KPK Tak Bisa Memproses Surya Darmadi Secara In Absentia, Ini Alasannya

[ad_1]

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut tidak bisa menyidangkan pemilik PT Duta Palma Group Surya Darmadi secara in absentia. Persidangan tanpa kehadiran terdakwa itu disebut tidak bisa digelar untuk kasus suap.
 
In absentia itu bisa dilakukan kalau ujungnya ada perampasan hasil tindak pidana korupsi dari kerugian negara,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Gedung Rupbasan KPK, Jakarta Timur, Rabu, 10 Agustus 2022.
 
Ali mengatakan sidang in absentia bisa digelar jika penegak hukum melihat adanya kerugian negara dalam penanganan kasus korupsi. Sehingga, sidang tanpa adanya terdakwa perlu dilakukan untuk melaksanakan perampasan aset untuk pengembalian kerugian negara dari tindakan korupsi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ali mengatakan KPK tidak bisa melakukan itu karena pihaknya menjerat Surya dengan dugaan alih fungsi hutan di Provinsi Riau. KPK melihat tidak ada kerugian negara dalam penanganan perkara yang menjerat Surya.
 
“Nah ini yang kemudian KPK sejauh ini tidak mengambil opsi in absentia karena pasalnya pasal suap,” ujar Ali.
 

Sebelumnya, Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah menyatakan bos PT Duta Palma Group Surya Darmadi akan diproses secara in absentia. Surya ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang terkait penguasaan lahan kelapa sawit seluas 37 hektare di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.
 
In absentia, sudah proses,” ujar Febrie saat ditemui Media Indonesia di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2022.
 
Pernyataan itu disampaikan Febrie setelah Kementerian Urusan Luar Negeri Singapura mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebut Surya tidak berada di Singapura. Itu merupakan respons pemerintah Singapura atas pemberitaan media-media Indonesia terkait kasus yang membelit Surya.
 

(AGA)

[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *