai Situs Prasejarah yang sangat luas. Potensi kaya seperti ini akan sangat tidak mengenakkan jika sampai terlewat begitu saja,” tegas salah seorang tim Lontas kepada media ini.